
"Ternyata benar jika Kak Rey mengajakku untuk ikut dengannya menghadiri pesta ulang tahun rekan kerjanya." Ucap Yura pada Jeni.
"Berarti nanti malam Nona dan Tuan Galang akan kembali bertemu." Jawab Jeni.
"Sepertinya begitu. Tapi aku datang bersama Kak Rey." Balas Yura.
"Semoga saja saat di sana nanti keadaan baik-baik saja. Nona dan Tuan Galang tidak terlibat dalam masalah begitu pun dengan Tuan Galang." Harap Jeni.
"Semoga saja." Jawab Yura.
Setelah cukup berbincang dengan Jeni, Yura pun mengajak Jeni untuk kembali ke perusahaannya. Selama dalam perjalanan menuju perusahaan, Yura nampak diam memikirkan perkataan Rey pada Galang beberapa jam yang lalu.
"Kenapa Kak Rey mau mengakuiku sebagai istrinya pada Galang? Aku pikir Kak Rey tidak ingin memberitahukan siapa pun tentang siapa aku." Ucap Yura dalam hati.
Yura pun memikirkan bagaimana cara ucapan Rey pada Galang yang menunjukkan jika dirinya adalah milik Rey seutuhnya. "Dia seperti seorang suami yang benar-benar menyayangi istrinya. Namun apa itu mungkin? Mungkin saja Kak Rey hanya ingin memperingatkan padaku untuk sadar dengan statusku saat ini dan menjaga jarak dengan pria yang bukan suami dan keluargaku." Lanjut Yura masih dalam hati.
Mobil milik Jeni pun telah sampai di perusahaan. Yura nampak keluar lebih dulu diikuti Jeni setelahnya. "Tunggu dulu." Yura teringat dengan ucapan Rey yang mengatakan jika pria itu sering lembur beberapa hari belakangan ini sehingga mengajaknya tinggal di hotel untuk beberapa hari.
"Apa nanti malam Kak Rey tidak lembur sehingga mengajakku datang ke undangan pesta ulang tahun rekan kerjanya?" Tanya Yura dalam hati.
"Ada apa Nona?" Tanya Jeni karena Yura menghentikn langkahnya.
__ADS_1
"Emh, tidak apa-apa. Ayo jalan lagi." Ajak Yura yang diangguki Jeni sebagai jawaban.
*
Tepat pukul lima sore, mobil milik Rey sudah terparkir di depan perusahaan Yura. Ia segera menghubungi Yura untuk mengabari jika ia sudah menunggu Yura di mobil.
"Aku sudah menunggumu di bawah." Ucap Rey setelah panggilan terhubung.
"Baiklah, aku akan segera turun ke bawah." Jawab Yura lalu mematikan sambungan telefon dari Rey.
Rey memperhatikan layar ponselnya yang sudah mati lalu mengangkat wajahnya menatap ke arah pintu masuk perusahaan.
"Jeni, kau belum bersiap untuk pulang?" Tanya Yura melihat Jeni yang masih sibuk mengetikkan sesuatu di layar komputernya.
"Sebentar lagi saya akan pulang, Nona." Jawab Jeni.
"Baiklah, kalau begitu saya pamit pulang lebih dulu." Ucap Yura.
"Hati-hati di jalan, Nona." Jawab Jeni yang diangguki Yura sebagai jawaban.
Setelah keluar dari dalam perusahaan, Yura menatap pada mobil Rey yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berada. Yura buru-buru melangkah ke arah mobil Rey karena tidak ingin membuat suaminya yang dingin itu marah karena terlalu lama menunggunya.
__ADS_1
"Maaf sudah membuat Kakak menunggu." Ucap Yura setelah masuk ke dalam mobil.
Rey menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.
"Pakai sabuk pengamanmu." Titahnya saat ingin menjalankan mobil.
Yura mengangguk lalu segera memakainya. Setelah memastikan Yura selesai memasang sabuk pengamannya, Rey pun menjalankan mobilnya meninggalkan perusahaan Yura.
"Kita ingin kemana?" Tanya Yura saat mobil melaju bukan ke arah hotel mereka berada.
"Butik." Jawab Rey.
"Ke butik? Untuk apa?" Tanya Yura bingung.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1