
Yura dan Galang seketika menoleh pada sosok pria yang sudah berdiri di belakang tubuh Galang.
"Kak Rey?" Ucap Yura pelan.
"Tuan Rey?" Galanga menatap Rey dengan wajah bingung.
Rey tidak menanggapi ucapan Galang dan Yura. Ia justru menatap wajah Galang dengan datar.
"Kenapa anda menjawab jika Yura tidak bisa menemani saya nanti malam?" Tanya Galang bingung. Entah mengapa Galang merasa Rey bersikap lancang saat ini karena sudah masuk ke dalam percakapannya dan Yura.
"Anda tanya kenapa?" Rey tersenyum miring. Ia pun berjalan ke arah Yura dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Ya, kenapa?" Ulang Galang semakin dibuat bingung.
"Itu karena Nona Yura nanti malam akan pergi bersama saya." Jawab Rey.
"Pergi? Pergi kemana?" Tanya Galang dengan wajah tak suka.
"Kemana pun kami pergi itu bukan urusan anda." Jawab Rey. Ia masih memasang wajah datar tanpa ekspresi.
Galang dibuat menggeram mendengar jawaban Rey. Ia pun menatap pada Yura yang hanya diam tanpa mencela ucapan dari Rey.
"Yura, benarkah nanti malam kau ada janji dengan Tuan Rey?" Tanya Galang.
__ADS_1
"A-aku..." Yura nampak ragu. Bukannya takut dengan statusnya saat ini, hanya saja Yura merasa bingung Rey akan mengajaknya kemana. Lagi pula suaminya itu tidak mengatakan akan mengajaknya pergi nanti malam.
"Anda lihat itu, Tuan Rey, Yura saja merasa tidak memiliki janji dengan anda." Jawab Galang ketus.
"Oh ya?" Rey menaikkan sebelah alis matanya. "Dia tidak tahu karena saya belum mengajaknya." Jawab Rey.
Galang tersenyum sinis mendengarnya. "Kalau anda belum membuat janji dengannya maka anda tidak berhak mengatakan jika Yura tidak bisa menemani saya nanti malam." Tekan Galang. Entah mengapa saat ini ia melupakan rasa sopannya pada Rey yang berstatus sebagai relasi kerjanya hanya karna merasa tidak suka pria itu merasa berkuasa atas wanita yang dicintainya.
"Tidak berhak?" Rey mengulang ucapan Galang dengan datar.
"Ya. Anda tidak berhak atas Yura." Jawab Galang.
"Saya berhak atas diri Yura." Tekan Rey.
"Siapa bilang? Saya berhak seutuhnya atas diri Yura karena saya adalah suaminya." Ucap Rey sedikit keras. Ia merasa terpancing mendengar ucapan Galang yang terdengar tidak enak di telinganya.
Deg
Galang dibuat tertegun mendengarnya. Ia menatap pada Yura yang hanya diam tidak membantah ucapan Rey.
"Anda jangan mengada-ngada!" Bentak Galang tak percaya.
"Galang..." Yura menggelengkan kepalanya pada Galang yang sudah mulai terbawa emosi.
__ADS_1
"Mengada-ngada? Tanyakan saja pada istri saya siapa saya untuk dirinya." Balas Rey. Wajahnya masih terlihat datar tanpa berubah ekspresi sedikit pun.
"Yura... apa benar yang dikatakan Tuan Rey jika dia adalah suamimu?" Tanya Galang.
Yura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Kak Rey adalah suamiku, Gal." Jawab Yura lirih.
Rey menarik tipis sebelah sudut bibirnya ke samping mendengar jawaban dari Yura. Ia merasa tidak percaya jika Yura akan mengakui pernikahannya di depan pria yang terlihat jelas menaruh rasa padanya. "Kau dengar itu, dia istriku!" Tekan Rey
"Itu tidak mungkin." Galang menggelengkan kepalanya.
"Tapi semua itu mungkin." Jawab Rey.
Galang tak menatap wajah Rey justru menatap wajah Yura. "Yura, kau jangan mengada-ngada. Sejak kapan kau menikah dengannya? Kau jangan terhasut dengan ucapannya." Ucap Galang masih tak percaya. Galang pun berusaha meraih tangan Yura namun Rey segera menepisnya.
"Jangan coba-coba menyentuh istriku." Ucap Rey dengan tatapan yang sudah berubah tajam.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1