
Rey dan Malik pun segera bangkit dari duduknya dan Malik pun berjalan menghampiri Yura dan Jeni. "Selamat datang di perusahaan Bagaskara Nona Yura, Nona Jeni." Malik mengulurkan tangannya pada Yura untuk berjabat tangan.
"Terimakasih Tuan Malik." Balas Yura saat berjabat tangan dengan Malik.
Malik menganggukkan kepalanya lalu beralih berjabat tangan dengan Jeni. Rey yang sudah berada di depan Yura pun turun melakukan jabat tangan secara bergantian pada Yura dan Jeni.
"Ayo silahkan duduk, Nona." Ajak Malik yang diangguki Yura dan Rey sebagai jawaban. Setelah duduk di atas sofa, pandangan Yura pun langsung tertuju pada sebuah foto yang terpajang di tengah ruangan yang memperlihatkan wajah keluarga Rey di sana.
Rey pun berdehem hingga membuat pandangan Yura beralih kepadanya. "Sebelumnya saya ingin menyampaikan pada anda setelah surat kontrak kerja sama perusahaan kita ditanda tangani kita akan banyak terlibat pertemuan dan perjalanan ke luar kota termasuk pergi ke desa A esok hari." Ucap Rey datar tanpa ekspresi.
"Terimakasih atas info yang anda berikan Tuan Rey. Saya harap kita dapat bekerja sama dengan baik." Balas Yura seraya tersenyum tanpa memperdulikan ekspresi datar Rey kepadanya.
Rey menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Malik, tolong ambil surat kontrak kerja sama perusahaan kita dengan perusahaan Dharma." Titah Rey pada Malik.
Malik mengangguk lalu berpamitan untuk ke ruangannya.
"Oh, ya, Tuan Rey, apa besok hari kita hanya pergi berdua? Ah maksud saya bisakah salah satu diantara kita mengajak orang lain agar keberangkatan kita lebih ramai?" Tanya Yura.
"Tidak bisa." Jawab Rey singkat.
Kening Yura mengkerut. Niatnya yang ingin bertanya kembali ia urungkan melihat respon dari Rey. "Baiklah kalau begitu." Ucapnya tak ingin bertanya lebih lanjut. Rencananya ia ingin mengajak Rachel agar menjadi temannya selama perjalanan nanti. Pemikiran Yura pun tertuju pada keberangkatan mereka besok. "Jadi dimanakah tempat berkumpul kita sebelum berangkat esok hari?" Tanya Yura.
"Tidak perlu berkumpul. Saya yang akan menjemput anda ke kediaman Dharma Nona Yura." Jawab Rey.
"Apa? Jadi maksud anda saya dan anda akan satu mobil?" Tanya Yura memastikan.
__ADS_1
"Ya." Jawab Rey.
"Tanpa sopir?" Tanya Yura lagi.
Rey mengangguk tanpa bersuara.
Apa? Yang benar saja? Tanya Yura dalam hati. Sementara Jeni yang mendengarkan pertanyaan dan ekspresi wajah Yura melipat bibirnya agar tidak tersenyum karena merasa lucu melihat Yura.
"Jika anda ingin protes maka katakan saja langsung pada Tuan Rangga atau Papa saya agar membatalkan perintah mereka." Ucap Rey penuh maksud.
Kening Yura kembali mengkerut. Walau merasa bingung namun ia tidak berniat melakukan yang Rey katakan.
Kedatangan Malik kembali masuk ke dalam ruangan bersama Rere yang datang membawa minuman untuk mereka menghentikan percakapan di antara mereka.
"Terimakasih." Jawab Yura dan Jeni bersamaan.
Rere menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu berpamitan keluar dari dalam ruangan.
"Silahkan dibaca kontrak kerja samanya, Nona." Malik menyerahkan surat kontrak kerja sama di depan Yura setelah Yura meneguk minuman yang diberikan Rere.
Yura menerimanya lalu mulai membaca isi kontrak perjanjian. Bagaimana ini. Terlalu banyak pekerjaan yang membuatku harus sering bertemu dengan Kak Rey. Huh sudahlah kau harus profesional dalam bekerja Yura. Ucap Yura dalam hati tak ingin mempermasalahkan apa yang terjadi.
"Silahkan ditanda tangani jika sudah jelas dan dapat dipahami, Nona." Ucap Malik sambil menunjuk letak tanda tangan Yura.
Yura mengangguk paham lalu membubuhkan tanda tangannya karena sudah memahami isi kontrak kerja sama di antara mereka. Ia pun kembali menyerahkan surat kontrak kerja sama ke tangan Malik.
__ADS_1
"Terimakasih, Nona." Ucap Malik yang diangguki Yura sebagai jawaban.
"Semoga kerja sama kita ke depannya dapat berjalan dengan lancar." Ucap Malik lagi.
"Saya harap juga begitu, Tuan." Balas Yura.
Setelah sedikit berbincang dengan Malik dan bertanya hal apa saja yang dibutuhkan untuk dibawa pergi ke desa esok hari, Yura pun berpamitan untuk kembali ke perusahaannya.
"Tunggu dulu." Suara Rey menahan pergerakan Yura yang hendak meraih handle pintu.
"Ada apa, Tuan?" Tanya Yura.
"Tinggalkan kami berdua." Titah Rey yang tertuju pada Malik dan Jeni.
Malik dan Jeni mengangguk paham lalu keluar dari dalam ruangan. Sementara Yura kini merasa bingung kenapa Rey meminta asisten mereka untuk keluar dan rasa bingung itu menjadi keterkejutan saat Rey tiba-tiba menyandarkan tubuhnya ke tembok dan mendekatkan wajahnya.
"Ada apa ini Tu—"
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul QueenarađŸ–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1