
Yura buru-buru memungut bajunya yang berserakan di atas lantai lalu membawanya ke kamar mandi untuk dipakainya kembali. Sedangkan baju milik Rey ia letakkan di atas ranjang agar Rey kembali memakainya di sana. Rey mendengus melihat sikap istrinya itu. Namun ia tetap menuruti keinginan istrinya itu untuk memakai kembali pakaiannya.
Di dalam kamar mandi Yura terlihat menghela nafas lega saat tak merasakan sakit pada bagian intinya seperti saat dua hari yang lalu. Yura pun buru-buru memakai pakaiannya lalu keluar dari dalam kamar mandi.
Saat baru saja keluar dari dalam kamar mandi Yura dibuat tertegun melihat Rey yang kini terlihat tengah memasukkan baju-bajunya ke dalam koper. Suaminya itu pun sudah terlihat memakai pakaiannya kembali.
Yura pun berjalan tergesa-gesa ke arah Rey. "Kak Rey apa yang Kakak lakukan." Ucap Yura mencoba menghentikan pergerakan Rey.
Rey hanya diam sambil terus memasukkan baju-baju Yura ke dalam koper. Yura dibuat tak habis pikir melihat pergerakan Rey saat ini. Terlebih, ia melihat Rey sangat rapi menyusun barang-barangnya di dalam koper.
"Terima kasih." Ucap Yura setelah melihat seluruh bajunya masuk ke dalam koper.
"Persiapkanlah barang-barang lain yang ingin kau bawa." Ucap Rey lalu beranjak dekat koper Yura.
__ADS_1
Yura menganggukkan kepalanya. Ia menatap sekilas pada Rey yang kini tengah duduk di pinggir ranjang sambil menatap dirinya. Buru-buru ia melangkah ke arah meja yang berada di sudut ruangan lalu mengambil beberapa berkas dan buku yang ia perlukan selama berada di kota S.
Rey terus memperhatikan pergerakan istrinya itu. Yura terlihat begitu tergesa-gesa mempersiapkan barang-barangnya hingga tak memakan waktu lama bagi Yura mempersiapkan barang yang akan ia bawa untuk pergi ke kota S.
"Apa kau sudah siap?" Tanya Rey melihat Yura yang sudah tak melakukan apa pun lagi.
Yura mengangguk lalu menghembuskan nafas bebas di udara. Ia sudah merasa lega karena sudah selesai mempersiapkan barang-barangnya. Yura pun melangkah ke arah ranjang dimana Rey berada. Ia nampak menguap beberapa kali merasakan kantuk yang kini menyerang matanya.
Yura mengiyakannya lalu menjatuhkan tubuh lelahnya di atas ranjang. Rey pun turut melakukan hal yang sama. Ia merebahkan tubuhnya di sebelah Yura lalu membawa tubuh Yura ke dalam dekapannya. Yura berusaha bersikap biasa saja walau merasa cukup terkejut dengan pergerakan Rey.
Rey mengusap-usap lembut rambut Yura hingga membuat mata Yura semakin terasa berat hingga tak membutuhkan waktu lama bagi wanita itu masuk ke dalam alam bawah sadarnya. Rey yang sudah turut mengantuk pun perlahan memejamkan kedua kelopak matanya dengan tangan yang masih bergerak mengusap rambut Yura. Pergerakan Rey itu pun terhenti saat Rey sudah ikut terlelap menyusul Yura ke alam bawah sadarnya.
*
__ADS_1
"Apa ini?" Pagi-pagi sekali Yura telah terbangun dari tidurnya dan dibuat terkejut setalah membasuh wajahnya dan melihat penampakan di lehernya di pantulan cermin. "Kenapa ada merah seperti ini." Ucap Yura sambil memegang bagian lehernya yang terlihat memerah.
Yura pun memastikan kembali warna merah di lehernya dengan mendekatkan lehernya ke depan cermin. Dan benar saja, warna merah di lehernya itu terlihat sangat jelas di sana.
"Bagaimana bisa seperti ini? Bukankah tadi malam aku tidak melihat ada merah di leherku seperti saat ini?" Gumam Yura bingung.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1