
Yura terkejut saat keluar dari dalam kamar mandi sudah melihat Rey duduk di atas sofa sambil menatap ke arahnya. "Kak Rey sudah bangun?" Tanyanya mencoba biasa saja walau hatinya saat ini berdetak tak karuan.
"Ya." Jawab Rey singkat lalu bangkit dari duduknya. Rey pun berjalan ke arah kamar mandi dan melewati Yura begitu saja.
Setelah melihat Rey masuk ke dalam kamar mandi, Yura pun berjalan ke arah meja rias dengan tersenyum kikuk mengingat wajah datar Rey baru saja.
"Kenapa aku melihat ada dua sosok yang berbeda di dalam diri Kak Rey?" Gumam Yura saat mengingat sikap Rey tadi malam kepadanya. Sikap Rey tadi malam yang terasa hangat tidak sama seperti yang ia lihat saat ini. Terkesan kaku dan dinging.
"Sudahlah Yura, tidak perlu memikirkannya lagi." Ucap Yura tak ingin ambil pusing dengan sikap Rey saat ini. Ia lebih memilih mengeringkan rambutnya yang masih basah lalu segera bersiap untuk pergi ke supermarket membeli bahan masakan dan keperluan rumah tangga mereka.
Lima belas menit berlalu, Rey keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya. Seperti biasanya, Rey berjalan ke arah ranjang dimana pakaian gantinya sudah tersedia di sana.
"Kak Rey, bagaimana sebelum pergi ke supermarket kita membeli sarapan lebih dulu?" Tawar Yura setelah Rey selesai memakai pakaiannya.
__ADS_1
Rey menganggukkan kepalanya. "Apa kau sudah siap?" Tanyanya pada Yura.
Yura mengangguk. "Apa kita akan berangkat sekarang?" Tanyanya yang diangguki Rey sebagai jawaban. Yura pun segera mengambil tas selempangnya di atas ranjang lalu keluar dari dalam kamar mengikuti Rey.
*
Setelah menikmati sarapan bersama di salah satu resto yang menyediakan sarapan pagi, Rey dan Yura pun melanjutkan perjalanan mereka menuju supermarket. Setelah sampai di supermarket, Yura nampak turun lebih dulu dari dalam mobil tanpa menunggu Rey.
"Apa kau sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam?" Tanya Rey sedikit ketus pada Yura yang sedang melangkah dengan cepat masuk ke dalam supermarket.
Kedatangan Rey dan Yura masuk ke supermarket pagi itu berhasil menarik perhatian para ibu-ibu dan wanita remaja yang sedang berbelanja di supermarket. Mereka terlihat menatap wajah tampan Rey dengan tatapan memuja hingga membuat Yura menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Tidak usah hiraukan mereka." Ucap Rey lalu menarik sebelah tangan Yura untuk ia genggam. Tindakan Rey pun berhasil membuat para wanita yang melihatnya pun lemas seketika karena Rey secara langsung menunjukkan wanitanya pada mereka.
__ADS_1
"Kak Rey..." lirih Yura yang cukup terkejut dengan tindakan Rey.
"Kau ingin mencari apa?" Tanya Rey tanpa memperdulikan ucapan Yura.
"Emh sebaiknya kita mengambil troli lebih dulu." Ucap Yura berusaha bersikap biasa saja.
Rey mengangguk lalu menarik lembut tangan Yura ke arah deretan troli dan keranjamg belanjaan berada.
Kenapa Kak Rey bersikap manis seperti ini kepadaku? Apa aku sedang bermimpi saat ini? Tanya Yura dalam hati.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.