
Deg
Jantung Yura dibuat kembali berdetak dengan cepat mendengarkan ucapan Rey. Walau Rey mengatakannya tanpa ekspresi, namun tetap saja Yura dibuat jantungan mendengarnya.
Rey mendorong kursinya ke belakang lalu bangkit dari duduknya. Ia menatap sejenak pada Yura yang kini tengah menatapnya dengan wajah pucatnya. "Aku naik dulu." Ucapnya lalu pergi meninggalkan Yura seorang diri di meja makan. Senyuman tipis nampak tersemat di wajah Rey melihat wajah pucat Yura saat ini.
"Apa Kak Rey serius dengan perkataanya? Apa dia sedang tidak bercanda?" Lirih Yura. Yura menghela nafasnya yang terasa kian memberat. "Jika dia benar memintanya, bagaimana bisa wajahnya seperti itu? Dia seperti tengah menagih hutang kepadaku." Lanjut Yura kemudian lalu menundukkan pandangannya. Kesepuluh jemarinya mulai bertaut saat tubuhnya mulai terasa gugup.
"Bagaimana ini? Apa aku harus mengabulkannya?" Yura semakin dibuat bingung sekaligus takut. Ia tahu, walau Rey tidak mencintainya namun Rey berhak atas dirinya. "Tenanglah Yura... kau bisa berpura-pura tidur nanti." Ucap Yura menguatkan hatinya.
Tak ingin semakin larut dalam pemikirannya, Yura memilih beranjak dari kursinya dan membereskan piring bekas makanannya dan Rey. Walau ia tahu di rumahnya sudah ada pelayan yang bisa membereskan piring-piring bekas makanannya dan Rey, namun tetap saja Yura tetaplah wanita yang tidak ingin merepotkan orang lain jika ia bisa melakukannya seorang diri.
*
"Akhirnya kau datang juga." Wajah Alfin nampak berbinar saat melihat Rey masuk ke dalam apartemennya.
Rey menatap datar pada Alfin dan terus berjalan ke arah sofa. Setelahnya Rey pun menjatuhkan bokongnya di sofa yang berhadapan dengan Alfin.
"Ada apa kau memintaku datang kemari?" Tanya Rey tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Tentu saja karena aku menginginkannya." Jawab Alfin mencoba mengikuti gaya bicara Rey.
Rey menatap tajam pada Alfin namun tak membuat Alfin takut karenanya.
"Aku tidak memiliki waktu untuk hanya sekedar berbasa-basi." Ketus Rey.
"Kau terlalu serius sekali brother." Kelakar Alfin.
Rey semakin menatap tajam pada Alfin.
"Baiklah, baiklah. Aku memintamu datang ke sini karena aku ingin memberikan tutorial kepadamu." Ucap Alfin pada akhirnya.
"Tentu saja tutorial untuk malam pertamamu dan Yura." Jawab Alfin santai.
"Ck." Lidah Rey berdecak mendengar jawaban Alfin. Ternyata Alfin memintanya untuk datang hanya sekedar memberi tutorial untuk malam pertamanya dan Yura.
"Tapi aku tidak berminat." Ketus Rey kemudian.
"Oh benarkah? Aku rasa kau berkata sebaliknya. Aku yakin kau sudah berniat untuk membuka segel istrimu malam ini bukan?" Goda Alfin.
__ADS_1
Merasa malas mendengar godaan Alfin yang menurutnya tidak penting, Rey pun bangkit dari duduknya.
"Kau ingin kemana? Apa kau yakin ingin pulang tanpa melihat tutorial dariku lebih dulu? Aku sudah mempersiapkan sebuah video yang akan membuat malam pertamamu dan Yura berjalan lancar." Ucap Alfin penuh makna.
Rey merasa tertarik mendengarkan ucapan dari Alfin. Jujur saja saat ini ia masih bingung cara memulai adegan romantis sebelum meminta haknya sebagai seorang suami.
Alfin pun segera menghidupkan layar laptopnya dan mengarahkannya pada Rey. Rey yang dibuat penasaran pun duduk kembali di atas sofa lalu melihat video yang Alfin putar.
Deg
Jantung Rey dibuat berdebar-debar saat video baru saja diputar sudah menunjukkan adegan sepasang kekasih sedang berci-uman panas.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1