
Setelah berpamitan pada Rangga dan Vara yang mengantarkan Yura sampai di teras rumah, Rey pun mulai menjalankan mobilnya keluar dari perkarangan rumah kedua orang tua Yura.
"Kak Rey, apa benar jika perjalanan kita kali ini cukup memakan waktu lama?" Tanya Yura mencoba memberanikan diri bertanya pada Rey.
Rey menganggukkan kepalanya tanpa menatap pada Yura. "Kita akan berada di desa selama satu minggu." Jawab Rey.
"Kenapa lama sekali?" Tanya Yura merasa bingung karena sebelumnya ia hanya diberi kabar akan berada di desa selama dua hari seperti bulan lalu.
"Karena banyak pekerjaan yang harus kita lakukan di sana." Jawab Rey seadanya.
Yura bertambah dibuat bingung. Namun ia memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut karena ia yakin jika Rey tidak akan menjawab pertanyaannya sesuai dengan apa yang ia harapkan.
Sementara di kediaman orang tua Yura, Rangga nampak menghela nafasnya setelah mematikan sambungan telefon dengan Aidan. "Aku harap semua akan berjalan sesuai rencana dan semuanya akan baik-baik saja." Gumam Rangga menatap layar ponselnya yang kini menampakkan foto wajah Yura di sana.
***
Perjalanan menuju desa hari itu entah mengapa dirasakan Yura cukup lama dibandingkan perjalanan mereka satu bulan yang lalu. Perjalanan itu memakan waktu lima sampai enam jam lamanya. Yura berkali-kali menatap ke arah jam yang ada di pergelangan tangannya untuk memastikan sudah berapa lama perjalanan mereka.
"Bisakah kau duduk dengan diam?" Rey yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Yura yang nampak tidak nyaman pun bertanya.
__ADS_1
"Apa perjalanan kita masih lama?" Bukannya menjawab, Yura justru melemparka pertanyaan pada Rey.
Rey mendengus namun tetap menjawab pertanyaan Yura. "Sekitar satu jam lagi." Jawab Rey tanpa menatap Yura.
Yura menguap diikuti matanya yang terasa kian memberat. "Kenapa lama sekali." Keluhnya lalu menjatuhkan kepala di sandaran jok mobil.
"Jika kau ingin cepat maka gunakan saja pesawat milik perusahaanmu pergi ke desa." Ketus Rey.
Yura diam dan memilih memejamkan kedua kelopak matanya yang terasa semakin memberat. Tak lama terdengar dengkuran halus dari hembusan nafas Yura.
"Dia hanya tidur sejak tadi namun tetap mengeluh perjalanannya terlalu lama." Gumam Rey menatap Yura yang sudah terlelap lalu kembali fokus pada jalanan di depannya. Jalanan yang tidak rata dan berbatuan saat memasuki desa tak kunjung membangunkan Yura dari tidurnya. Ia terlihat tidur begitu lelap seakan tidak ada satu pun yang bisa mengganggu tidurnya.
Satu jam lebih berlalu, akhirnya mobil yang dikendarai Rey pun telah sampai di rumah penginapan mereka. Rey menatap ke arah samping dimana Yura masih nampak terlelap dengan mulut sedikit terbuka.
Tak lama usahanya pun berhasil karena Yura perlahan membuka kedua kelopak matanya. "Kak Rey?" kedua mata Yura membola sempurna melihat posisi Rey yang terlihat begitu dekat dengannya.
"Kita sudah sampai." Ucap Rey dengan datar lalu keluar dari dalam mobilnya.
Yura mengucek kedua matanya lalu menatap ke arah luar. "Ternyata benar sudah sampai." Gumam Yura lalu segera keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
Di depan rumah Bu Asih nampak menyambut kedatangan mereka dan mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumah.
"Tiga hari lagi kita akan pergi ke seberang desa untuk melihat lahan kosong yang ada di sana." Ucap Rey pada Yura setelah mendaratkan bokongnya di kursi rotan yang ada di ruang tamu.
"Seberang desa?" Ulang Yura.
Rey tak menanggapinya dan lebih memilih memeriksa pesan masuk ke dalam ponselnya.
"Untuk apa kita pergi ke seberang desa?" Tanya Yura karena saat di perjalanan Rey sama sekali tidak memberitahukan apa-apa kepadanya.
"Kau bisa membaca pesan yang aku kirimkan ke ponselmu." Ucap Rey yang merasa malas menjelaskannya pada Yura.
Yura segera mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan masuk dari Rey. "Baiklah. Aku rasa pekerjaan kita kali ini cukup padat." Ucap Yura lalu tersenyum pada Bu Asih yang baru saja datang membawa minuman untuk mereka. Setelah berbincang sejenak dengan Bu Asih dan menikmati minuman dan makanan yang Bu Asih sajikan, Rey dan Yura pun berpamitan untuk istirahat di kamar mereka masing-masing.
"Kenapa perasaanku menjadi tidak enak setelah mendengar Kak Rey akan membawaku pergi ke seberang desa?" Gumam Yura setelah masuk ke dalam kamarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.