
"Hari ini aku ada pertemuan penting dengan salah satu investor dari perusahaan Gideon. Dan setelah itu aku akan melakukan pertemuan dengan Kakakmu di perusahaannya untuk menandatangani surat kerja sama perusahaan kita." Jelas Yura.
Rachel menurunkan kedua kakinya ke lantai lalu berjalan ke arah kamar mandi. "Turunlah lebih dulu. Aku akan segera menyusul." Ucap Rachel.
Yura mengangguk lalu mengambil tas selempangnya yang ia letakkan di atas sofa. Setelahnya ia pun keluar dari dalam kamar Rachel menuju lantai bawah.
"Yura." Gerry melemparkan senyuman pada Yura yang baru saja sampai di meja makan.
"Om Gerry." Balas Yura ramah.
"Ayo duduk dulu." Ajak Gerry.
"Baik, Om." Jawab Yura lalu menarik salah satu kursi.
"Oh ya, Yura, apa Rey sudah memberitahukan padamu jika besok hari kau dan Rey akan pergi ke salah satu desa untuk melihat proyek pembangunan klinik yang akan dibangun di sana?" Tanya Gerry.
Yura menggelengkan kepalanya. "Kak Rey belum memberitahukannya pada Yura, Om." Jawab Yura dengan wajah bingung.
Melihat kebingungan di wajah Yura, Gerry pun menjelaskan jika pembangunan klinik yang akan mereka lihat adalah salah satu kerja sama perusahaan mereka dalam bentuk bantuan sosial bagi warga desa.
"Apakah sebelumnya Kak Aidan dan Kak Rey yang sering pergi melihat pembangunan klinik di sana, Om?" Tanya Yura.
Gerry menganggukkan kepalanya. "Dan sekarang dirimulah yang menggantikan Aidan untuk pergi bersama Rey." Jawab Gerry.
Yura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Kini ia sudah memahami maksud ucapan Aidan beberapa waktu yang lalu jika ia dan Rey akan sering bertemu setelah kerja sama mereka kembali berlanjut.
__ADS_1
Percakapan di antara mereka pun terhenti saat Rey sudah duduk di kursi yang berhadapan dengan Yura.
"Oh ya, dimana Rachel? Apa dia belum bangun?" Tanya Gerry.
"Rachel masih bersiap-siap untuk turun, Om." Jawab Yura.
Gerry mengangguk paham. Putrinya itu selalu sulit untuk bangun pagi terlebih jika tidur bersama Yura seperti tadi malam. Tak berselang lama Rachel pun sudah berkumpul di meja makan.
"Ayo kita mulai makan." Ajak Gerry yang diangguki oleh seluruh orang yang ada di meja makan.
*
"Rey, jangan lupa untuk memberitahu Yura tentang keberangkatan kalian besok hari ke desa." Pesan Gerry saat Rey hendak masuk ke dalam mobilnya.
"Papa memintamu untuk langsung menyampaikannya pada Yura bukan lewat Malik, Rey." Tekan Gerry.
Rey menghela nafasnya. "Baiklah. Rey akan menyampaikannya nanti, Pah." Jawab Rey tak ingin berdebat.
Gerry menganggukkan kepalanya lalu berjalan ke arah mobilnya yang berada di depan mobil Rey. Setelah berpamitan pada Kyara dan Rachel, mobil yang membawa Gerry, Rey dan Yura pun melaju meninggalkan perkarangan rumah.
"Mulai hari ini sampai seterusnya akan banyak waktu yang membuat aku dan Kak Rey sering bertemu." Hembusan nafas Yura kian melambat saat mengingat ucapan Gerry beberapa menita yang lalu.
Yura pun menggelengkan kepalanya untuk mengusir rasa takut yang kembali menghantui pemikirannya. "Sudahlah, Yura. Anggap saja dia sebatas rekan kerjamu." Ucap Yura meyakinkan hatinya.
Tiga puluh menit berlalu, mobil yang dikendarai Yura pun telah sampai di anak perusahaan Dharma. Setelah berada di lantai empat perusahaan, Yura segera berjalan menghampiri Jeni yang sudah nampak duduk di belakang meja kerjanya.
__ADS_1
"Hai, Jeni." Sapa Yura pada Jeni.
"Hai, Nona." Balas Jeni dengan tersenyum.
"Jeni, apa sebelumnya kau pernah menemani Kak Aidan dan Tuan Rey pergi ke desa untuk meninjau pembangunan klinik di sana?" Tanya Yura.
Jeni menggelengkan kepalanya. "Tidak pernah, Nona. Biasanya Tuan Aidan dan Tuan Rey hanya pergi berdua ke sana." Jawab Jeni.
"Hanya berdua? Maksudmu tanpa asisten mereka masing-masing?" Tanya Yura memastikan.
Jeni menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Karena asisten mereka akan menggantikan mereka bekerja di perusahaan selama mereka tidak ada." Jelas Jeni.
Yura terdiam dan nampak berpikir. "Saat ini Kak Aidan sudah tidak memimpin perusahaan ini lagi. Apa berarti untuk selanjutnya aku yang akan menggantikan Kak Aidan untuk pergi bersama Tuan Rey meninjau beberapa proyek yang masuk ke dalam kerja sama perusahaan kita, Jeni?" Tanya Yura.
"Benar, Nona. Untuk selanjutnya Nona-lah yang menggantikan peran Tuan Aidan. Nona akan sering pergi bersama Tuan Rey untuk meninjau beberapa proyek termasuk pembangunan klinik yang ada di desa A." Jawab Jeni.
Apa? Berarti besok hanya aku dan Kak Rey yang pergi ke desa tanpa siapa pun selain kami? Ucap Yura dalam hati.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1