
Tak terhitung beberapa kali Rey mencium wajah Yura yang terasa lembab setelah percintaan mereka berakhir dengan rasa nikmat yang menggelora di dalam tubuh mereka masing-masing. Baik Yura mau pun Rey kini saling bersitatap dengan tatapan yang sulit di artikan. Jemari Rey terulur mengusap sudut mata Yura saat melihat air mata mengalir di sana.
"Apa sangat sakit?" Tanya Rey lembut pada Yura.
Yura hanya diam namun kepalanya menggangguk menjawab pertanyaan Rey. Rey kembali memberikan ciuman di wajah Yura lalu mengelap keringat yang masih membasahi wajah Yura dengan menggunakan jari jempolnya.
"Tidurlah. Selain masih sakit kau juga pasti lelah." Ucap Rey.
Yura mengangguk saja. Ia berniat membelakangi tubuh Rey namun Rey segera membawa tubuhnya masuk ke dalam dekapannya. Yura kembali dibuat menegang saat merasakan lembabnya kulit Rey saat bersentuhan dengan kulitnya.
"Tenanglah, aku tidak akan melakukannya lagi." Ucap Rey yang merasakan ketegangan di tubuh Yura saat ini.
Yura menganggukkan kepalanya. Ia mulai memejamkan kedua kelopak matanya yang mulai terasa berat diikuti tubuhnya yang terasa sangat lelah. Tak membutuhkan waktu lama bagi Yura masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
__ADS_1
Rey memperhatikan wajah istrinya yang sudah mulai terlelap. Ia tersenyum tipis karena kini telah berhasil menjadikan Yura utuh menjadi miliknya. Walau hanya dibekali video me-sum dari Alfin, namun itu sudah berhasil membuatnya menjadi pria yang sukses membobol gawang istrinya.
Setelah cukup puas menatap wajah lelap Yura, Rey pun turut memejamkan kedua kelopak matanya dan membiarkan lengannya menjadi bantal untuk kepala Yura.
*
Terangnya sinar mentari pagi terlihat menyelusup masuk ke sela jendela kamar Rey dan Yura. Sinarnya yang mulai menerpa wajah Rey dan Yura tak membuat pasangan suami istri itu terganggu dari tidurnya. Pasangan suami istri yang baru melewati malam panjang bersama itu nampak tertidur begitu lelapnya tanpa sadar jika waktu sudah menunjukkan pulul delapan pagi dan sudah melewati waktu masuk bekerja.
Beberapa menit berlalu, Rey terlihat lebih dulu mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam pupil matanya. Ia menguap lalu mengarahkan pandangannya pada wajah Yura yang terlihat damai dalam tidurnya.
Dengan hati-hati Rey memindahkan kepala Yura dari lengannya agar tak mengganggu tidur Yura. Dan setelahnya, Rey beranjak dari atas ranjang sambil menahan rasa sakit pada lengan dan pundaknya.
"Perih sekali..." lirih Rey menatap pada pundaknya yang terlihat jelas bekas gigitan Yura di sana. Rey tersenyum tipis saat mengingat Yura menjadikan pundaknya untuk menyalurkan rasa sakitnya.
__ADS_1
Sejenak Rey menatap pada Yura sebelum akhirnya memilih melangkah menuju kamar mandi tanpa berniat menutupi tubuh polosnya lebih dulu.
Sepuluh menit berlalu, Yura terlihat mulai mengerjap dari tidurnya. Matanya menyipit saat sinar menyari pagi menyelusup masuk ke dalam matanya.
"Euh..." lenguh Yura lalu merentangkan kedua tangannya. "Sudah jam berapa ini?" Tanyanya. Yura menatap pada arah jam dinding dan dibuat begitu terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi.
"Apa?! Aku terlambat!" Ucap Yura lalu bangkit dari pembaringannya. Sesaat kemudian, suara teriakan Yura terdengar menggema ke seluruh sudut ruangan saat ia menyadari jika tubuhnya kini tengah polos tanpa tertutupi kain sehelai benang pun.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.