
"Yura?" Flower yang baru saja turun dari atas panggung dibuat tersenyum melihat kedatangan Yura. Bukan karena senang dengan kedatangan Yura, lebih tepatnya Flower merasa senang karena jika Yura sudah hadir berarti Rey juga akan hadir di pesta ulang tahunnya.
Flower pun berdiri diam di tempatnya menunggu Yura berjalan ke arahnya. Pandangan Flower pun terlepas dari Yura dan tertuju pada pintu samping rumahnya. "Dimana Kak Rey?" Gumam Flower karena tak kunjung melihat kedatangan Rey.
"Flower..." Yura tersenyum manis setelah berada tepat di depan Flower.
Flower tak langsung membalas sapaan Yura karena kini pandangannya masih terfokus pada pintu samping rumahnya.
"Flower?" Rachel menatap malas pada Flower yang tidak memperhatikan mereka justru menatap ke arah lain.
"Agh, ya." Flower menatap Yura dan Rachel dengan senyuman kaku di wajahnya.
"Selamat ulang tahun Flower. Maaf jika aku datang terlambat." Ucap Yura lalu memberikan sebuah kado kecil yang berada di tangannya pada Flower.
"Terima kasih, Yura." Jawab Flower sambil mengambil kado yang diberikan Yura.
"Sama-sama." Jawab Yura tersenyum.
Flower kembali mengalihkan pandangan ke arah pintu untuk memastikan sesuatu lalu kembali menatap pada Yura. "Oh ya, Yura. Dimana Kak Rey?" Tanya Flower yang tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi.
__ADS_1
"Kak Rey?" Yura menatap intens pada wajah Flower lalu menatap pada Rachel yang sudah berwajah masam saat ini.
"Ya. Kak Rey? Dimana Kak Rey? Kenapa aku tidak kunjung melihat kehadirannya?" Tany Flower tanpa rasa malu.
Yura tak langsung menjawab pertanyaan Flower dan mencoba mencerna maksud pertanyaan Flower saat ini. "Kak Rey tidak datang." Jawab Yura kemudian.
"Tidak datang?" Flower dibuat terkejut mendengarnya. Sangking terkejutnya ia berucap sedikit keras dengan kedua mata membola sempurna.
"Ya. Kak Rey tidak datang." Ucap Yura lagi.
"Kenapa Kak Rey tidak datang?" Tanya Flower dengan kedua mata yang masih membola.
"Apa? Kau pasti bercanda bukan?" Tanya Flower yang hampir lepas kendali.
"Flower!" Rachel menatap Flower dengan tajam karena tidak suka Flower menatap dan berkata seperti itu pada Yura.
"Apa kau tidak percaya padaku? Kak Rey saat ini memang sedang bekerja dan aku tidak sedang bercanda." Jawab Yura berusaha untuk tetap tenang.
Kedua tangan Flower seketika terkepal mendengarkan jawaban dari Yura. Ia tidak menyangka jika Rey tidak datang ke acara ulang tahunnya dan lebih mementingkan urusan pekerjaannya saat ini.
__ADS_1
"Kak Rey hanya mengirimkan salam padamu karena ia tidak bisa hadir malam ini." Ucap Yura kemudian.
Flower tak menggubris ucapan Yura justru memilih menatap ke arah lain.
"Yura, ayo kita pergi." Rachel menggenggam tangan Yura mengajaknya untuk pergi.
"Flower, kalau begitu aku menghampiri Om William dan Tante Rania dulu." Pamit Yura sambil menahan tangan Rachel yang hendak membawanya pergi.
Flower hanya berdehem menjawab ucapan Yura. Rachel yang merasa kesal dengan sikap Flower langsung menarik tangan Yura dengan kuat agar mengikutinya.
"Sopan sekali dia!" Gerutu Rachel sambil berjalan menuntun Yura.
Yura hanya diam sambil memikirkan sikap Flower tadi padanya. Kini ia sudah paham kemana arah dan tujuan Rachel tadi berbicara panjang lebar kepadanya karena sikap Flower saat ini sudah dapat dikatakan sebagai seorang wanita yang berusaha mengambil Rey dari sisinya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.