
"Hai Kak Rey, hai Yura." Sapa Flower saat sudah berada di depan Yura dan Rey.
"Hai, Flower." Jawab Yura dengan tersenyum kaku. Sedangkan Rey hanya mengangguk membalas sapaan Flower.
Pandangan Flower jatuh pada tangan Rey yang masih setia melingkar di pinggang Yura. Melihat tatapan Flower ke arah pinggangnya membuat Yura berusaha melepaskan tangan Rey dari pinggangnya. Namun bukannya melepas, Rey justru semakin mengeratkan pelukan tangannya di pinggang Yura.
Flower menatap perlakuan Rey pada Yura dengan wajah tegangnya. Saat ini untuk pertama kalinya Flower melihat Rey memperlakukan wanita dengan begitu mesra dan wanita itu adalah Yura yang notabenenya wanita yang sangat dihindari Rey sejak kecil.
"Oh ya, Yura, apa kau tadi pergi ke sini bersama Kak Rey?" Tanya Flower mencoba menahan rasa panas di hatinya saat ini.
"Emh, ya." Jawab Yura. Wajahnya nampak tidak enak menatap pada Flower.
"Berdua? Kenapa kau pergi berdua dengan Kak Rey?" Tanya Flower yang sejak tadi merasa penasaran atas apa yang terjadi.
"Flower..." Mommy Rania nampak sudah berdiri di belakang Flower. Ia memegang tangan Flower yang sudah terkepal. "Ayo kembali bersama Daddy di sana. Teman-teman Daddy ingin berkenalan denganmu." Ajak Rania.
Flower menggelengkan kepalanya. "Tunggu dulu, Mommy. Flo belum mendapatkan jawaban dari Yura." Jawab Flower. Ia lalu menatap pada Yura yang kini sedang menatap padanya.
__ADS_1
"Yura, kau belum menjawab pertanyaanku." Ucap Flower pada Yura. "Kenapa kau bisa pergi bersama Kak Rey? Apa kau meminta tumpangan pada Kak Rey?" Walau bertanya dengan lembut, namun Yura mengetahui ada maksud menyindir di balik pertanyaan Flower.
"Itu karena..." Yura nampak ragu menjawab pertanyaan Flower.
"Itu karena Yura adalah istriku. Sudah sepantasnya bukans seorang istri pergi bersama suaminya." Jawab Rey mengambil alih jawaban Yura.
"Apa?!" Flower terbelalak. "Is-istri?" Tanyanya.
Rey pun mengangguk membenarkan.
Flower lalu tertawa. "Kak Rey jangan bercanda. Tidak mungkin Yura istri Kakak." Ucap Flower lalu menggelengkan kepalanya.
Flower memperhatikan cincin yang tersemat di jari manis Rey lalu memperhatikan cincin yang tersemat di jari manis Yura.
"Ka-kalian..." Flower dibuat tak dapat berkata-kata.
"Yura adalah istriku karena kami sudah menikah." Ucap Rey tanpa ragu.
__ADS_1
Flower kembali menggelengkan kepalanya. Ia menatap pada Mommynya seolah meminta jawaban. Namun tidak ada jawaban yang didapatkannya selain anggukan kepala dari Mommy Rania.
"Tidak, tidak, itu tidak mungkin! Kak Rey pasti sedang bercanda! Lagi pula kapan kalian menikah?" Tanya Flower menolak kenyataan yang ada.
Rey hanya diam tak menjawab pertanyan Flower. Terlebih saat ini beberapa orang mulai menatap pada mereka karena suara Flower yang cukup keras menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.
"Flower... ayo ikut Mommy. Jangan membuat keributan di sini." Mommy Rania mencoba membawa Flower pergi dari hadapan Rey dan Yura.
"Tidak. Flo masih ingin tetap di sini, Mommy!" Jawab Flower.
Mommy Rania menggeleng tanda penolakan atas permintaan Flower. Ayah Rangga dan Bunda Vara yang sejak tadi hanya diam pun memberi perintah lewat tatapan matanya pada Rey dan Yura agar tak lagi menjawab pertanyaan Flower karena akan menimbulkan keributan nantinya.
Tak lama Daddy William pun datang menghampiri mereka. "Flower, ayo ikut Daddy. Kita bisa membahas ini nanti." Ucap Daddy William dengan tegas.
****
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.