Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Berada di tempat yang sama


__ADS_3

"Benarkah begitu?" Tanya Aidan lagi.


Yura mengangguk mengiyakannya.


"Syukurlah kalau begitu." Jawab Aidan lalu mengusap lembut lengan Yura.


"Kenapa Kakak bertanya seperti itu? Apa Kakak melihat ketidakbahagiaan di wajahku saat ini?" Tanya Yura karena ia tahu jika Aidan selalu dapat menebak isi hatinya.


"Kakak bukan tidak melihatmu bahagia tapi Kakak melihat beban yang sedang kau tanggung saat ini." Ucap Aidan penuh maksud.


Yura memilih diam tak menanggapi ucapan kembarannya itu. Ia tidak ingin salah bicara yang bisa menyebabkan Aidan mengetahui dengan jelas apa yang ia pendam saat ini.


"Kakak tenang saja. Aku dan hatiku sedang baik-baik saja saat ini." Ucap Yura kemudian.


Aidan mengangguk saja seolah yakin dengan ucapan kembarannya itu saat ini. Percakapan Aidan dan Yura pun kembali berlanjut dengan tema yang sudah berbeda. Alea yang melihat suaminya tengah berbicara serius dengan kembarannya itu pun memilih membiarkan mereka berbicara dan fokus membereskan barang-barang kedua anaknya bersama kedua pengasuh Axel dan Axela.


"Yura, sekarang lebih baik kau segera kembali ke kamarmu untuk membangunkan Rey jika dia belum juga bangun karena kita akan pulang satu jam lagi." Titah Aidan.


"Baiklah, Kak. Kalau begitu aku kembali ke kamar dulu. Sampai berjumpa di bawah nanti." Ucap Yura.


Aidan mengiyakannya dan mengantarkan Yura sampai ke depan kamarnya. Setelah melihat Yura melangkah ke arah kamarnya berada, Aidan pun kembali menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


"Yura sudah pergi?" Tanya Alea yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Ya. Dia baru saja pergi." Jawab Aidan.


"Kalian tadi membahas apa, sepertinya serius sekali." Ucap Alea.


"Hanya membahas tentang perusahaan dan kehidupan Yura saat ini." Jawab Aidan seadanya.


"Oh... kau jangan terlalu keras padanya. Jangan memaksanya untuk menjawab pertanyaanmu jika dia tidak menginginkannya." Pesan Alea.


"Aku tahu itu sayang." Jawab Aidan yang dibalas Alea dengan senyuman manis di wajah cantiknya.


*


"Dari mana saja?" Tanya Rey tanpa menatap Yura karena kini ia sedang membalas pesan dari Malik padanya.


Yura melangkah mendekat pada Rey. "Aku baru saja dari kamar Kak Aidan dan Lea." Jawab Yura.


Rey mengangguk paham. "Kenapa kau pergi begitu saja tanpa menungguku bangun lebih dulu?" Tanya Rey setelah selesai berbalas pesan dengan Malik.


"Maaf, aku merasa bosan berada di kamar sehingga aku memutuskan untuk pergi ke kamar Kak Aidan." Jawab Yura.

__ADS_1


"Oh..." jawab Rey singkat lalu bangkit dari duduknya. "Apa kau sudah membereskan segala barang-barangmu?" Tanya Rey.


"Ya. Aku sudah membereskannya."


"Baiklah. Kalau begitu ayo kita keluar untuk sarapan." Ajak Rey.


"Baiklah, Kak." Jawab Yura lalu mengikuti Rey keluar dari dalam kamar.


Setelah sampai di resto yang berada di dalam hotel, Yura dan Rey dibuat terkejut melihat keberadaan Galang, Jeni dan Roy yang sedang menikmati sarapan pagi di salah satu meja yang ada di dalam resto.


Melihat keberadaan mereka di sana membuat Yura segera melangkah ke arah Galang, Jeni dan Roy berada.


"Galang, Jeni, Roy?" Sapa Yura pada ketiga orang yang kini sedang fokus menikmati makanan mereka masing-masing.


"Nona Yura?" Ucap Jeni yang lebih dulu menatap pada Yura.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2