
"Pekerjaan apa itu?" Tanya Yura merasa penasaran.
Rey tak langsung menjawabnya. Pria itu terlihat berpikir beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan dari Yura. "Aku dan Papa akan melihat secara langsung produk keluaran terbaru dari perusahaan yang berada di sana." Jawab Rey.
"Apa hanya itu saja?" Tanya Yura merasa aneh dengan jawaban yang Rey berikan.
"Masih banyak hal lain yang harus kami kerjakan di sana." Jawab Rey sekenanya.
Yura mengangguk saja. Ia tidak ingin terlalu banyak bertanya yang akan membuat suaminya itu kesal karenanya.
"Kau tunggulah sebentar, aku akan mandi dulu." Ucap Rey.
"Baiklah." Jawab Yura dengan tersenyum tipis.
Rey tak membalas senyuman istrinya itu. Sejenak matanya menatap intens wajah cantik istrinya sebelum akhirnya beranjak menuju kamar mandi.
Yura tak melepas pandangannya dari Rey. Walau baru beberapa bulan menikah dengan Rey namun Yura dapat merasakan ada hal yang tengah disembunyikan suaminya itu.
"Pekerjaan apa sebenarnya yang Kak Rey maksud? Aku rasa ada pekerjaan lain yang akan Kak Rey dan Papa kerjakan di sana." Gumam Yura.
*
Di hotel yang berbeda tepatnya di hotel kemarin tempat Yura menginap sebelum pindah hotel bersama Rey, Galang terlihat bingung saat melihat seorang petugas hotel tengah membersihkan kamar yang Yura tempati dan kamar itu terlihat kosong.
__ADS_1
"Dimana Nona Yura yang menginap di dalam kamar itu?" Tanya Galang pada petugas hotel sambil menunjuk kamar penginapan Yura.
"Maaf Tuan, Nona Yura sudah tidak menginap di kamar itu lagi." Jawab petugas.
Galang terdiam dan dibuat berpikir mendengar jawaban petugas hotel.
"Kalau begitu saya pergi dulu, Tuan." Ucapnya pada Galang yang hanya diam saja.
Galang menganggukkan kepalanya lalu mengucapkan terima kasih pada petugas atas informasi yang ia berikan.
"Dimana mereka? Kenapa Yura tiba-tiba tidak menginap di hotel ini lagi?" Gumam Galang.
Tap
Tap
Tap
"Jeni." Ucap Galang yang berhasil membuat Jeni menghentikan kegiatannya.
"Tuan Galang?" Ucap Jeni.
"Dimana Yura? Kenapa dia tidak menginap di kamar itu lagi?" Tanya Galang.
__ADS_1
Jeni mengarahkan pandangan pada kamar penginapan Yura. "Apa Nona Yura belum mengirimkan pesan pada Tuan jika Nona dan suami pindah ke hotel yang berada di dekat pantai?" Tanya Jeni.
Galang menggelengkan kepalanya sebagai jawaban namun sesaat kemudian ia segera merogoh ponsel dalam saku celananya saat mengingat ia belim mengaktifkan data dan wifi ponselnya sejak malam.
Tring
Tring
Tring
Bunyi suara notifikasi terdengar beruntun masuk ke ponsel Galang. Galang mengabaikan banyaknya pesan masuk ke dalam ponselnya dan memusatkan pandangan untuk mencari pesan masuk dari Yura. Setelah mendapatkannya Galang pun segera membukanya.
Hembusan nafas Galang terdengar kasar setelah membaca pesan dari Yura. Jeni yang dapat melihat perubahan ekspresi Galang setelah membaca pesan dari Yura pun memilih diam dan menunggu Galang kembali bersuara.
"Sudahlah, lebih baik kita segera sarapan dan berangkat menuju proyek." Ajak Galang.
"Baik, Tuan." Jawab Jeni patuh. Jeni mempersilahkan Galang berjalan lebih dulu lalu mengikutinya dari belakang.
Galang terus berjalan menuju lift dengan wajah datar dan dinginnya. Hatinya saat ini merasa sangat panas karena lagi-lagi Rey mengacaukan rencana pendekatannya dengan Yura.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.