Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Apakah harus datang?


__ADS_3

"Bukankah aku sudah mengatakan jika aku tidak mendapatkan undangan itu?" Tanya Rey.


"Tapi dia mengundangku dan undangan itu masih aku simpan." Jawab Yura.


"Apa dia menyertai namaku di dalam undangan untukmu? Jika tidak maka jangan paksa aku untuk datang." Tekan Rey.


Yura terdiam sambil mengingat jika di dalam undangan yang diberikan Flower tidak ada nama Rey di sana. Tentu saja tidak ada, Flower sudah mengatakan dengan jelas jika ia memberikan undangan yang berbeda untuk Rey sendiri. "Kak Rey tidak mungkin tidak menerimanya." Ucap Yura kemudian.


Rey menghela nafas panjang. "Apa kau begitu bersemangat meminta suamimu datang ke acara ulang tahun wanita lain?" Tanya Rey yang berhasil membuat Yura tertegun. "Jika kau begitu ingin aku datang ke acara wanita lain yang bukan istriku tak masalah. Aku akan melakukan seperti apa yang kau inginkan." Ucap Rey dengan tatapan datar dan dinginnya,


Yura tersadar dengan kesalahannya saat ini. Bukannya ingin memaksa Rey untuk datang ke acara ulang tahun Flower, hanya saja Yura tidak ingin Rey mengabaikan undangan dari wanita yang berstatus anak dari sahabat baik mamanya setelah menikah dengannya. Yura tidak ingin Rania dan keluarganya berpikiran tidak baik pada Rey setelah menikah dengannya.


"Baiklah, jika Kakak tidak datang maka aku tidak akan memaksa Kakak untuk datang." Ucap Yura pada akhirnya.


"Aku rasa kau sudah semakin pintar saat ini." Jawab Rey menatap intens wajah Yura.


"Kalau begitu aku ingin bersiap dulu." Ucap Yura tanpa menjawab ucapan Rey.

__ADS_1


Rey menahan tangan Yura. "Bersiap kemana?" Tanya Rey.


"Tentu saja bersiap untuk datang ke acara ulang tahun Flower." Jawab Yura.


Rey mendengus mendengarnya. "Kau tidak bisa pergi karena aku tidak mengizinkanmu untuk pergi." Ucap Rey tegas. Tangannya masih memegang tangan Yura dan semakin mengeratkannya agar tidak lepas dari genggamannya.


"Tapi kenapa?" Tanya Yura bingung. "Jika Kakak tidak ingin datang tidak masalah. Tapi jangan melarangku untuk tidak datang karena aku tidak enak pada Flower yang sudah mengundangku secara langsung untuk datang." Ucap Yura karena ia tidak ingin semakin memperpanjang kesalahpahaman yang mungkin saja terjadi nantinya.


"Tidak perlu memikirkannya. Saat ini kau harus menuruti perkataanku karena masih ada hal lain yang harus kau kerjakan selain datang ke acara itu." Ucap Rey.


"Maksud Kakak? Pekerjaan apa yang harus aku kerjakan?" Tanya Yura bingung.


"Aaahk... apa yang Kak Rey lakukan?" Pekik Yura yang sudah berada dalam gendongan Rey.


"Diamlah dan menurutlah." Ucap Rey sambil melangkah ke arah ranjang.


*

__ADS_1


Tring


Tring


Suara deringan ponsel yang terdengar cukup memekakkan telinga membangunkan Yura dari tidur singkatnya. "Uhgh..." lenguhnya saat merasakan sakit pada beberapa bagian tubuhnya. Pandangannya beralih pada nakas yang memperlihatkan ponselnya yang berbunyi di sana. Yura segera meraih ponselnya dan melihat siapakah orang yang menelefonnya saat ini.


"Alula?" Gumam Yura membaca nama adiknya yang tertera di layar ponselnya. Yura segera mengangkatnya dan meletakkan ponsel di daun telinganya.


"Halo Kak Yura? Kak Yura dimana? Apa Kakak tidak datang ke acara ulang tahun Kak Flower?" Tanya Alula tanpa menunggu jawaban Yura.


"Kakak..." Yura menatap ke arah jam di ponselnya dan dibuat terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2