Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Terpaksa melukaimu


__ADS_3

Sementara di tempat yang berbeda Rey terlihat menghembuskan nafasnya dengan kasar ke udara karena untuk kesekian kalinya telah berbicara kasar pada wanita yang telah lama dicintainya


"Ucapanmu terlalu kasar kepadanya. Apa kau tidak memiliki hati sedikit pun untuk berbicara baik padanya? Bagaimana pun juga dia adalah seorang wanita yang memiliki hati yang lembut dan perasaan." Ucap Alfin merasa tak habis pikir dengan sikap sahabatnya yang selalu tidak baik pada Yura.


Rey hanya diam tak menanggapi perkataan Alfin. Sudah kesekian kalinya Alfin menasehatinya untuk masalah yang sama namun Rey tetap pada pendiriannya selalu bersikap kasar pada Yura. Rey bahkan begitu mudah melontarkan kata yang pasti menyakiti hati Yura.


"Jika kau tidak bisa membalas perasaannya setidaknya jangan berkata buruk padanya. Dia adalah wanita. Mama dan adikmu juga seorang wanita. Apa kau akan diam saja jika salah satu dari wanita yang kau sayangi dibentak dan diperlakukan dengan buruk orang orang lain?" Alfin kembali memberi wejangan yang berharap dapat membuat Rey sadar jika perbuatannya adalah salah.


Rey yang sudah tidak ingin mendengarkan perkataan Alfin memilih meninggalkan Alfin begitu saja.


"Dia memang benar-benar keras kepala." Gerutu Alfin pada sahabatnya.

__ADS_1


Rey terus berjalan melewati koridor kelas tanpa memperdulikan sapaan dari wanita-wanita yang tengah dilewatinya. Tujuannya kini hanya satu yaitu menuju ruangan ketua osis berada dan berdiam diri di sana.


Ceklek


Setelah membuka pintu ruangan osis Rey langsung menguncinya agar tak ada satu pun orang yang bisa masuk ke dalamnya.


"Maafkan aku." Lirihnya untuk wanita yang telah ia lukai hati dan perasaannya. Rey menyandarkan punggungnya dengan kasar di atas sofa lalu menarik kasar rambutnya ke belakang. Hembusan nafasnya terdengar kasar saat bayangan sikap buruknya kembali terngiang di benaknya.


Ingatan Rey kembali tertuju pada beberapa tahun yang lalu di saat ia tidak sengaja mendengar pembicaraan Kyara dan Rania yang membicarakan tentang rencana perjodohannya dan Flower. Rey dapat mendengar dan melihat dengan jelas bagaimana Rania yang begitu bersemangat untuk menjodohkan mereka dan Kyara yang terlihat sangat setuju dengan rencana perjodohan itu.


Di sana Rey dapat melihat jika wanita yang telah melahirkannya itu bahagia hahya karena bayangan masa depannya bersama Rachel. Setelah hari itu Rey tidak dapat membayangkan bagaimana kecewanya Mamanya di saat tahu ia lebih memilih jodoh pilihannya sendiri dengan tidak menikahi Flower.

__ADS_1


Rey tidak akan sanggup melukai hati wanita pertama yang sangat dicintainya itu. Selama ini Rey sangat tahu bagaimana sulitnya Mamanya menjalani hidup sebatang kara hingga akhirnya menikah dengan Papa Gerry. Walau umurnya waktu itu terbilang belum dewasa namun Rey dapat mengerti dengan jelas bagaimana kehidupan Mamanya selama ini.


Semenjak hari itu setelah ia mengetahui rencana besar yang tengah direncanakan Kyara dan Rania yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya sendiri, Rey memutusakan untuk menghampus rasa cintanya pada wanita yang sejak kecil selalu mengisi hati dan pemikirannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2