Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Akhirnya kembali


__ADS_3

Suasana yang tadinya tegang di ruang tamu berubah menjadi haru saat Kyara dan Rania bangkit dari duduknya dan menghampiri Yura lalu memeluknya. Kedua wanita itu nampak menangis sambil memeluk Yura. Jika Rania memeluk Yura karena bahagia akan memilik cucu dari Yura dan Rey, Kyara justru memeluk Yura dengan perasaan bersalah.


"Maafkan Mama, Yura. Maaf karena permasalahan di dalam keluarga Mama membuatmu harus kekurangan kasih sayang dari Rey di saat kau sedang mengandung seperti ini." Ucap Mama Kyara merasa menyesal.


Yura menggeleng di dalam pelukan mertuanya. "Tidak, Mama. Yura tidak merasakan seperti yang Mama katakan." Jawab Yura berbohong agar mertuanya tidak merasa bersalah.


Namun bukannya merasa lega mendengarkan ucapan Yura, Mama Kyara justru menangis merasa semakin menyesal karena ia tahu Yura tengah berbohong padanya. Cukup lama Mama Kyara menangis sambil memeluk Yura hingga akhirnya Rey pun angkat suara memutus pelukan dan tangisan Mama Kyara.


"Mama, apa Mama setuju untuk kembali ke rumah bersama Rey harinini?" Tanya Rey.


Mama Kyara menghela nafas sesaat sebelum menjawab. "Mama akan ikut bersamamu." Jawabnya membuat Rey merasa lega. Lagi pula di umurnya yang sudah semakin tua membuat Kyara merasa apa yang dilakukannya saat ini tidak baik dan bisa saja ditiru oleh Rachel kelak.


Setelah mendapatkan kesepakatan jika mereka akan pulang hari ini ke kota, Mama Kyara dan Mom Rania pun bersiap-siap membereskan barang-barang mereka masing-masing. Sambil menunggu Mama Kyara dan Mom Rania bersiap-siap, Rey meminta Yura untuk istirahat dengan berbaring di kamar tamu villa. Yura pun mengiyakannya karena merasa tubuhnya terasa lelah dan matanya sudah mulai mengantuk.


*

__ADS_1


Tepat pukul empat sore, mobil milik Rey nampak memasuki gerbang rumahnya. Rachel yang sudah diberi kabar jika Mamanya akan kembali hari ini pun sudah bersiap menunggu kedatangan Mamanya di depan rumah Rey.


"Mamah..." Rachel langsung berlari sambil menangis ke arah Mama Kyara yang baru saja keluar dari dalam mobil.


"Rachel..." Mama Kyara tak dapat membendung air matanya melihat anak bungsunya yang tengah menangis karena merindukannya.


"Rachel sangat merindukan Mama." Ucap Rachel sambil terisak dalam pelukan Mama Kyara.


"Maafkan Mama karena telah meninggalkanmu." Jawab Mama Kyara sambil mengusap rambut Rachel.


Mama Kyara melepas dekapannya pada Rachel lalu mengajak Rachel untuk masuk ke dalam rumah Rey.


"Kenapa Mama tidak kembali ke rumah kita saja?" Tanya Rachel dengan wajah sendu.


"Mama akan kembali ke rumah nanti malam. Lebih baik sekarang kita istirahat di sini saja." Jawab Mama Kyara.

__ADS_1


Rachel mengangguk saja mengiyakan ucapan Mamanya. Lagi pula ia sudah cukup lega karena kepulangan Mama Kyara dan Mama Kyara sudah mau diajak pulang ke rumah mereka.


Di saat suasana sudah mulai tenang, Yura yang sejak tadi hanya diam pun akhirnya angkat suara. "Mamah... ada yang ingin Yura sampaikan pada Mamah." Ucap Yura dengan wajah ragu.


"Apa itu, Nak?" Tanya Mama Kyara.


"Dua hari lagi keluarga Yura bersepakat ingin membuat acara syukuran atas kehamilan Yura di rumah Ayah dan Bunda. Yura harap Mama dan Papa bisa datang di acara tersebut." Ucap Yura penuh harap.


"Mama pasti akan datang bersama Papa, Nak." Jawab Kyara seraya tersenyum menenangkan hati menantunya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2