
"Tidak, itu tidak perlu Jeni. Saya benar sudah baik-baik saja. Kak Aidan akan dibuat cemas jika kau mengabarinya tentang kondisi saya saat ini." Tolak Yura. Ia tahu jelas bagaimana kakak kembarnya itu jika mengetahui ia sedang sakit seperti saat ini. Aidan pasti sangat cemas dan dibuat melupakan pekerjaannya karena lebih mementingkan dirinya.
"Baiklah, Nona. Saya tidak akan mengabari Tuan Aidan." Ucap Jeni yang mengerti maksud ucapan Yura saat ini.
Yura mengangguk mengiyakannya. Setelahnya Jeni berpamitan keluar dari dalam ruangannya untuk mulai bekerja.
"Huft..." Yura menghembuskan nafas perlahan di udara sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. "Rasanya lemas sekali." Keluh Yura sambil mengusap perutnya yang terasa kosong karena ia telah memuntahkan seluruh makanan yang masuk ke dalam perutnya tadi.
Yura pun mengeluarkan vitamin yang selalu ia bawa yang ada di dalam tas kerjanya lalu meminumnya. "Rachel benar. Aku harus mengontrol jadwal makan jika aku tidak ingin seperti ini terus." Gumam Yura. Ia sadar jika akhir-akhir ini ia kesulitan untuk makan hingga membuat asam lambungnya terasa naik.
Setelah merasa tubuhnya sudah kembali fit, Yura pun memulai aktivitasnya pagi itu.
*
__ADS_1
"Malik, tunggu!" Flower terlihat mengejar langkah Malik yang baru saja keluar dari dalam lift khusus petinggi perusahaan.
Malik seketika menghentikan langkahnya saat mendengar suara Flower menyebutkan namanya. "Ada apa?" Tanya Malik menatap datar pada Flower yang sudah berdiri di depannya.
"Saya ingin menanyakan keberadaan Tuan Rey. Kenapa saat ini Tuan Rey belum juga kembali. Bukankah saat ini sudah waktunya Tuan Rey kembali ke tanah air?" Tanya Flower dengan beruntun dan wajah yang terlihat sangat penasaran.
"Saya tidak tahu. Jika anda sangat penasaran tentang keberadaan Tuan Rey saat ini, anda bisa menanyakannya langsung padanya." Jawab Malik.
Malik tak menggubris ucapan Flower yang menurutnya hanya membuang waktunya. Ia kembali melangkah menuju ruangannya berada.
"Hei!" Flower sedikit berteriak pada Malik yang meninggalkannya begitu saja. "Sopan sekali dia!" Gerutu Flower lalu ikut melangkah. "Dia belum menjawab pertanyaanku dan sudah pergi begitu saja!" Flower dibuat semakin geram pada Malik. Rasa penasarannya tentang kemana perginya Rey dan apa urusan Rey di luar negeri hingga membuatnya tak kunjung pulang sampai saat ini membuat Flower merasa sangat penasaran. Selain merasa penasaran, Flower juga merasa rindu dengan pria yang sangat dicintainya itu.
"Saya rasa anda tahu adab sopan santun untuk bertanya, Nona. Dan sikap anda tadi tidak memperlihatkan anda memiliki sikap sopan santun itu." Ucap Malik pada Flower sebelum masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
Kedua tangan Flower terkepal erat mendengarkan ucapan Malik yang berhasil memancing emosinya. Ia pikir Malik menghentikan langkahnya karena ingin menjawab pertanyaannya. Ternyata pria itu berhenti hanya untuk mengeluarkan kata pedas padanya.
"Sungguh menyebalkan! Andai saja saat ini kau bekerja di perusahaan keluargaku tidak akan aku biarkan kau hidup dengan tenang!" Gumam Flower merasa sangat kesal pada Malik.
Flower pun menghentakkan kedua kakinya cukup keras di depan ruangan Malik agar Malik dapat mendengarnya. Setelah puas dengan kelakuan bodohnya, Flower kembali melangkah menuju meja kerjanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1