
"Flower?" Ucap Rey.
Tubuh Yura menegang mendengar Rey menyebutkan nama wanita yang sangat dikenalinya.
"Flower.... dia sudah kembali?" Ucap Yura dalam hati.
"Kak Rey ada di sini juga?" Tanya Flower tanpa menatap pada wanita yang duduk di hadapan Rey.
Rey mengangguk sebagai jawaban.
Flower melebarkan senyumannya melihat pria yang sangat dirindukannya kini sudah berada tepat di hadapannya.
"Flower..." lirih Yura menatap Flower.
Flower seketika mengalihkan pandangannya pada Yura. "Yura?" Ucapnya dengan wajah terkejut.
Yura tersenyum lalu mengulurkan tangannya pada Flower.
"Ka-kau ada di sini juga?" Tanya Flower tak percaya.
"Emh, ya." Jawab Yura lalu kembali menarik tangannya karena Flower tak menyambut tangannya.
Flower menatap Rey dan Yura secara bergantian. "Kenapa kau ada di sini bersama Kak Rey?" Tanyanya. Ia berusaha tetap tersenyum walau hatinya tidak demikian.
"Karena aku yang mengajaknya." Jawab Rey.
Pandangan Flower beralih pada Rey. Ia menatap tak percaya pada Rey. Bagaimana tidak, selama ini ia tahu jika Rey selalu menolak berdekatan dengan Yura dan saat ini Rey berkata jika ia yang mengajak Yura makan bersama. Sesuatu hal yang tidak mungkin, pikirnya.
"Ayo duduk dulu, Flo." Tawar Yura.
__ADS_1
Flower tak mengindahkan ucapan Yura. Matanya masih saja menatap Rey dengan intens.
"Duduklah." Titah Rey merasa jenuh melihat Flower yang terus menatapnya.
Flower mengangguk lalu menarik salah satu kursi yang bersebelahan dengan Rey. Rey pun kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya seolah keberadaan Flower tidak ada arti apa-apa untuknya.
"Tadi siang aku datang ke rumah Kakak bersama Mommy dan Daddy." Ucap Flower.
Rey mengangguk tanpa bersuara. Yura pun mencoba menyuapkan kembali makanan ke dalam mulutnya walau ia sudah tidak berselera.
"Tante Kyara bilang jika Kakak saat ini sudah tidak tinggal di rumah mereka lagi. Apa itu benar?" Tanya Flower.
Rey kembali mengangguk mengiyakan.
"Lalu dimana Kakak tinggal saat ini?" Tanya Flower.
"Di rumahku." Jawab Rey singkat.
Rey hanya diam tanda tak ingin menjawab pertanyaan Flower.
"Jadi Flower tidak tahu tentang rumah baru Kak Rey?" Ucap Yura dalam hati.
Flower menghela nafas berat. Pandangannya beralih pada Yura yang kini tengah tersenyum padanya.
"Flower, kapan kau sampai di negara ini?" Tanya Yura.
"Dua hari yang lalu." Jawab Flower.
Yura mengangguk. "Senang bisa bertemu kembali denganmu." Ucap Yura tulus.
__ADS_1
Flower hanya tersenyum tipis membalas ucapan Yura. Tak lama, seorang wanita datang menghampiri meja mereka.
"Flo, kau di sini?" Tanya wanita yang tak lain adalah teman Flower.
"Agh, ya, aku ke sini menghampiri Kak Rey." Jawab Flower.
Pandangan wanita itu beralih pada Rey. "Kak Rey..." ucapnya tersenyum namun Rey tak membalas senyumannya.
"Emh, Kak Rey, Yura, kalau begitu aku pamit dulu." Pamit Flower karena tidak enak pada temannya.
Yura mengangguk seraya tersenyum mengiyakannya. Sedangkan Rey hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Sampai berjumpa besok pagi di perusahaan Kak Rey." Ucap Flower lembut.
Rey kembali mengangguk mengiyakan ucapan Flower.
"Ayo kita pergi." Ajak Flower pada teman wanitanya.
"Agh, ya, ayo."
Flower menarik tangan teman wanitanya menjauh dari meja Rey dan Yura.
"Bagaimana bisa Yura dan Kak Rey makan bersama seperti itu? Aku yakin ada yang tidak beres dengan ini semua. Terlebih mana mungkin Kak Rey mau mengajaknya makan bersama seperti ini. Sesuatu hal yang tidak mungkin." Ucap Flower dalam hati mulai risau.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.