
"Malik?" Gumam Rey membaca nama pengirim pesan. Rey membaca pesan yang Malik kirimkan kepadanya dan menghembuskan nafas kasar di udara. Ia meletakkan kembali ponselnya di atas meja lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Pandangannya kini tertuju pada langit-langit kamar sambil memikirkan kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu. Tidak ada sedikit pun ekspresi yang nampak dari wajah Rey saat mengingat pernikahan dadakannya dengan Yura. Wajah pria itu tetap saja datar dan sulit untuk dibaca.
Sementara di dalam kamar Yura, wanita itu kini terlihat menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Entah apa yang akan terjadi di hidupnya ke depannya setelah tadi ia resmi menjadi istri Rey. Ia sungguh tidak menyangka perjalanan pekerjaannya dan Rey akan menjadi awal hubungan baru di hidup mereka. Hubungan yang tidak pernah ia bayangkan lagi setelah memutuskan melupakan Rey di hidupnya.
"Tuhan... kenapa di saat aku berusaha keras untuk melupakannya dan sudah menghilangkan bayang-bayangnya dari benakku, engkau justru mendekatkannya ke dalam hidupku?" Gumam Yura.
Tiga hari kemudian, Yura dan Rey pun berpamitan pada perangkat desa untuk kembali ke kota karena pekerjaan mereka telah selesai dan akan kembali lagi ke desa dengan waktu yang tidak bisa ditentukan.
Mobil Rey pun melaju meninggalkan desa A dengan diiringi lambaian tangan warga dan perangkat desa. Selama dalam perjalanan kembali ke kota, Yura nampak diam sambil berpikir atas apa yang terjadi tiga hari belakangan ini.
Terlalu banyak hal yang membuatnya merasa aneh dengan sikap warga desa yang semakin ramah padanya padahal mereka sudah mengetahui apa yang terjadi padanya dan Rey beberapa waktu lalu. Warga desa bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Hal yang tidak pernah Yura duga sebelumnya mengingat kesalahan mereka cukup fatal jika dibenarkan oleh warga desa.
Berbeda dengan Yura yang terus memikirkan tentang warga desa, Rey justru nampak tenang tanpa beban pikiran di hidupnya. Wajah pria itu masih saja datar dan dingin tanpa perubahan sedikit pun setelah berubah status menjadi suami Yura.
Belakangan ini Yura berpikir kenapa Rey tidak mempermasalahkan pernikahan mereka mengingat selama ini Rey selalu menunjukkan rasa tidak suka kepadanya. Seharusnya pria itu menunjukkan rasa tidak terima padanya bahkan mungkin berniat menceraikannya.
__ADS_1
Yura memilih tidak bertanya kepada Rey kenapa Rey seolah-olah tidak mempermasalahkan status mereka saat ini karena ingin menjaga hatinya agar tidak terluka setelah mendapat jawaban dari Rey yang bisa saja menyakitinya.
"Setelah sampai di kota nanti aku akan membawamu bertemu dengan keluargamu dan kelurgaku." Ucap Rey memecahkan keheningan di antara mereka.
"Maksud Kakak?" Yura merasa tidak paham dengan ucapan Rey.
"Aku sudah mengirimkan pesan pada Aidan untuk mengumpulkan keluarga kita setelah kita sampai di kota nanti." Jawab Rey tanpa menatap Yura.
"Apa? Jangan bilang kalau Kakak ingin—" ucapan Yura terputus karena Rey memotongnya.
Yura menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak. Aku tidak setuju! Ayah dan Bunda pasti akan sangat terkejut mendengar berita ini." Ucap Yura.
"Aku tidak meminta pendapat darimu. Setuju atau pun tidak, aku tetap akan menemui kedua keluarga kita hari ini." Ucap Rey tanpa bantahan.
Yura dibuat terdiam dengan jemari yang saling bertaut. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana terkejutnya keluarganya nanti seteleah mengetahui statusnya saat ini. Terlebih penikahan mereka di dasari keterpaksaan karena insiden yang tak terduga sebelumnya.
__ADS_1
Yura pun melewati sisa perjalan menuju kota dengan terus berpikir apa yang harus ia katakan pada keluarganya setelah Rey memberitahu status mereka saat ini. Mengingat kedua orang tuanya dan orang tua Rey, membuat Yura teringat dengan sosok wanita yang akan dijodohkan dengan Rey.
"Bagaimana dengan Flower jika dia tahu Kak Rey sudah menikah denganku?" Gumam Yura pelan. Yura menggelengkan kepalanya saat bayangan Flower melabraknya tiba-tiba melintas di benaknya.
"Dia pasti tidak akan terima jika Kak Rey tiba-tiba menjadi suamiku." Gumam Yura kemudian mengingat Flower yang sangat terlihat menaruh perasaan pada Rey dan terlebih kedua orang tuanya sudah menjodohkannya dan Rey sejak ia masih di dalam kandungan.
Selain Flower, Yura pun turut memikirkan reaksi sahabat baiknya yang tak lain adalah Rachel jika mengetahui jika ia sudah berubah status menjadi istri dari Kakaknya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1