Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Jangan memancingnya


__ADS_3

Yura dibuat tak dapat berkata-kata setelah mendengarkan ucapan Rey. Wajahnya yang sudah memanas mulai memerah mendengar ucapan frontal dari Rey.


"Ayo, keluarlah. Apa kau mau masuk angin karena berlama-lama berada dalam kamar mandi?" tanya Rey.


Yura diam sambil berfikir. Mendengar ucapan Rey baru saja sudah dapat ia pastikan jika suaminya itu tidak akan mau mengambilkan baju untuknya. Dengan memberanikan dirinya, Yura memilih keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan selembar handuk yang melilit tubuhnya.


Dari tepi ranjang yang Rey duduki, Rey menatap pergerakan istrinya itu dengan tatapan tak terbaca. Sesuatu yang sejak tadi hanya diam mulai bereaksi seperti tadi malam saat melihat sebagian tubuh indah Yura. Takut tak bisa mengontrol dirinya, Rey memilih menatap ke arah lain agar tak melihat pergerakan Yura lagi.


Yura segera mengambil bajunya dengan asal setelah tiba di depan lemari. Setelah mengambil apa yang ia butuhkan, Yura segera kembali melangkah ke arah kamar mandi untuk memakai pakaiannya.


Rey menghembuskan nafas kasar di udara setelah Yura masuk ke dalam kamar mandi. Untung saja ia masih bisa mengontrol dirinya untuk tidak terpancing dengan keinginannya untuk mengulang kembali malam panas mereka. Sementara Yura yang tengah mengganti pakaiannya dalam kamar mandi hanya bisa merutuki kebodohannya karena melupakan membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi.


"Jangan lagi mengulanginya, Yura. Atau kau bisa memancing singa yang sedang tidur." Ucap Yura dalam hati. Setelah selesai memakai pakaiannya, Yura segera keluar dari dalam kamar mandi. Di tatapnya Rey yang kini sedang memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Kak Rey..." Ucapnya pelan.


Rey mengangkat kepalanya mendengar suara Yura. "Kau sudah siap?" Tanyanya lalu bangkit dari duduknya.


"Em, ya." Jawab Yura tertunduk.


"Kalau begitu ayo kita turun. Kau sudah melewati jam sarapan pagimu." Ucap Rey.


"Baiklah." Jawab Yura menurut karena kini ia sudah sangat merasakan lapar pada perutnya.


"Kak Rey ingin makan apa?" Tanya Yura menatap Rey sekilas lalu kembali menatap pada lauk yang ada di depannya.


"Terserah kau saja." Jawab Rey karena apa yang diambilkan Yura selalu cocok di lidahnya.

__ADS_1


Yura mencoba bersikap biasa saja dan terus melanjutkan aktivitasnya mengambilkan lauk untuk Rey. Setelahnya, ia mengambil makanan untuk dirinya sendiri lalu duduk di posisi semula. Rey pun terus menatap pergerakan istrinya itu hingga membuat Yura gugup karenanya.


Jangan menatapku.... jangan menatapku... Ucap Yura dalam hati.


"Ayo makan." Ajak Rey.


Yura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu mulai menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


Sarapan pagi mereka yang tertunda pagi itu mereka nikmati dengan keheningan. Jika Yura diam dan berusaha melupakan kejadian tadi malam, Rey justru diam sambil mengingat kejadian tadi malam yang membuat jiwanya meledak-ledak. Mengingat itu saja sudah membuat sesuatu yang tadinya sudah diam mulai bereaksi kembali. Rey pun mencoba fokus menikmati sarapan paginya agar rasa yang ingin ia salurkan itu segera hilang dengan sendirinya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenara🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2