Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Maafkan aku, Yura


__ADS_3

Dengan tangan sedikit bergertar Rey membuka lebar kertas yang belum terbuka sempurna lalu membacanya. Kedua bola mata Rey nyaris saja keluar dari wadahnya saat membaca goresan tinta yang tertera di atas kertas hasil pemeriksaan kehamilan yang ternyata adalah milik istrinya.


"Apa..." lirih Rey dengan mata yang mulai berkaca-kaca saat telah selesai membaca hasil pemeriksaan istrinya. Goresan tinta yang terbaca jelas olehnya yang menyatakan jika istrinya saat ini sedang mengandung membuatnya merasa sangat terkejut bahkan nyaris tak percaya.


Apa ini? Istrinya tengah mengandung dan usia kandungannya kini sudah memasuki enam minggu? Dan... tulisan yang menyatakan jika saat ini Yura sedang mengandung bayi kembar tiga berhasil membuat tangan Rey bergertar hebat.


Pandangan Rey beralih pada dua buah tespek yang memperlihatkan hasil dua garis merah di sana yang menjadi pertanda jika istrinya benar-benar tengah mengandung. Jika istrinya saat ini tengah mengandung berarti sebentar lagi ia akan menjadi sosok ayah untuk ketiga anaknya.


"Maafkan aku Yura..." lirih Rey sambil mengusap wajahnya. Saat ini ia benar-benar dibuat menyesal karena telah sekian lama mengabaikan istrinya yang tengah mengandung bahkan untuk momen pertama kalinya ia tidak menemani istrinya memeriksakan kandungannya ke dokter kandungan.


Tidak ingin berlama-lama merutuki kebodohannya karena telah mengabaikan istri dan ketiga calon anak kembarnya, Rey segera kaluar dari dalam kamarnya setelah sebelumnya meletakkan tespek dan kertas hasil pemeriksaan di atas ranjang.

__ADS_1


"Kak Rey? Kakak ingin kemana?" Tanya Rachel saat berpapasan dengan Rey di depan kamarnya.


Rey tak menggubris pertanyaan Rachel dan hanya menatap sekilas pada Rachel lalu kembali melangkah ke arah tangga.


Rachel menatap kepergian Rey dengan wajah bingung. Dilihatnya ke arah pintu kamar Rey yang tidak tertutup. Tidak biasanya sekali kakaknya itu tidak menutup pintu kamarnya dengan benar seperti saat ini. Rachel pun membiarkan Rey pergi tanpa berniat menyusulnya dan lebih memilih melangkah ke kamar Rey untuk menutup pintu.


Saat ia hendak meraih handle pintu, pandangan Rachel seketika tertuju pada kertas yang tergeletak di atas ranjang dan benda yang ada di atas kertas. Rachel mengurungkan niatnya untuk menutup pintu dan lebih memilih melangkah ke arah ranjang untuk melihat kertas apakah yang ada di atas ranjang Rey dan apakah benda yang ada di atas.


"Dua garis merah?" Gumam Rachel dengan kedua mata membola. "Apakah Yura..." Rachel tak melanjutkan ucapannya dan lebih memilih mengambil surat yang masih berada di atas ranjang.


Dibacanya surat itu dengan seksama dengan mulut menganga saat mengetahui isi dalam surat.

__ADS_1


"Yu-yura..." Rachel tak dapat berkata-dan dan menempelkan kertas itu di dadanya. "Agh... Yura hamil!" Pekiknya kemudian. Tak ingin memendam rasa bahagianya seorang diri, Rachel segera keluar dari dalam kamar Rey dan tak lupa menutup pintu kamar lalu melangkah ke arah kamar nenek dan kakeknya berada.


Tiga puluh menit kemudian, Rey yang telah tiba di perusahaan Yura tanpa basa-basi langsung masuk ke dalam ruangan Yura tanpa perduli dengan ucapan Jeni yang mengatakan jika saat ini Yura sedang ada tamu di dalam ruangannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2