Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Semakin memburuk


__ADS_3

Keesokan harinya.


Gerry dan Rey nampak telah tiba di salah satu rumah yang terletak cukup jauh dari kota. Rumah dengan bangunan dua lantai itu terletak di dekat pegunungan tanpa ada bangunan lain di sekitarnya. Jika dilihat dari luar, rumah itu terlihat seperti tidak berpenghuni. Namun siapa sangka jika di dalam rumah itu terdapat lima orang penghuni dan salah satunya adalah Ketty.


Rey menatap kesekeliling luar rumah yang nampak bersih dan nyaman dipandang. Dapat Rey tebak jika selama ini orang-orang suruhan Gerry melakukan kewajibannya dengan baik untuk menjaga rumah dan merawatnya.


"Ayo kita masuk Rey." Ajak Gerry pada Rey setelah beberapa saat membiarkan putranya menatap ke sekeliling rumah.


Rey mengangguk mengiyakannya lalu masuk ke dalam rumah mengikuti Gerry.


"Selamat datang Tuan." Sapa seorang wanita paruh baya yang bertugas sebagai pelayan menyambut kedatangan mereka. Seorang pengawal yang baru keluar dari dalam kamar mandi nampak berjalan dengan tergesa-gesa ke arah Gerry dan Rey saat melihat kehadiran mereka di dalam rumah.


"Selamat datang, Tuan Rey, Tuan Gerry." Sapanya sambil membungkuk.


Gerry dan Rey mengangguk dan melanjutkan langkah masuk ke dalam ruangan tengah. "Apa kalian melakukan tugas kalian dengan baik?" Tanya Gerry sambil terus melangkah.


Pengawal dan pelayan yang tengah mengikuti Gerry mengangguk sebagai jawaban. "Kami sudah melakukan tugas sesuai dengan apa yang Tuan perintahkan." Jawab mereka hampir bersamaan.


Gerry mengangguk lalu mengajak putranya duduk di atas sofa panjang yang tersedia di ruangan tengah.

__ADS_1


Pengawal dan pelayan memilih tetap berdiri di hadapan Gerry dan Rey.


"Panggilkan kedua perawat itu kemari." Titah Gerry.


"Siap, Tuan." Jawab pengawal cepat lalu segera melangkah meninggalkan ruang tengah menuju tangga naik ke lantai dua.


Rey masih memilih diam duduk di posisinya sambil mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan. Sesekali pandangannya terhenti saat melihat sesuatu yang terpajang di dalam ruangan yang menarik perhatiannya.


Tak berselang lama dua orang wanita yang memakai seragam perawat nampak turun dari tangga dan berjalan menghampiri Gerry.


"Duduk." Titah Gerry.


"Bagaimana keadaannya saat ini?" Tanya Gerry tanpa basa-basi.


"Kondisi Nona Ketty semakin hari semakin memburuk, Tuan. Nona Ketty juga sulit untuk makan sehingga membuat daya tahan tubuhnya semakin menurun." Jawab salah satu perawat.


"Apa kalian tidak bisa membujuknya untuk tetap makan?" Gerry menekan setiap kata-katanya.


Dua orang perawat pun menunduk lalu menggeleng secara bersamaan.

__ADS_1


"Nona Ketty selalu memuntahkan makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya." Jawabnya.


Gerry menghela nafas panjang. Kondisi Ketty yang semakin menurun inilah yang membuatnya memutuskan untuk menghampiri wanita itu ke negara ini.


"Kalian tunggulah di sini." Ucap Gerry pada perawat lalu mengajak Rey untuk ikut dengannya menuju lantai dua untuk melihat keadaan Ketty. Ia tidak ingin Rey memiliki prasangka lain jika ia hanya sendiri melihat keadaan mantan kekasihnya itu.


Rey menurut lalu mengikuti Gerry menuju lantai dua dimana kamar Ketty berada. Sebelum masuk ke dalam kamar, Gerry menghela nafas sejenak.


"Ayo masuk." Ajak Gerry pada Rey yang diangguki Rey sebagai jawaban.


Ceklek


Suara pintu kamar yang terdengar terbuka dari luar tak membuat wanita yang terbaring tak berdaya itu menatap ke sumber suara.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2