Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Akhirnya kembali


__ADS_3

Karena Yura tak kunjung mengangkat panggilan telefon darinya, Rey pun melakukan panggilan telefon pada Rachel. Untung saja pada deringan pertama adiknya itu langsung mengangkat panggilan darinya. Dan tanpa basa-basi Rey langsung menanyakan maksud ucapan Rachel pada Yura dan meminta Rachel untuk berkata dengan jujur.


Dan tanpa rasa ragu Rachel pun mengatakan jika keadaan Yura saat ini sedang baik-baik saja dan tadi pagi Yura hanya mengalami rasa sakit pada perutnya akibat terlalu banyak memakan makanan pedas dengannya kemarin malam. Rachel terpaksa berbohong tentang rasa sakit yang dirasakan Yura karena ia tidak ingin membuat kakaknya merasa cemas sesuai permintaan Yura sebelum Rachel mengangkat telefon Rey.


"Huh, untunglah Kak Rey percaya." Gumam Yura setelah Rey mematikan sambungan telefonnya karena tiba-tiba saja ia mendapatkan panggilan telefon dari Malik.


"Lain kali aku tidak ingin menuruti keinginanmu lagi dengan berbohong pada kakakku." Ucap Rachel pada Yura.


"Maaf, tapi aku tidak ingin membuat Kak Rey menjadi kepikiran karena aku." Jawab Yura lirih.


Rachel mengangguk saja lalu mengajak Yura untuk berbaring di atas ranjang karena ia ingin menceritakan apa saja yang dibicarakannya dengan temannya tadi pada Yura. Yura pun menurut saja. Lagi pula Rey saat ini pasti sedang disibukkan dengan panggilan telefon dari Malik dan tidak mungkin lagi untuk menelefonnya.


*

__ADS_1


Keesokan harinya, Rey menyampaikan keinginannya pada Gerry untuk pulang lebih awal karena ia merasa cemas dengan keadaan istrinya saat ini. Rey pun turut mengatakan dengan tegas walau tanpa persetujuan dari Gerry ia akan tetap pulang ke tanah air. Mau tidak mau Gerry pun mengiyakannya. Ia pun memutuskan untuk tidak menunggu lagi surat kematian Ketty keluar dan ikut pulang dengan putranya ke tanah air.


Rencana Rey yang ingin pulang ke tanah air siang itu terpaksa harus diundur karena tiba-tiba saja Gerry mendapatkan panggilan dari rekan bisnisnya yang ada di negara S untuk datang ke perusahaannya mengambil surat kerja sama perusahaan mereka yang baru saja ia tanda tangani. Jadilah Rey dan Papa Gerry berangkat ke tanah air di waktu malam hari.


Yura yang tidak mengetahui kepulangan suaminya pun hanya bersikap santai bercerita bersama Rachel di dalam kamarnya diiringi canda tawa. Yura dan Rachel terus bercerita tentang masa lalu mereka di waktu sekolah tanpa rasa bosan.


"Apa kau ingat bagaimana waktu itu Galang datang menghampirimu untuk menyatakan cintanya padamu tapi kau berpura-pura sakit hingga dia tidak jadi menyatakannya?" Tanya Rachel pada Yura mengingatkan kejadian saat mereka berada di AA cafe waktu itu.


Tawa Yura terhenti berubah menjadi senyuman kaku di wajah cantiknya. "Aku rasa waktu itu dia bukan ingin menyatakan cintanya padaku." Jawab Yura menyangkal apa yang Rachel katakan.


"Sudahlah. Bagaimana kalau sekarang kita tidur saja. Mataku sudah mulai mengantuk." Ajak Yura sambil menguap.


"Tapi aku masih ingin berbicara Yura." Ucap Rachel memasang wajah masamnya.

__ADS_1


"Kita masih bisa berbicara esok hari. Sekarang ayo kita tidur." Ajak Yura lagi.


Rachel pun terpaksa mengiyakannya karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan sudah waktunya mereka untuk tidur.


Di saat Yura dan Rachel baru saja terlelap dalam tidurnya, di waktu bersamaan Rey dan Gerry pun tiba di tanah air.


"Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya." Gumam Rey saat sudah berada di dalam mobil yang akan membawanya pulang ke rumah mereka.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2