Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Mengenang masa lalu


__ADS_3

"Kak Rey tak apa?" Yura menatap cemas pada suaminya yang tiba-tiba tersedak.


"Tidak." Jawab Rey singkat dan kembali fokus pada kemudianya.


"Huft, syukurlah." Yura merasa lega mendengarnya.


Rey pun memilih diam tak mengajak istrinya berbicara. Pun dengan Yura yang memilih diam menikmati perjalanan pulang mereka sambil memikirkan cara membuka percakapan mereka nanti di saat mereka sudah berada di rumah.


Tanpa terasa kini mobil Rey telah sampai di depan rumah mereka. Rey turun lebih dulu lalu diikuti Yura setelahnya. Mereka pun berjalan beriringan masuk ke dalam rumah dengan ekspresi yang berbeda. Jika Rey memasang ekspresi datar seperti biasanya, Yura justru memasang wajah tersenyum yang terlihat aneh di penglihatan Rey.


"Apa Kak Rey ingin mandi dulu?" Tanya Yura setelah mereka masuk ke dalam kamar.


Rey menggeleng. "Mandilah lebih dulu." Jawabnya.


"Baiklah." Balas Yura lalu melangkah ke arah lemari untuk mengambil pakaian gantinya di sana. Setelah siap, Yura pun melangkah ke arah kamar mandi.

__ADS_1


"Dia terlihat aneh sekali." Gumam Rey saat tubuh Yura telah lenyap dari balik pintu. Tidak ingin terlalu lama memikirkan sikap aneh istrinya, Rey memilih menanggalkan pakaian yang masih melekat di tubuhnya dan duduk di atas sofa menunggu istrinya keluar dari dalam kamar mandi.


*


Setelah makan malam bersama mereka telah selesai, Yura mengajak Rey untuk kembali ke dalam kamar karena ia sudah tidak sabar mendengarkan cerita dari Rey tentang perasaannya selama ini.


Setelah sampai di dalam kamar, Yura tanpa basa-basi langsung meminta Rey untuk menceritakan apa yang terjadi di masa lalu dengan membawa nama anak-anak mereka sebagai alasan jika mereka menginginkan Daddynya menceritakan masa lalu di antara mereka. Dan mau tidak mau Rey pun mengiyakannya dan mulai menceritakan apa yang terjadi di masa lalu dan membuat Yura kembali mengenang masa kecil mereka di saat ia begitu bersemangat mengejar cinta Reynard Abrisam Bagaskara.


Flashback on


Bukannya merasa marah dan kesal mendengar ucapan Rey yang terdengar sangat pedas dan menyakitkan, Yura justru tersenyum karenanya. "Tidak. Aku tidak pernah malu karena terus mengejarmu. Aku akan terus mengejarmu hingga kau menjadi milikku." Ucap Yura semakin tersenyum lebar.


"Sungguh menjijikkan!" Ketus Rey lalu berlalu dari hadapan Yura.


Yura berniat mengejar langkah Rey namun pergerakannya terhenti saat Rachel menahan sebelah tangannya. "Yura sudahlah. Biarkan Kakakku pergi." Ucap Rachel.

__ADS_1


"Tapi..." Yura tak melanjutkan ucapannya karena Rachel dengan cepat menarik tangannya dan menyeret Yura menuju taman yang tidak terlalu jauh dari kelas Rey.


"Yura, maafkan sikap dan ucapan Kakakku padamu. Aku merasa tidak enak kepadamu." Ucap Rachel dengan memasang wajah bersalah.


"Hei, apa yang kau katakan." Yura menepuk lembut pundak Rachel. "Tidak ada yang harus dimaafkan karena aku tidak merasa sakit hati dengan sikap dan ucapan Kakakmu selama ini. Dengan sikapnya yang seperti itu justru membuatku semakin merasa tertantang untuk mendekatinya." Ucap Yura dengan tersenyum.


"Yura..." Rachel menggeleng tak percaya. "Apa kau bodoh karena terus mengharapkan cinta dari pria seperti Kakakku yang terus menyakitimu dengan ucapan pedasnya padamu?" Rachel berdecak tak habis pikir dengan pendirian Yura untuk mendapatkan Kakaknya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2