
Flower berteriak sekencang-kencangnya di rooftop perusahaan mengeluarkan rasa sesak dan sakit yang ia rasakan saat ini. Selama ini ia belum pernah merasakan dicintai oleh seorang pria mana pun selain Daddynya. Cintanya yang teramat besar pada Rey membuatnya sangat berharap Rey-lah yang akan menjadi pria kedua setelah Daddynya memberikan cinta untuknya.
Namun apa yang diharapkannya tak terjadi. Rey tidak mencintainya dan selama ini sikap baik Rey padanya hanyalah sekedar karena Rey menganggapnya seorang adik dan tidak lebih. Ia pikir setelah banyak perjuangannya selama ini untuk mendapatkan cinta Rey akan terbalas. Namun ternyata apa yang diharapkannya itu tidak akan pernah terjadi karena hanya ada Yura yang ada di dalam hati Rey.
Kenyataan pahit mengetahui Rey mencintai Yura sejak kecil membuat hati Flower benar-benar sakit dan hancur. Flower hanya bisa menangis di atas rooftop seorang diri. Entah sudah berapa banyak lembar tisu yang ia tarik untuk mengusap air mata dan ingus yang keluar dari hidungnya.
Flower bahkan tidak sadar jika saat ini sudah hampir satu jam ia berada di atas rooftop hanya untuk menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Di ambang pintu rooftop, Malik menatap datar pada Flower yang tengah membelakanginya. Sesekali pria itu terlihat bergedik saat melihat banyaknya gumpalan tisu yang ada di sekitar kaki Flower.
"Sungguh jorok." Ucap Malik untuk Flower. Niatnya yang tadi ingin menenangkan diri di atas rooftop harus ia urungkan saat melihat keberadaan Flower di sana. Setelah cukup menatap Flower yang sedang menangis, Malik pun memilih kembali masuk ke dalam lift untuk kembali ke ruangan kerjanya.
__ADS_1
Tak berselang lama setelah kepergian Malik, Flower pun segera beranjak dari posisinya saat merasa kulitnya mulai terbakar oleh teriknya sinar matahari siang itu. Ia meninggalkan gumpalan tisu itu begitu saja tanpa perduli orang lain akan jijik dengan perbuatannya. Lagi pula menurutnya nanti sore akan ada OB yang membersihkan rooftop jadi ia tidak perlu bersusah payah mengumpulkan bekas tisunya.
"Dari mana saja?" Tanya Malik menatap datar Flower yang baru saja kembali dari rooftop.
"Bukan urusan anda." Jawab Flower sedikit ketus karena suasana hatinya yang buruk bertambah buruk melihat keberadaan Malik di depannya.
"Itu adalah urusan saya. Apa anda tidak sadar jika anda sudah melewatkan waktu setengah jam dengan tidak berada di kursi kerja anda. Anda bisa lihat sendiri begitu banyak berkas yang sudah menumpuk di atas meja anda saat ini!" Ucap Malik dengan tegas.
"Menurut anda?" Malik balik bertanya. "Anda adalah pewaris tunggal dari perusaah Tuan William. Namun sikap anda saat ini tidak mencerminkan itu semua. Harusnya anda bertanggung jawab dengan pekerjaan anda dan tidak pergi begitu saja di waktu jam bekerja sedang berlangsung!" Tekan Malik.
__ADS_1
"Sudahlah, anda terlalu berlebihan sekali!" Gerutu Flower. Lagi pula baru kali ini ia meninggalkan pekerjaannya begitu saja.
Malik menggeleng tak percaya melihat Flower menjawab dengan entengnya. "Anda tidak lupa bukan jika saya adalah orang kepercayaan Tuan Rey? Saya bisa saja melaporkan sikap anda saat ini padanya!" Ancam Malik.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.