Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Dia berani menertawaiku?


__ADS_3

"Hahaha." Alea tertawa terbahak-bahak melihat Rey menjadi tempat pelampiasan kedua anaknya melempar pasir. "Rey sungguh lucu!" Ucap Alea lalu memegang perutnya yang terasa sakit.


Yura pun turut memegang perutnya karena tak bisa menahan tawa melihat tubuh suaminya yang kini sudah dipenuhi pasir. Untuk pertama kalinya ia melihat Rey bersikap konyol dengan mau bermain bersama anak-anak.


"Ayo siram Om Rey lagi, Xela!" Ajak Axel pada adiknya.


"Ayo, ayo." Axela kembali melempar pasir ke tubuh Rey lalu tertawa-tawa.


Rey yang tadi merasa kesal karena tubuhnya dipenuhi pasir pun berubah tersenyum saat mendengar suara tawa dari istrinya. "Dia terlihat senang sekali menertawaiku." Sungut Rey pada istrinya.


"Axel, Axela." Aidan mendekati kedua anaknya.


"Kenapa Daddy kemari? Kami tidak mengajak Dad bermain bersama kami." Sungut Axel pada Aidan. Kesenangannya karena mengerjai Rey harus terusik dengan kedatangan Daddynya.


"Sudah, sudah. Kalian main berdua lagi saja. Om Rey ingin makan bersama Dad dan Mom." Ucap Aidan.


Axel dan Axela saling pandang lalu mengangguk bersamaan. Mereka pun mendekat pada Rey dan membantu baju Rey yang kotor terkena pasir. Walau tidak terlalu bersih namun Rey merasa senang melihat sikap kedua keponakannya itu.


"Sudahlah, kalian lanjutkan bermain saja." Ucap Rey.


"Oke, Om." Jawab mereka bersamaan lalu kembali bermain berdua.

__ADS_1


Setelah melihat Axel dan Axela kembali bermain bersama, Rey dan Aidan pun kembali ke pendopo untuk menikmati mie rebus yang sudah mereka pesan.


"Kak Rey kemarilah." Ucap Yura.


Rey melangkah ke arah Yura yang masih berdiri di depan pendopo. Setelah berada di dekatnya Yura segera membersihkan tubuh Rey dengan tisu yang ada di tanganny.


"Cuci dulu tangannya, Kak." Ucap Yura yang diangguki Rey sebagai jawaban.


Rey segera menyiram tangannya dengan air di dalam botol yang di bawa Yura dan tak lupa membasuh wajahnya. Setelah selesai membersihkan tubuh, wajah dan tangannya, Rey pun masuk ke dalam pendopo untuk menikmati mie rebus bersama Alea, Yura dan Aidan.


*


"Kapan Kak Rey membawa baju-bajuku ke sini?" Tanya Yura saat mereka sudah masuk ke dalam kamar hotel dan melihat koper miliknya sudah berada di depan lemari.


"Hukuman? Hukuman seperti apa yang Kakak maksud?" Tanya Yura bingung.


Rey tak menggubris pertanyaan Yura justru menatap wajah Yura dengan intens. Yura yang ditatap begitu intens oleh Rey pun merasa gugup kerenanya. Rey semakin mendekatkan tubuhnya pada Yura yang membuat Yura memundurkan tubuhnya beberapa langkah ke belakang.


Hap


Dengan gerakan cepat Rey menangkap Yura dan menggendongnya.

__ADS_1


"Kak Rey mau apa?" Tanya Yura merasa gugup sekaligus terkejut karena pergerakan Rey.


"Membawamu mandi bersama." Ucap Rey singkat namun penuh maksud.


"Ta-tapi—" ucap Yura terhenti saat Rey membawa tubuhnya dengan cepat ke arah kamar mandi. Setelah sampai di dalam kamar mandi Rey dengan hati-hati menurunkan tubuh Yura.


"Kak Rey..." Yura memundurkan tubuhnya saat melihat tatapan Rey yang penuh maksud.


"Kau ingin kemana hem? Kau harus membayar sikapmu tadi yang berani menertawaiku." Ucap Rey tersenyum miring sambil semakin berjalan mendekati Yura.


Yura yang sudah tidak bisa mundur ke belakang lagi karena tubuhnya sudah bersandar di dinding dibuat begitu gugup saat Rey mulai membuka baju yang melekat ditubuhnya.


"Kak Rey mau apa?" Tanya Yura dengan menutup kedua matanya.


"Membuat sepupu untuk Axel dan Xela." Jawab Rey.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2