Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Apakah itu benar?


__ADS_3

Entah semerah apa wajah Rey saat ini setelah mendengarkan ucapan frontal yang keluar dari mulut sahabatnya sendiri. Entah bagaimana harus ia sembunyikan rasa malunya pada Yura karena kini istrinya itu telah hampir mengetahui seluruh rahasianya yang sudah ia simpan dengan rapi saat ini. Rasanya ingin sekali Rey membenamkan Alfin ke dalam laut agar tak lagi bersuara yang membuatnya merasa kesal sekaligus malu.


"Alfin, kau datang nak?" Suara lembut Mama Kyara mengalihkan perhatian Alfin, Rey dan Yura ke sumber suara.


"Tante Kya?" Alfin segera bangkit dari duduknya menghampiri Kyara dan menyaliminya. "Sudah cukup lama saya tidak bertemu Tante lagi. Agh rasanya tante terlihat semakin cantik saja." Puji Alfin.


Kyara dibuat tersenyum mendengarnya. Sudah sangat lama ia tidak mendengar pujian dari Alfin setiap saat bertemu dengannya. "Kau bisa saja, Nak." Balas Kyara.


Alfin tersenyum merespon ucapan Kyara.


"Ayo kembali duduk." Ajak Kyara yang diangguki Alfin sebagai jawaban. "Oh ya, kalian sedang membicarakan apa? Tante lihat sejak tadi kau terlihat begitu bersemangat bercerita pada Yura sampai membuat Yura tak dapat berkata-kata." Tanya Kyara yang memang sejak tadi memperhatikan pembicaran mereka dari jauh.


"Hanya membicarakan masa lalu, Tante." Balas Alfin seadanya karena ia tidak mungkin membongkar apa yang tadi mereka bicarakan karena pasti akan membuat Rey murka kepadanya.

__ADS_1


"Oh... pasti sangat menyenangkan membahas masa lalu bukan?" Tanya Kyara yang berpikir jika pembahasan mereka hanya seputar sekolah dan masa bermain dulu. "Benar begitu kan Rey?" Tanya Kyara pada putranya yang hanya diam saja.


"Emh, ya." Jawab Rey seadanya walau dalam hatinya ia tidak membenarkan pertanyaan dari mamanya itu.


"Tentu saja Rey sangat senang Tante. Pembahasan di masa lalu selalu membuat Rey senang dan bisa tersenyum. Lihat saja Rey saat ini tengah menahan senyum karena mengingat masa lalu kami." Kelakar Alfin.


Kedua bola mata Rey nyaris keluar dari wadahnya mendengar ucapan Alfin yang tidak sesuai dengan apa yang ia rasakan. Ingin sekali saat ini Rey menghampiri Alfin dan menyeretnya keluar dari rumahnya agar tak lagi bersuara namun hal itu tidak mungkin Rey lakukan karena akan membuatnya Mamanya marah besar karena telah mengusir tamunya.


"Kebetulan sekali saya belum makan, Tante. Sepertinya tawaran Tante cukup menarik. Kalau begitu saya akan ke sana mengambil beberapa makanan, Tante." Balas Alfin begitu bersemangat. Menurutnya tawaran Kyara lebih menarik dari pada ia harus mendapat tatapan tajam dari Rey karena melanjutkan pembicaraan mereka kembali.


Mama Kyara pun bangkit dari duduknya dan mengajak Alfin ikut dengannya untuk mengambil makanan. Alfin pun mengiyakannya dan segera bangkit dari duduknya.


"Aku pergi dulu." Pamitnya pada Rey dan Yura namun Rey tak menggubrisnya. Alfin tak memperdulikan ekspresi sahabatnya saat ini dan memilih melangkah meninggalkan Rey dan Yura yang masih diam duduk di ruang tamu.

__ADS_1


Suasana di antara Rey dan Yura pun terasa tegang saat Yura dan Rey saling diam satu sama lain.


"Kak Rey, apakah yang dikatakan Kak Alfin tadi itu benar?" Tanya Yura memecah keheningan di antara mereka.


***


Rey jawab apa ni?


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2