
"Jika kau sudah tahu, maka kau tidak seharusnya bersedih lagi. Kau harus ingat jika kebahagiaan putra kita lebih penting di atas segalanya." Pesan Gerry.
Kyara menganggukkan kepalanya. "Kau benar. Kebahagiaan Rey lebih penting di atas segalanya. Aku tidak ingin karena rasa tidak enakku saat ini membuat Rey menjadi merasa tidak enak padaku." Ucap Kyara.
Gerry meraih sebelah tangan Kyara lalu menggenggamnya. Kyara pun tersenyum menatap pada Gerry yang tengah tersenyum padanya.
"Bagaimna agar kau tidak bersedih lagi kita membuat calon adik lagi untuk Rey?" Goda Gerry lalu mengedipkan sebelah matanya.
Puk
"Kau ini..." ucap Kyara setelah memukul pelan lengan Gerry.
Gerry tertawa lalu mengusap gemas rambut istrinya. "Begini kan enak." Ucapnya tertuju pada senyuman di wajah istrinya.
Kyara pun tersenyum mendengarnya. Perjalanan menuju rumah mereka malam itu Gerry dan Kyara lewati dengan berbicara diiringi canda tawa hingga tanpa terasa mobil pun telah sampai di kediaman mereka.
Sedangkan di cafe kedua tempat Yura dan Rey berada, Rey terlihat bangkit dari duduknya. "Ayo kita pulang." Ajaknya pada Yura.
Yura mengangguk lalu ikut bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Apa kita langsung pulang?" Tanya Yura sambil berjalan keluar dari dalam cafe.
"Apa kau ingin mampir dulu?" Tanya Rey kembali.
"Emh, ya. Aku ingin membeli beberapa cemilan untuk di hotel." Jawab Yura.
"Baiklah. Kita ke minimarket lebih dulu." Ucap Rey yang diangguki Yura sebagai jawaban.
*
"Biar aku yang membawa plastiknya." Ucap Rey saat Yura hendak mengambil plastik berisi belanjaan mereka di kursi belakang mobil.
Sesampainya di dalam kamar, Rey meletakkan barang belanjaan Yura di atas meja. Yura pun mengambil alih plastik belanjaannya dengan meletakkan jajanan belanjaannya ke dalam mini bar yang tersedia di dalam kamar hotel.
Setelahnya, Yura pun menghampiri Rey yang sedang duduk di atas sofa.
"Ada apa?" tanya Rey yang menangkap jika Yura ingin berbicara padanya.
"Kak Rey, bagaimana kalau untuk besok dan seterusnya aku membawa mobil sendiri saja. Aku tidak ingin merepotkan Kakak dengan terus mengantar jemput aku bekerja." Ucap Yura.
__ADS_1
"Apa kau sudah tidak ingin diantar olehku?" Tanya Rey menatap Yura tajam.
Yura dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Bukan seperti itu. Aku hanya tidak ingin merepotkan Kakak. Apa lagi Kakak sering sibuk akhir-akhir ini." Jelas Yura.
Rey terdiam beberapa saat. "Baiklah. Kau boleh membawa mobilmu sendiri." Jawab Rey. Bukannya mau mengizinkan Yura pergi begitu saja tanpa dirinya, hanya saja Rey tahu batas kemampuannya saat ini yang tidak bisa menjemput Yura pulang bekerja karena sering lembur di perusahaannya.
Mendengar jawaban dari Rey membuat Yura melebarkan senyumannya. Akhirnya ia bisa membawa mobil pribadinya sendiri dan tidak lagi merasa merepotkan Rey.
"Tapi ingat, peraturan ini tidak bertahan lama. Jika aku tidak lembur lagi maka aku akan mengantar jemput dirimu." Tekan Rey.
Yura mengangguk tanpa bantahan. Setelah mengungkapkan keinginannya pada Rey, Yura pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan menggosok gigi sebelum tidur. Rey pun menatap Yura yang kini berjalan menjauhinya dengan tatapan datarnya.
"Dia terlihat senang sekali tidak diantarakan pergi bekerja lagi olehku." Gumam Rey merasa tak suka.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.