Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
End (Babymoon)


__ADS_3

Sementara di dalam ruangan kerja Rey, Rey dan Malik terlihat tengah membicarakan rencana keberangkatan mereka satu minggu lagi. "Kau pastikan dia tidak akan mengganggu ketenangan istriku selama berada di sana." Ucap Rey dengan tegas.


Malik mengangguk mengiyakan ucapan Rey. "Saya sudah mengatur semuanya dengan baik, Tuan." Jawabnya.


"Baguslah kalau begitu. Sekarang siapkan berkas apa saja yang akan kita bawa ke Surabaya nanti." Titah Rey.


"Baik, Tuan." Jawab Malik lalu membuka satu persatu tumpukan berkas yang sudah ada di meja kerja Rey.


Rey memilih membiarkan Malik mempersiapkan segala kebutuhan mereka sebelum berangkat ke kota Surabaya sedangkan dirinya mempersiapkan kebutuhan istrinya. Ya, tanpa Flower sadari, jika alasan Malik mau mengajak dirinya untuk ikut dalam perjalanan bisnis ke luar kota nanti adalah karena Yura juga ikut bersama dengan Rey. Selain itu Malik juga ingin memanfaatkan tenaga Flower untuk mendokumentasikan perjalanan bisnis mereka nanti.


Rey memang sudah sejak lama merencanakan ingin membawa istrinya itu jalan-jalan setelah melihat selama ini ia dan Yura terlalu sibuk bekerja hingga jarang memiliki waktu bersama di luar rumah. Namun niat Rey yang ingin mengajak Yura ikut ke luar kota hanya diketahui oleh Rey dan Malik. Bahkan Alfin yang nantinya akan ikut serta pergi ke Surabaya tidak tahu jika Yura akan ikut bersama dengan mereka.


Setelah hari itu sibuk bekerja di perusahaannya, Rey akhirnya pulang ke rumahnya dengan membawa beberapa makanan yang dipesan oleh Yura. "Semakin hari dia semakin berselera untuk makan dengan banyak." Gumam Rey menatap beberapa makanan yang kini tengah ia jinjing masuk ke dalam rumah.


"Kak Rey..." Yura yang sedang duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Rey tersenyum lebar menatap jinjingan yang Rey bawa. Ia pun bangkit dari duduknya lalu melangkah mendekati Rey.

__ADS_1


"Sayang hentikan!" Rey bergedik ngeri melihat istrinya yang tengah berjalan tergesa-gesa ke arahnya sambil memegang sebelah pinggangnya.


Yura terus melangkah mendekati Rey tanpa perduli perkataan suaminya. "Kakak membawa semua pesananku?" Tanya Yura setelah berada di hadapan Rey.


Bukannya menjawab pertanyaan Yura, Rey justru mengajak Yura untuk kembali duduk di atas sofa. Yura akhirnya menurut saja dan kembali berjalan ke arah sofa.


"Lain kali tidak perlu menyusulku. Kau cukup duduk diam di sini saja." Titah Rey merasa gemas dengan sikap istrinya saat ini.


"Emh, ya." Jawab Yura sambil mengusap perutnya yang terlihat sudah sangat membuncit.


Yura akhirnya mengangguk saja dan meminta Rey membuka makanan yang Rey bawa.


"Tunggulah sebentar. Aku akan mencuci tangan lebih dulu dan mengambil piring sebelum membukanya." Ucap Rey.


"Baiklah, Kak." Ucap Yura menurut dan menunggu Rey kembali ke ruang tamu.

__ADS_1


Tak berselang lama Rey pun telah kembali sambil membawa piring di tangannya. Rey pun segera membukan makanan yang ia bawa dan menyuapkannya ke mulut Yura. Saat tengah sibuk mengunyak makanan yang masuk ke dalam mulutnya, Yura dikejutkan dengan ucapan Rey yang mengatakan jika ia akan dibawa Rey untuk pergi ke kota Surabaya dalam waktu satu minggu lagi.


"Apa? Kakak ingin membawaku?" Antara rasa terkejut sekaligus senang Yura rasakan saat ini.


"Ya. Selain membawamu untuk perjalan bisnis, aku juga membawamu untuk melakukan babymoon." Jawab Rey datar namun berhasil membuat Yura kegirangan mendengarnya.


"Hua... Kak Rey..." ucap Yura dengan nada manja lalu memeluk tubuh Rey sangking senangnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2