Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Suatu hal yang tidak mungkin


__ADS_3

Dan seperti apa yang ia rencanakan, setelah semua orang beranjak dari meja makan, Yura mengajak Rachel untuk duduk di taman yang berada di samping rumah. Yura dan Rachel sudah nampak duduk bersebelahan di kursi taman.


"Ada apa denganmu, Rachel?" Tanya Yura tanpa basa-basi.


"Aku? Memangnya ada apa denganku?" Tanya Rachel.


"Kau jangan berpura-pura tidak mengerti. Aku tahu kau mengerti maksud pertanyaanku." Pungkas Yura.


"Aku tidak apa-apa, Yura." Jawab Rachel tersenyum.


Yura menghela nafasnya. "Kau pasti tidak baik-baik saja, Rachel. Sekarang ayo katakan hal apa yang membuatmu seperti ini?" Desak Yura.


"Baiklah, aku akan mengatakannya. Aku seperti ini karena aku merasa sedih karena besok kau sudah tidak tinggal lagi di rumah ini. Aku merasa sedih karena pasti banyak waktu yang kita lewatkan karena kini kau sudah berstatus sebagai istri Kakakku dan tidak lagi tinggal bersamaku." Jawab Rachel tanpa menyebutkan alasan yang sebenarnya.


"Benarkah hanya karena itu?" Tanya Yura karena merasa Rachel masih menyembunyikan sesuatu darinya.


"Ya. Hanya karena itu." Jawab Rachel.


Yura memiringkan tubuhnya menghadap pada Rachel. "Mungkin kau benar kita akan melewatkan banyak waktu untuk bersama setelah aku menikah. Namun kau tidak lupa bukan jika aku menikah dengan Kakakmu dan aku akan tinggal dengan Kakakmu. Kapan pun kau ingin, kau bisa datang ke rumah Kakakmu untuk bermain denganku. Bahkan jika kau ingin, kita bisa selalu makan siang bersama di perusahaanku atau di luar. Dan bukan itu saja, kapan pun kau ingin bermain denganku, kau bisa mengabariku." Ucap Yura.


Rachel tersenyum mendengarkan ucapan Yura. "Tapi tetap saja akan ada waktu dimana semuanya terasa berbeda. Kau sudah memiliki kehidupan baru dan aku tidak bisa memaksamu untuk terus bersikap sama dan memiliki waktu untukku seperti dulu." Jawab Rachel.

__ADS_1


"Sebisa mungkin aku tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk bermain denganmu, Chel. Kau jangan cemas untuk itu." Tutur Yura.


"Aku percaya itu. Namun bisa saja rasa takutku kehilangan waktu bersamamu itu berkurang jika kau memberikan sesuatu untukku." Ucap Rachel penuh maksud.


Yura menatap Rachel dengan kening mengkerut. "Maksudmu?" Tanya bingung.


"Kau bisa memberikan keponakan yang lucu untukku sehingga aku memiliki kesibukan baru untuk mengurus keponakanku." Kelakar Rachel.


"Rachel..." ucap Yura lirih.


"Kenapa Yura? Kau dan Kak Rey sudah menikah. Jadi sah saja jika sudah waktunya kau memberikan keponakan yang lucu untukku." Ucap Rachel santai.


Yura menghela nafasnya. Ia tidak habis pikir dengan Rachel yang dengan mudahnya meminta keponakan padanya. Jelas saja itu sulit untuk ia berikan mengingat awal pernikahan mereka terjadi karena apa. Sebuah pernikahan yang terjadi tidak didasari adanya cinta di dalamnya.


Yura menepuk lengan Rachel. "Jangan berbicara sembarangan." Ucapnya.


Rachel tertawa. "Aku tidak berbicara sembarangan. Kau tahu bukan menolak suami itu adalah perbuatan dosa. Apa kau mau dikutuk kakakku karena tidak mau melakukan apa yang dia minta?" Tanya Rachel.


"Tapi itu semua tidak mungkin terjadi. Kakakmu jelas tidak menyukaiku dan dia tidak mungkin memintanya." Ucap Yura lalu bangkit dari duduknya.


"Hei, kau ingin kemana?" tanya Rachel.

__ADS_1


"Aku ingin masuk ke dalam. Semakin lama berada di sini kau akan semakin banyak berbicara sembarangan." Ucap Yura.


Rachel tertawa-tawa lalu ikut bangkit. "Tapi apa yang aku katakan itu benar, Yura. Kakakku adalah pria normal dan tidak bisa dipungkiri jika dia akan tergoda jika terus tidur bersama dirimu." Ucap Rachel.


Yura menggelengkan kepalanya. "Ayo kita masuk." Ajaknya.


"Baiklah, baiklah, ayo." Jawab Rachel lalu melangkah masuk ke dalam rumah bersama Yura.


Rachel... bagaimana kau bisa berpemikiran sejauh itu? Itu semua tidak mungkin terjadi karena tidak ada cinta di antara kami. Lagi pula jangankan menyentuhku, melihatku saja Kakakmu tidak ingin. Ucap Yura dalam hati merasa miris.


Yura dan Rachel pun akhirnya berpisah saat sudah berada di lantai atas.


"Yura, besok sore aku akan menyusul ke rumah barumu dan Kak Rey." Ucap Rachel sebelum Yura masuk ke dalam kamarnya.


"Baiklah. Aku akan menunggumu datang." Ucap Yura yang diangguki Rachel sebagai jawaban. Setelah Rachel berjalan ke arah kamarnya berada, Yura pun masuk ke dalam kamarnya.


Baru saja satu langkah kakinya masuk ke dalam kamar, Yura sudah dibuat tertegun melihat Rey yang kini tengah menatapnya dengan tatapan tak terbaca.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2