Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Extra part (Tidak pergi bersama)


__ADS_3

Rey hanya menjawab pertanyaan Yura dengan anggukan kepalanya.


"Kenapa Kakak meminta mereka pergi berdua saja? Kakak kan tahu mereka sering berdebat jika sedang bersama." Ucap Yura tak setuju dengan keputusan Rey.


"Sudahlah, Sayang, jangan banyak berpikir." Ucap Rey sambil mengusap rambut Yura.


Yura mengangguk saja mengiyakan perkataan Rey. Rey pun kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Malik hingga akhirnya berpamitan karena pesawat mereka sudah akan berangkat.


"Kak Rey, jika Malik dan Flower ikut bersama kita naik pesawat perusahaan pasti mereka akan sampai lebih cepat di Surabaya." Ucap Yura setelah mereka berada di dalam pesawat yang akan membawa mereka ke Surabaya.


"Sayang, kau dilarang keras memikirkan orang lain. Ingatlah kau hanya boleh memikirkan dirimu sendiri saat ini." Tegur Rey.


Yura memilih diam dan mengiyakan perkataan suaminya dengan anggukan kepalanya.


"Sekarang lebih baik kau tidur saja karena perjalanan masih jauh." Ucap Rey lalu membawa kepala Yura ke dada bidangnya.

__ADS_1


"Baiklah..." jawab Yura karena matanya kini sudah mulai mengantuk kembali.


Di saat Rey dan Yura sudah mengudara menuju kota Surabaya, Flower yang tidak mengetahui keberangkatan mereka justru tak melunturkan senyumannya karena berpikir akan pergi bersama dengan Rey ke Surabaya.


"Agh, rasanya aku sudah tidak sabar bertemu Kak Rey di bandara." Ucap Flower sambil mengunyah sarapan yang tadi dibuatkan Mommynya. Saat ini Flower sudah berada di dalam mobil yang akan membawanya menuju bandara.


Tiga puluh lima menit berlalu, akhirnya mobil pun telah tiba di bandara. Sopir segera mengeluarkan koper dari dalam mobil dan menyerahkannya pada Flower.


"Terima kasih." Ucap Flower pada sopir lalu melangkah masuk ke dalam bandara.


Saat sudah berada di ruang tunggu, Flower dibuat bingung karena tidak melihat keberadaan Rey dimana saja selain Malik yang tengah duduk memainkan ponselnya di kursi tunggu.


"Tuan Rey sudah berangkat ke Surabaya satu jam yang lalu." Jawab Malik datar tanpa menatap pada Flower.


"Apa?!" Kedua bola mata Flower nyaris keluar dari wadahnya karena merasa terkejut pria yang dicarinya ternyata telah berangkat lebih dulu tanpa menunggu dirinya.

__ADS_1


"Kenapa Kak Rey berangkat lebih dulu dan meninggalkan kita?" Tanya Flower namun Malik tak menggubrisnya karena ia tiba-tiba saja mendapatkan panggilan telefon dari seseorang.


Akhirnya Flower pun berangkat menuju Surabaya dengan perasaan kesal karena telah ditinggal pergi oleh Rey lebih dulu.


"Kenapa Kak Rey tidak menunggu kita untuk berangkat bersama?" Tanya Flower saat berada di dalam pesawat menuju Surabaya. Saat ini ia dan Malik tengah duduk bersampingan di dalam pesawat. Entah kesialan apa yang ia rasakan saat ini karena harus duduk dengan jarak dekat dengan rivalnya itu.


"Jika anda merasa penasaran tanyakan saja langsung pada Tuan Rey." Jawab Malik. Ini sudah ketiga kalinya Flower menanyakan hal yang sama padanya.


"Ck!" Lidah Flower berdecak mendengarkan jawaban Malik yang terdengar sangat menyebalkan di telinganya.


"Jika bisa aku sudah menanyakannya sejak tadi!" Ketusnya kemudian.


Malik memilih diam dan memejamkan kedua kelopak matanya. Lebih baik ia memilih untuk tidur dari pada harus mendengar suara cempreng Flower.


Flower yang ditinggal tidur begitu saja tentu bertambah kesal. Kini pemikirannya mulai menebak-nebak kenapa Rey pergi lebih dulu tanpa mereka. Padahal biasanya Rey selalu pergi bersama dengan Malik jika tidak ada dirinya.

__ADS_1


****


Silahkan mampir ke lanjutan cerita Flower dan Malik yang berjudul One Night Love Tragedy, ya. Caranya tinggal klik profil shy dan cari cover novel One Night Love Tragedy. Terima kasih🤗


__ADS_2