Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Menerima apa yang telah terjadi


__ADS_3

"Dengan siapa?" Tanya Gerry sambil menaikkan sebelah alis matanya.


"Dengan wanita yang ada di televisi." Jawab Rania dengan tersenyum kaku.


"Benarkah seperti wanita yang ada di televisi?" Tanya Gerry.


Rania pun mengangguk membenarkan pertanyaan Gerry.


"Ohh..." Gerry menganggukkan kepalanya walau ia tahu Rania tengah berbohong padanya.


"Oh ya, Rania, aku harap kau dan William dapat memberikan pengertian pada Flower tentang apa yang telah terjadi. Aku harap Flower dapat menerimanya dengan baik." Pinta Kyara.


"Aku akan mengusahakannya, Kya." Jawab Rania. Walau hatinya saat ini tidak yakin jika putrinya bisa terima begitu saja status Rey saat ini mengingat Flower yang sudah menaruh rasa pada Rey dan itu dapat terlihat jelas oleh matanya, namun Rania akan tetap mengusakannya.


Percapakan dua pasang pasangan dewasa itu pun berakhir setelah Gerry menutup percakapan di antara mereka. Mereka pun saling berpamitan untuk pulang ke kediaman masing-masing dengan menggumakan mobil pribadi masing-masing.


"Sayang, apa kau yakin jika Flo dapat menerima penjelasan dari kita tentang status Rey nantinya?" Tanya William saat mobil yang ia kendarai sudah melaju di jalan raya.

__ADS_1


"Aku cukup ragu untuk itu. Tapi aku akan mengusahakan agar Flower dapat menerimanya." Jawab Rania.


"Aku tidak ingin dengan batalnya rencana perjodohan antara Rey dan Flower membuat perteman Yura dan Flower rusak. Yura adalah anak yang baik, begitu pula dengan putri kita. Aku tidak ingin mereka menjadi wanita jahat hanya karena seorang pria." Ucap William.


"Aku juga tidak ingin. Kita berdoa saja agar Flower dapat menerima keadaan ini." Jawab Rania.


William menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Kapan kita akan memberitahukan hal ini pada Flo?" Tanya William.


"Secepatnya. Di waktu dan keadaan yang tepat." Jawab Rania.


William menganggukkan kepalanya. "Aku serahkan semuanya kepadamu." Ucap William yang diangguki Rania sebagai jawaban.


Walau aku merasa sedih karena keinginanku untuk menjadikan Rey sebagai menantuku batal, namun aku tetap merasa bersyukur karena wanita yang menjadi pasangan Rey adalah wanita baik-baik dan pasti tidak akan mengecewakan Rey. Ucap Rania dalam hati.


*


Sementara di mobil yang berbeda, Kyara nampak memasang wajah sedih mengingat keinginan sahabat baiknya itu akhirnya tidak terwujud. Bukannya tidak senang karena Yura menjadi menantu dadakannya, hanya saja Kyara merasa sedih tidak bisa mengabulkan permintaan sahabat baiknya itu sejak dulu.

__ADS_1


"Sudahlah, Sayang. Tidak perlu memikirkannya lagi. Kau dengar sendiri tadi bukan jika Rania tidak masalah dengan apa yang telah terjadi." Tutur Gerry yang dapat menangkap kesedihan di wajah cantik istrinya itu.


"Aku hanya sedih karena Rania harus kecewa dengan keinginannya sejak dulu tidak terwujud." Lirih Kyara.


"Untuk apa kau bersedih? Bukankah sejak dulu kau tidak pernah memberikan harapan apa pun pada Rania? Kau selalu berkata jika menyerahkan keputusan pada putra kita siapa yang akan menjadi istrinya. Dan kau akan mendukung keinginan Rania jika Rey setuju untuk dijodohkan." Ucap Gerry.


Kyara mengangkat kepalanya yang tertunduk lalu menatap pada Gerry.


"Apa selama ini kau melihat putra kita setuju dengan rencana perjodohan yang Rania rencanakan sejak Rey masih kecil?"


Kyara menggelengkan kepalanya. "Rey hanya diam sehingga aku tidak bisa menebak isi hatinya. Namun aku tahu dia tidak setuju untuk itu." Jawab Kyara.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2