Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Dia menciumku lagi?


__ADS_3

"Sudahlah, lebih baik sekarang kau memasukkan gaun itu ke dalam paper bag." Titah Rey pada pegawai wanita yang terlihat tegang itu.


"Baik, Tuan." Jawabnya lalu mengambil gaun dari tangan Yura.


Yura menatap Rey yang kini tengan menatap datar padanya. "Untuk apa Kakak membelikan gaun untukku?" Tanya Yura pada Rey.


"Pakai gaun itu untuk acara nanti malam." Ucap Rey.


Yura terdiam beberapa saat. "Baiklah, aku akan memakainya." Ucapnya menurut.


Tak berselang lama, pegawai wanita itu pun datang membawa paper bag berisi gaun di tangannya. "Ini gaunnya, Nona." Ucapnya lalu menyerahkan paper bag ke tangan Yura.


"Terima kasih." Ucap Yura yang dianggukinya sebagai jawaban.


"Ayo kita pergi." Rey berjalan lebih dulu meninggalkan Yura.


"Kalau begitu saya pamit dulu, Nona." Ucap Yura ramah pada pegawai.


Pegawai itu mengangguk dan mempersilahkan Yura untuk pergi.


"Terima kasih untuk gaunnya, Kak." Ucap Yura pada Rey.

__ADS_1


Rey mengangguk lalu menjalankan mobil meninggalkan butik.


"Apa kita akan kembali ke hotel?" Tanya Yura.


"Ya." Jawab Rey.


Yura mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya dari tas selempangnya. Ia melihat pesan yang baru masuk dari pelayan di rumahnya yang mengatakan jika mobilnya sudah berada di hotel saat ini.


"Syukurlah, mulai besok aku bisa bebas membawa mobil sendiri." Ucap Yura dalam hati merasa senang.


Rey menatap sekilas pada istrinya yang terlihat bahagia setelah membaca pesan masuk ke ponselnya. Ia cukup penasaran pesan apa yang dibaca istrinya hingga terlihat bahagia seperti itu. Walau pun merasa penasaran, Rey enggan untuk mempertanyakannya karena rasa gengsinya yang terlalu tinggi.


*


"Jam setengah delapan." Jawab Rey sambil membuka satu persatu kancing kemejanya.


Yura menatap aktivitas suaminya itu lalu meminta kemeja dari tangan Rey setelah kancing kemeja terbuka seluruhnya. Ia kembali dibuat terpana menatap bentuk tubuh suaminya yang tidak lagi terbungkus kain. Tak ingin larut dalam pemikirannya, Yura segera beranjak dari hadapan Rey.


"Tunggu dulu!" Rey menahan pergelangan tangan Yura saat Yura hendak beranjak dari hadapannya.


"Ada apa, Kak?" Tanya Yura sedikit gugup karena Rey menatap wajahnya intens.

__ADS_1


Cup


Yura terbelalak saat mendapatkan kecupan singkat dari Rey. "Pergilah." Ucap Rey lalu berjalan ke arah sofa meninggalkan Yura yang mematuhng di tempatnya.


Tangan Yura terangkat memegang bibirnya yang baru saja dikecup oleh Rey. "Kak Rey..." lirih Yura dengan wajah yang mulai merona menahan malu. Yura segera berjalan terburu-buru ke kamar mandi dengan menahan rasa panas di wajahnya.


Dari atas sofa Rey menatap pergerakan istrinya itu dengan senyuman tipis di wajahnya.


"Dia kembali menciumku?" Gumam Yura setelah masuk ke dalam kamar mandi. Yura menatap pada cermin lalu memegang bibirnya. "Kenapa dia menciumku lagi?" Tanyanya. Jantungnya pun mulai berdebar-debar membayangkan wajah Rey saat menciumnya. "Oh astaga..." Yura menggelengkan kepalanya mengusir pemikiran kotor dalam benaknya saat ini.


Tak ingin larut dalam pemikiran kotornya, Yura segera beranjak dari hadapan cermin dan meletakkan pakaian Rey ke dalam keranjang laundry.


"Kak Rey... jangan membuatku salah paham dengan perlakuan Kakak akhir-akhir ini." Ucap Yura lirih. Sungguh saat ini ia tidak bisa menyangkal jika hatinya mulai goyah merasakan perubahan yang besar dalam diri Rey padanya walau wajah pria itu selalu datar dan dingin saat menatapnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2