
"Yura, kau sudah datang!" Pekik Rachel lalu berlari ke arah Yura. Ia pun mendekap erat tubuh Yura sambil memberikan ciuman di kedua pipi Yura
"Jangan terlalu bersemangat. Kau membuat pipiku basah." Ucap Yura yang membuat bibir Rachel mengerucut seketika.
"Itu karena aku sangat senang melihat kedatanganmu." Cetus Rachel.
Yura tertawa kecil. Ia pun membuka pintu belakang mobilnya dan mengambil tasnya di sana.
"Ayo kita masuk." Ajak Rachel setelah Yura mengambil tasnya.
Yura menganggukkan kepalanya lalu berjalan masuk ke dalam rumah mengikuti Rachel.
"Yura, kau sudah sampai sayang?" Suara lembut Kyara menghentikan langkah Yura dan Rachel.
Kyara nampak berjalan cepat ke arah Yura sambil tersenyum.
"Yura baru saja sampai, Tante." Ucap Yura lalu menyalimi Kyara.
Kyara memeluk tubuh Yura barang sejenak. "Tante senang karena kau akan menginap di sini malam ini." Ucap Kyara.
Yura tersenyum mendengar ucapan Kyara yang terdengar tulus di telinganya
"Bukan hanya Mama yang senang, Kak Rey pasti juga sangat senang melihat Yura menginap di sini." Ucap Rachel lalu tertawa kecil.
Mama Kyara pun tersenyum mendengar ucapan putrinya. Sedangkan Yura kini tengah menahan rasa kesalnya pada Rachel karena telah sembarangan berbicara.
"Jangan terlalu serius begitu, aku hanya bercanda." Rachel mengelus lengan Yura saat merasa Yura tengah menatapnya dengan berang.
"Aku tidak serius. Aku tahu kau hanya bercanda." Timpal Yura.
__ADS_1
Mama Kyara menggelengkan kepalanya melihat sikap Rachel dan Yura yang kini terlihat lucu di matanya. "Ayo duduk dulu. Tante ingin membuatkan minuman dulu untukmu." Ajak Kyara pada Yura.
"Baik, Tante." Jawab Yura.
Mama Kyara pun berjalan lebih dulu diikuti Rachel dan Yura. Saat tengah berjalan Rachel menyikut pelan lengan Yura karena merasa Yura masih kesal padanya.
"Kau dengar bukan jika aku hanya bercanda." Bisiknya di telinga Yura.
"Aku tahu itu." Jawab Yura sambil terus berjalan. Ia pun mendaratkan bokongnya di sofa dan meletakkan tas tentengannya di sebelahnya.
"Baiklah, aku tahu kau tidak akan marah kepadaku." Ucap Rachel. Pandangannya pun beralih pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Kenapa Papa dan Kakak belum pulang? Harusnya mereka sudah sampai di rumah jam segini." Ucap Rachel.
Yura mengangkat kedua bahunya. "Kenapa kau tidak menelefon kakak atau papamu saja untuk menanyakan keberadaan mereka?" Saran Yura.
"Nanti saja jika Mama sudah meminta." Jawab Rachel.
Yura mengangguk saja dan tak lagi bersuara. Tak lama Mama Kyara pun datang membawakan nampan berisi minuman di tangannya. "Ayo diminum dulu." Ucap Mama Kyara setelah meletakkan minuman di dean Yura.
Mama Kyara pun ikut tersenyum. "Tante pamit ke belakang dulu mau menyelesaikan memasak makanan untuk makan malam. Yura bersama Rachel dulu, ya, di sini." Ucap Mama Kyara.
"Baik, Tante." Jawab Yura.
Mama Kyara pun beranjak kembali ke arah dapur meninggalkan Yura dan Rachel.
"Ayo diminum dulu, Yura. Setelah ini aku akan mengajakmu ke kamar." Ucap Rachel.
Yura mengangguk lalu menyeruput mimunan yang diberikan Mama Kyara. Setelah menghabiskan minumannya dan berbincang singkat dengan Rachel, mereka pun naik ke lantai dua menuju kamar Rachel yang berada di sana.
"Kau tidak ingin berhenti dulu, Yura?" Tanya Rachel dengan nada sedikit menggoda pada Yura.
__ADS_1
Yura menggelengkan kepalanya lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar Rachel.
Rachel tertawa pelan melihat sikap cuek Yura saat ini. "Dulu saja, jika melewati kamar Kak Rey dia akan berhenti sambil tersenyum menatap pintu kamar Kak Rey seolah sedang melihat Kak Rey. Tapi sekarang? Ah, sudahlah." Rachel menggeleng lalu kembali melangkah menuju kamarnya.
"Uh, aku lelah sekali." Ucap Yura setelah menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang Rachel.
Rachel pun turut menjatuhkan tubuhnya di samping Yura. "Istirahatlah. Aku tahu kau pasti lelah setelah seharian bekerja. Kita bisa turun saat jam makan malam nanti." Ucap Rachel.
"Apa tak masalah? Aku sungguh tidak enak dengan Tante Kya." Jawab Yura.
"Kau seperti tidak mengenali Mamaku saja. Mamaku tidak pernah mempermasalahkan apa pun tentang dirimu. Termasuk sikapmu dulu yang sering mencari perhatian padanya." Cibir Rachel.
Yura memilih memejamkan kedua kelopak matanya dari pada mendengarkan Rachel yang kembali mengungkit tentang masa lalunya.
Maafkan aku, Yura. Tapi aku tidak akan membiarkanmu melupakannya begitu saja. Ucap Rachel dalam hati.
Sementara di lantai bawah Rey dan Papa Gerry nampak masuk ke dalam rumah dengan disambut oleh Kyara.
"Dimana Rachel? Kenapa dia tidak terlihat tanya Gerry.
"Rachel sepertinya berada di kamarnya bersama Yura." Jawab Kyara.
"Yura? Apa Yura jadi menginap di sini?" Tanya Gerry yang membuat Rey menatap Kyara dengan penuh tanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.