
"Papa tidak menyembunyikannya. Papa hanya berniat membantunya tanpa pengetahuan dari Mama. Dan Papa bukan menyembunyikan keberadaanya selama dua puluh lima tahun tapi sepuluh tahun." Koreksi Gerry.
"Membantunya?" Rey tersenyum miring. "Papa bukan hanya membantunya tapi juga menyembunyikan keberadaannya dari Mama." Tekan Rey.
Gerry menghela nafas panjang mendengar ucapan putranya. Untuk yang kesekian kalinya mereka berdebat karena masalah yang sama. Dan untuk yang kesekian kalinya ia merasa bersalah karena tidak bisa jujur pada istrinya.
Rey masih tak mengalihkan tatapan matanya dari wajah papanya yang nampak lesu setelah mendengarkan ucapannya. "Aku rasa Om William dan Om Dika sudah sering menasehati Papa tapi Papa enggan mendengarkan ucapan mereka. Apa Papa tahu tindakan Papa ini bisa membuat Mama sangat kecewa bahkan bisa berniat pisah dari Papa." Rey kembali menekan setiap kata-katanya.
"Jaga mulutmu, Rey!" Gerry merasa sangat tidak suka mendengarkan ucapan putranya. Bukan hanya tidak suka, lebih tepatnya Gerry merasa cemas jika apa yang dikatakan putranya itu benar terjadi. Keputusannya beberapa tahun lalu dengan menuruti naluri hatinya menolong wanita yang pernah menjadi kekasihnya membuatnya harus berbohong pada Kyara. Ya, wanita yang masih berhubungan dengan Gerry saat ini adalah Ketty. Mantan kekasihnya yang dulu pernah ia cintai sebelum akhirnya Kyara datang mengubah rasa cinta itu darinya.
__ADS_1
Bukan niat hati membohongi istrinya dengan tidak jujur kemana saja ia pergi selama ini, namun Gerry tidak ingin istrinya berpikiran buruk padanya yang membuat rumah tangganya menjadi kacau.
"Aku sudah tidak ingin lagi terlibat terlalu jauh dengan kebohongan yang Papa ciptakan. Jika Papa tidak bisa jujur pada Mama kemana saja Papa pergi selama ini, maka aku dengan senang hati bisa mengatakannya pada Mama." Ucap Rey kemudian yang berhasil membuat Gerry begitu terkesiap.
"Rey..." Gerry menggeram merasa marah pada putranya.
Tanpa rasa ragu dan gentar Rey kembali menekan Papanya dengan kata-katanya. "Selama ini aku sudah bersusah payah menjaga hati dan perasaan Mama agar tidak terluka. Tapi Papa dengan mudahnya membuat hati Mama terluka dengan cara perlahan. Jika Papa tidak sanggup untuk mengatakan yang sejujurnya pada Mama, maka sebaiknya Papa hentikan tindakan Papa ini. Masih banyak orang di luar sana yang merasa iba dengannya dan bisa membantunya."
Rey memilih diam tak menggubris kembali ucapan Papanya karena tidak ingin berdebat terlalu jauh dengan Papanya.
__ADS_1
Gerry menghela nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan. Ia memilih ikut diam dari pada kembali terlibat perdebatan dengan putranya itu. Sudah untuk yang kesekian kalinya putranya itu kembali menasehatinya tentang rasa pedulinya pada mantan kekasihnya itu.
Pesan yang diberikan kedua orang tua Ketty padanya untuk selalu menjaga wanita itu saat mereka telah tiada membuat hatinya tergerak membantu Ketty saat mendengar kabar wanita itu mendapatkan prilaku yang tidak baik selama ditahan di negara S. Terlebih ia mengetahui setelah ditahan kondisi mental Ketty menjadi terganggu bahkan sampai saat ini.
Untung saja Gerry setiap tahunnya selalu memantau kondisi wanita itu dan memerintahkan salah satu orang kepercayaannya untuk memastikan jika Ketty masih tetap aman dan hidup selama menjalani masa tahanannya hingga akhirnya wanita itu bebas seperti saat ini.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.