Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Ini semua tidak mungkin


__ADS_3

Malam itu setelah mengantarkan Mama Kyara dan Rachel kembali ke rumahnya, Rey memilih langsung kembali ke rumahnya karena tidak ingin berlama-lama meninggalkan Yura. Rey bahkan tidak perduli dengan reaksi papanya saat melihat kedatangan mamanya dan Rachel karena menurutnya permasalahan di antara kedua orang tuanya sudah selesai dan tinggal memperbaiki apa yang telah terjadi.


Ceklek


Suara pintu yang terdengar terbuka tak membuat Yura yang sudah terlelap merasa terganggu. Wanita itu terlihat begitu lelap sambil mendekap erat selimut yang menutupi tubuhnya.


"Dia sudah tidur?" Gumam Rey setelah berada dekat dengan istrinya. Ditatapnya lama wajah wanita yang tengah mengandung buah hatinya saat ini. "Kenapa kau mudah sekali tidur akhir-akhir ini? Aku bahkan belum sempat mengajakmu berbicara tentang kondisi anak-anak kita hari ini. Apa ini adalah salah satu efek kehamilan yang membuatmu mudah tertidur?" Tebak Rey. Tidak ingin mengganggu tidur istrinya, Rey memilih melangkah ke arah kamar mandi untuk membuang hajatnya yang sejak tadi ia tahan.


*


"Apa?" Di kediaman keluarga William malam itu Flower terlihat begitu terkejut saat mendengar informasi dari Mommynya yang mengatakan jika Yura saat ini tengah mengandung bayi kembar tiga.


"Yura hamil?" Lanjutnya kemudian merasa tak percaya.

__ADS_1


Mom Rania pun mengangguk membenarkannya. "Kandungannya sudah memasuki enam minggu. Agh rasanya Mom sangat senang sekali karena sebentar lagi akan memiliki tiga orang cucu dari Rey." Ucap Mom Rania tanpa perduli perasaan anaknya saat ini. Bukan tanpa alasan Mom Rania melakukannya. Mom Rania hanya ingin putrinya segara sadar jika perasaannya saat ini pada Rey adalah salah dan ingin putrinya cepat melupakan Rey.


"Tidak... ini tidak mungkin." Flower menggeleng tak percaya. Bagaimana mungkin wanita yang ia anggap sebagai rivalnya saat ini sedang mengandung anak dari pria yang sangat dicintainya. Bahkan tidak tanggung-tanggung wanita itu tengah mengandung bayi kembar tiga.


Pemikiran Flower pun melayang menebak-nebak apa mungkin seorang Rey yang terkesan datar dan dingin itu mau melakukan hal seintim itu pada Yura hingga menghasilkan tiga orang anak mengingat selama ini Flower tidak pernah melihat Rey seperti mencintai Yura.


"Kenapa tidak mungkin? Mom sudah melihat sendiri perut Yura yang membuncit dan hasil USG milik Yura." Jawab Mom Rania.


"Mommy..." Flower memasang wajah kesal pada Mommynya yang terlihat tidak mimikirkan perasaannya saat ini.


"Flo tidak membentak Mommy, Dad." Bantah Flower.


"Sudahlah." Rania menahan William yang hendak kembali bersuara. "Mulai saat ini Mom tegaskan sekali lagi kepadamu agar melupakan Rey dan jangan berharap kembali padanya. Mom tidak ingi memiliki anak yang berniat merusak rumah tangga orang lain apa lagi orang itu sudah mau memiliki anak saat ini. Sesama seorang perempuan Mom harap kau bisa mengerti bagaimana posisi Yura saat ini." Tekan Mom Rania.

__ADS_1


"Tidak. Flow tidak akan mengerti." Jawab Flower lalu bangkit dari duduknya. Flower pun berjalan meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya tanpa berpamitan pada kedua orang tuanya.


Ia terus melangkah sambil menangis merasa sakit saat mengetahui pria yang sangat dicintainya sudah akan memiliki seorang anak dan itu bukan dari rahimnya.


"Kak Rey benar-benar jahat." Isak Flower setelah berada di dalam kamarnya.


***


Ayuk bantu carikan jodoh untuk Flower agar melupakan Rey😄


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2