
Tidak ingin terlalu larut dalam pemikirannya tentang Flower, Yura memutuskan untuk segera melanjutkan pekerjaannya dan meletakkan undangan yang diberikan Flower di atas meja kerjanya.
Sementara Flower yang kini sudah berada di dalam mobilnya nampak tersenyum miring setelah berhasil memberikan undangannya pada Yura. "Yura, selama ini aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. Dan kali ini aku juga ingin apa yang aku inginkan dapat tercapai." Gumam Flower sambil menatap gedung perusahaan Yura.
*
Sore harinya, Yura telah pulang dari perusahaannya. Dilihatnya di depan rumahnya sudah ada mobil Rey yang terparkir di sana. "Kak Rey sudah pulang?" Gumamnya. Ia segera turun dari dalam mobil dan tak lupa mengambil undangan Flower yang tadi ia letakkan di atas dashbord mobil.
Baru saja masuk ke dalam rumah, Yura sudah disambut oleh suaminya yang ternyata tengah menunggunya duduk di ruang tamu. "Kak Rey..." ucap Yura sambil berjalan mendekati Rey.
"Duduklah." Ucap Rey.
Yura menurutinya dengan duduk di sofa yang bersebelahan dengan Rey.
"Apa pekerjaanmu hari ini berjalan dengan lancar?" Tanya Rey.
Yura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Bagaimana dengan Kakak? Apa pekerjaan Kakak berjalan dengan lancar?" Tanya Yura kembali.
"Tidak terlalu lancar." Jawab Rey.
"Kenapa begitu?" Yura memiringkan kepalanya pada Rey.
__ADS_1
"Ada sedikit kendala tapi tidak terlalu menjdi masalah." Jawab Rey.
"Oh..."
"Apa itu?" Pandangan Rey tertuju pada undangan yang dipegang Yura saat ini.
"Oh ini, undangan dari Flower." Jawab Yura lalu menunjukkan undangan di depan Rey.
Rey hanya diam tidak merespon apa yang dilihatnya saat ini.
"Apa Kak Rey juga mendapatkan undangan yang sama?" Tanya Yura.
"Tidak." Jawab Rey.
"Aku tidak mendapatkannya." Jawab Rey lagi. Ia memang tidak mendapatkan undangan yang Flower berikan untuknya karena kemarin Rachel telah menyembunyikan undangan itu tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya agar undangan dari Flower tidak sampai ke tangan Rey.
"Aneh sekali." Gumam Yura pelan namun dapat didengar oleh Rey.
"Ayo kita naik." Ajak Rey.
"Baiklah." Jawab Yura menurut lalu bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Untuk apa kau membawa undangan itu, letakkan saja di atas meja." Titah Rey.
"Tapi aku belum membaca isi dalamnnya, Kak." Jawab Yura.
"Tidak perlu membacanya." Jawab Rey bersikap tidak perduli lalu menarik tangan Yura untuk mengikutinya.
Yura akhirnya menurut saja. Lagi pula ia tidak ingin berdebat dengan suaminya itu hanya karena undangan yang diberikan Flower untuknya.
Sikap Rey yang seolah tidak perduli dengan undangan yang diberikan Flower untuknya pun akhirnya terbukti hingga sampai hari perayaan ulang tahun Flower tiba. Rey terlihat tidak pernah membahas acara perayaan ulang tahun Flower pada Yura bahkan berniat untuk datang.
"Kak Rey tidak lupa bukan jika nanti malam adalah perayaan ulang tahun Flower?" Tanya Yura pada Rey yang tengah sibuk mengetikkan sesuatu di layar laptopnya.
"Untuk apa aku mengingatnya. Aku bahkan tidak berniat untuk datang." Jawab Rey sekenanya tanpa menatap pada Yura.
"Tidak datang?" Jawaban Rey berhasil membuat Yura bangkit dari atas ranjang dan menghampiri Rey yang tengah duduk di atas sofa. "Kak Rey sedang bercanda bukan? Bagaimana bisa kakak tidak datang sedangkan Flower sudah mengundang kakak untuk datang ke acara ulang tahunnya?" Tanya Yura.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.