Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Terpaksa tidur di tempat ini


__ADS_3

"Menurut perkiraan, masih ada sekitar sepuluh km lagi baru kita bisa keluar dari jalan ini." Ucap Rey memecahkan keheningan di antara mereka.


"Apa sepuluh km lagi tidak ada tanda-tanda kehidupan di sekitar sini?" Tanya Yura yang sudah mulai merasa takut dengan posisi mereka saat ini.


Rey menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Kau bisa lihat sendiri di perjalanan menuju desa tadi tidak ada satu pun rumah di jalan ini. Itu lah alasan Bu Asih meminta aku memastikan bahan bakar mobil masih tersedia sampai kita kembali ke desa." Ucap Rey tanpa menatap Yura.


Yura diam dengan pemikiran bertanya-tanya bagaimana caranya mobil Rey bisa berjalan kembali. Ia merasa tidak yakin mendapatkan pertolongan melihat kondisi jalanan yang sepi tanpa ada satu pun orang yang lewat di sana semenjak mobil mereka mengalami bocor ban.


Beberapa jam berlalu, Yura dan Rey masih memilih berdiam diri di dalam mobil dan berharap akan ada orang yang lewat dan bisa membantu mereka. Namun apa yang mereka harapkan tidak terjadi karena sampai jam sebelas malam tidak ada satu pun orang yang melewati jalan tempat mereka berada.


***


"Hari sudah semakin malam. Tidak baik untuk kita tetap berada di dalam mobil." Ucap Rey pada Yura.


"Maksud Kakak?" Yura dapat menangkap ada sesuatu maksud dari ucapan Rey padanya.


"Di jalan ini sudah semakin rawan jika sudah memasuki tengah malam. Dari cerita yang aku dapat banyak hewan buas yang berkeliaran di jalan ini jika tengah malam telah tiba." Ucap Rey dengan tenang namun berbeda dengan Yura yang mulai ketakutan setelah mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Jadi bagaimana ini, Kak?" Tanya Yura dengan wajah cemas.


Rey menatap ke arah sekitar mereka yang dapat ia jangkau lalu kembali menatap pada Yura. "Lihatlah, di sana ada sebuah pondok yang tidak berpenghuni." Rey menunjuk pondok yang berada di sisi kanan jalan yang berada tak jauh dari mereka. Dari yang ia lihat sepertinya pondok itu diperuntukkan untuk tempat peristirahatan penjaga kebun yang berada di sekitar jalan.


Yura turut menatap ke arah yang ditunjuk Rey. "Tapi di sana sangat gelap. Jangan bilang kalau Kakak berniat untuk membawaku menginap di sana." Yura bergedik ngeri saat mengatakannya.


"Tidak ada pilihan lain. Setidaknya di sana kita lebih aman dari pada berada di dalam mobil." Ucap Rey.


"Tapi..." ucapan Yura terhenti saat Rey membuka pintu mobilnya dan membuka pintu belakang mobilnya dan mengambil pakaian serta jaket miliknya. "Cepat keluar! Aku tidak ingin mengambil resiko jika apa yang warga katakan adalah benar." Ucap Rey dengan tegas.


"Kak Rey aku takut..." Ucap Yura dengan bibir bergetar setelah sampai di depan pondok.


Rey tak menggubris ucapan Yura dan lebih memilih fokus membuka pintu pondok. Setelahnya ia menarik tangan Yura untuk masuk ke dalam pondok. "Jangan berisik." Ketus Rey lalu mengarahkan flash ponselnya ke sekitar dalam pondok. "Sepertinya tempat ini cukup aman untuk kita tempati." Ucap Rey lalu menutup pintu pondok.


Karena rasa takut yang semakin mendera, Yura memilih memegang erat tangan Rey sebagai pegangannya. Untung saja Rey membiarkannya memegang lengannya dan menuntunnya untuk duduk di sudut pondok yang beralaskan tikar.


"Aku takut..." ucap Yura dengan nada bergetar.

__ADS_1


"Hust. Jangan berisik atau kau akan membuat keberadaan kita diketahui oleh mereka." Ucap Rey pelan. Tak lama kemudian, Yura dan Rey pun mendengar suara  mendesis dari luar pondok.


Yura pun sontak memeluk erat tubuh Rey. "Aku takut..." lirih Yura dengan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Rey. Ia semakin merasa ketakutan saat menduga-duga suara apa yang berasal dari luar pondok yang mereka tempati saat ini.


Rey berusaha menenangkan Yura dengan mengelus punggung Yura yang bergetar hebat. Tak berbeda dengan Yura, ia pun turut merasa takut saat menduga binatang apa yang berada di luar pondok saat ini.


Sial! Kenapa perjalanan kali ini terasa sangat mencekam. Rey hanya bisa mengumpat dalam hati. Ia kembali melihat ponselnya dan berharap mendapatkan jaringan. Dan lagi harapannya tidak terwujud karena tidak sedikit pun jaringan yang ia dapatkan selain daya batrai ponselnya yang semakin menipis.


"Tidak ada pilihan lain, malam ini kita terpaksa harus tidur di sini." Ucap Rey dengan pelan setelah setengah jam berlalu suara mendesis dari luar pondok semakin terdengar menandakan banyaknya binatang buas yang semakin keluar dari dalam hutan.


****


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenara🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2