Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Extra part (Kekecewaan Rachel)


__ADS_3

Rachel tertegun di tempatnya menatap Zaki yang sedang berjalan tanpa menyadari keberadaannya. Rachel pun memilih menundukkan pandangan dan meletakkan buku menu di depan wajahnya agar Zaki yang tengah berjalan mendekatinya tak dapat melihat keberadaannya.


"Zaki... dia bersama siapa?" Tanya Rachel pelan sambil tetap menunduk.


Setelah merasa Zaki berlalu menjauhinya, Rachel pun menurunkan buku menu dari depan wajahnya.


"Apa anda baik-baik saja, Nona?" Tanya Harry pada Rachel.


"Ya, saya baik-baik saja." Jawab Rachel mencoba tersenyum menutupi kegelisahan hatinya saat ini.


Karena posisi Rachel yang tengah duduk membelakangi Zaki membuat Rachel tak dapat melihat kembali Zaki dan wanita yang tadi bergelayut di lengannya.


"Apa wanita tadi kekasih Zaki?" Ucap Rachel menebak-nebak.


Karena sangat merasa penasaran dengan wanita yang berada bersama Zaki, akhirnya Rachel pun memberanikan diri memutar kepalanya ke belakang.

__ADS_1


Deg


Jantung Rachel berdebar-debar saat melihat wanita itu baru saja mencium sebelah pipi Zaki tanpa rasa malu.


"Za-zaki..." lirih Rachel merasa patah dan kecewa. Kini Rachel yakin jika wanita itu adalah kekasih Zaki melihat bagaimana perlakuannya pada Zaki. Karena tidak mungkin mereka tidak memiliki hubungan spesial jika dilihat dari apa yang baru saja terjadi.


Akhirnya siang itu Rachel memilih tak melanjutkan misinya untuk bertemu dengan Zaki dan memilih kembali ke hotel tempat penginapannya dengan perasaan kecewa.


"Kenapa kau sudah memiliki kekasih? Apa kau tahu jika kau sudah membuat aku merasa kecewa?" Ucap Rachel sambil menjatuhkan punggungnya di atas ranjang.


Semangatnya yang sejak kemarin menggebu-gebu untuk bertemu dengan Zaki akhirnya hanya berujung dengan kekecewaan. Bagaimana bisa pria yang sudah ia anggap sebagai idolanya itu sudah memiliki seorang kekasih sedangkan dari apa yang ia lihat di sosial media pria itu tidak memiliki tanda-tanda memiliki seorang wanita di dalam hidupnya.


Tak ingin semakin larut dalam kesedihannya, Rachel memilih memejamkan mata untuk mengistirahatkan hati dan pemikirannya sejenak.


*

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Bukankah sudah aku katakan agar tidak bersikap berlebihan?!" Ketus Zaki pada wanita yang tadi bergelayut di lengan Zaki.


"Zaki, ayolah... apa kau tidak bisa bersikap lembut sedikit saja setelah apa yang baru saja kita lakukan tadi malam?" Pinta wanita itu pada Zaki.


"Ck. Kau lupa jika apa yang kita lakukan itu tidak ada arti apa-apanya di dalam hidupku?" Tekan Zaki.


Deg


Wanita itu tertegun dan mengepalkan kedua tangannya. Sungguh ia pikir jika sudah menyerahkan tubuhnya pada Zaki pria itu akan luluh padanya namun nyatanya sebaliknya. Pria itu terlihat tidak perduli bahkan hanya menganggapnya angin lalu.


"Aku sudah memenuhi keinginanmu untuk pergi makan siang bersama. Sekarang lepaskan tanganku karena aku harus kembali ke perusahaan." Ucap Zaki.


Walau merasa tak rela tangannya harus terlepas dari lengan Zaki namun wanita itu memilih tetap melakukannya karena tak ingin mood Zaki menjadi buruk.


Setelah selesai dengan urusannya bersama wanita satu malamnya, Zaki pun memilih pergi meninggalkan wanita itu kembali menuju perusahaannya karena masih ada banyak hal yang harus ia lakukan di sana.

__ADS_1


"Zaki... tak akan aku biarkan kau lepas dari genggamanku begitu saja. Percayalah jika suatu saat nanti hanya aku wanita yang selalu menjadi pemuas has-ratmu." Ucap Wanita itu dengan yakin.


***


__ADS_2