
"Lepaskan saya!" Rey yang sudah merasa geram dengan tuduhan yang diberikan padanya pun memberontak dan dengan sekali gerakan membuat tangan pria yang memegang tangannya terlepas seketika. Sedangkan Yura tak bisa berkutik karena tenaganya yang sudah habis karena ketakutan.
"Apa kalian tidak bisa mendengarkan penjelasan kami dulu sebelum menuduh kami yang bukan-bukan?!" Tanya Rey sedikit keras.
"Tidak ada penjelasan yang perlu kami dengarkan. Semuanya sudah jelas dan kalian sudah mencoreng nama baik desa kami!" Para pria pun kembali menarik tangan Rey dan Yura.
"Ada apa ini?" Suara seorang pria yang baru saja turun dari dalam mobil miliknya menghentikan pergerakan mereka.
"Kakak?" Yura begitu terkejut melihat keberadaan Aidan di sana.
Melihat kedatangan Aidan membuat para pria itu pun melepas cekalan tangan Yura hingga membuat Yura bisa berlari ke arah Aidan dan memeluk tubuh Aidan erat.
"Kakak tolong Yura..." ucap Yura sambil menangis di dalam dekapan Aidan. Karena rasa takutnya Yura bahkan tak berniat bertany bagaimana Aidan bisa berada di tempat yang sama dengan mereka.
"Ada apa ini Yura?" Tanya Aidan dengan wajah terkejutnya.
"Warga desa menuduh Yura dan Rey melakukan hal mesum di sini." Ucap Yura dengan bibir bergetar.
Pria bertubuh gempal yang sangat mengenali Aidan pun berjalan ke arah Aidan. Ia pun menjelaskan apa yang terjadi pada Aidan yang membuat Aidan melebarkan kedua matanya.
"Itu semua tidak benar. Kami berada di dalam pondok karena mobil kami mengalami bocor ban dan mengharuskan kami menginap di sana karena tidak ada pertolongan yang kami dapatkan hingga tengah malam." Yura pun kembali mencoba menjelaskan dengan detail apa yang terjadi sambil menunjuk mobil Rey yang berada tidak jauh dari mereka berada.
__ADS_1
"Untuk membuktikan ucapan mereka bagaimana kita lihat langsung mobilnya." Saran pria yang dituakan yang berada di samping Aidan.
Aidan mengangguk membenarkan lalu membawa Yura berjalan ke arah mobil Rey. Sedangkan Rey berjalan dengan di pegang oleh pria yang lainnya karena takut Rey akan kabur dari mereka.
Setelah berada dekat dengan mobil, Yura dan Rey dibuat terkejut melihat ban mobil Rey yang bocor sudah kembali baik seperti semula.
"Kenapa ban mobilnya tidak bocor?" Ucap Yura dengan wajah bingung sekaligus terkejut. Yura pun menatap pada Rey dengan wajah panik dan dibalas Rey dengan wajah datarnya.
"Anda lihat sendiri, Tuan Aidan, ban mobilnya baik-baik saja yang menandakan adik anda telah berbohong." Ucap pria gempal dengan tersenyum sinis.
"Yura... bisakah kau jelaskan ini semua pada Kakak?" Tany Aidan dengan tatapan tajamnya.
"Yura bisa—" ucapan Yura terhenti saat salah satu pria kembali meprovokasi untuk menikahkan Yura dan Rey.
Yura pun menatap pada Rey yang sudah tak lagi melakukan pembelaan dalam bentuk apa pun selain menatap datar para pria yang tengah menuduhnya. Entah apa yang ada dalam pemikiran Rey saat ini.
"Tidak ada pilihan lain, Nona. Kalian harus menikah atau kalian akan membuat desa kami mendapatkan sial karena perbuatan buruk kalian!" Hardik pria gempal.
"Kakak..." Yura menatap Aidan meminta pertolongan.
Aidan pun membalas tatapan Yura dengan tatapan pasrah seolah tidak ada solusi yang dapat ia berikan.
__ADS_1
"Bisakah anda memberi kesempatan pada saya untuk berbicara dengan adik saya dan Tuan Rey?" Pinta Aidan pada tetua desa.
Pria itu mengangguk dan memerintahkan pria lainnya untuk melepaskan cekalan di tangan Rey. Aidan pun segera membawa Rey dan Yura menjauh dari keramaian dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya kenapa ucapan Yura berbeda dengan apa yang ia lihat. Tak lupa Aidan melayangkan tatapan tajamnya pada Rey karena telah menyentuh adiknya walau hanya sekedar pelukan.
"Yura benar-benar tidak melakukan apa pun dengan Kak Rey... Yura mohon percayalah, Kak..." Yura mulai menangis tersedu-sedu di depan Aidan.
"Tapi apa yang kau katakan tidak sesuai dengan fakta yang Kakak lihat, Yura!" Ucap Aidan denga tegas. "Kau benar-benar sudah membuat Kakak kecewa!" Ucap Aidan tertahan.
"Yura juga tidak tahu kenapa ban mobilnya tiba-tiba saja sudah baik kembali, Kak..." ucap Yura merasa semakin bingung dengan apa yang terjadi.
Aidan menghela nafas panjang. "Kau ingat bukan dengan ucapan Ayah minggu lalu? Di desa ini sangat memegang teguh hukum adat dan istiadat. Dan jika ada yang melanggar hukum maka mereka harus mendapatkan akibatnya." Ucap Aidan dengan tegas.
Yura terdiam sambil menggelengkan kepalanya. Pandangan Aidan pun beralih pada Rey yang nampak diam tanpa berniat menjelaskan apa pun padanya.
"Tidak ada jalan lain. Kalian harus menikah atau kedua perusahaan yang akan terkena imbasnya." Ucap Aidan sambil menatap tajam Rey.
Rey membalas tatapan tajam Aidan dengan datar. "Aku akan menikahinya." Jawab Rey tanpa ragu yang membuat Yura kedua mata Yura membola sempurna.
****
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.