
Ceklek
Suara pintu yang terdengar tiba-tiba terbuka dari luar mengalihkan perhatian Yura dan tamunya.
"Kak Rey?" Ucap Yura sambil memasang wajah terkejut melihat kedatangan Rey secara tiba-tiba. Bukankah suaminya itu satu setengah jam yang lalu baru saja pergi dari perusahaannya setelah mengantarkannya? Lalu bagaimana suaminya itu ada di sini sekarang?
Tamu Yura yang tak lain adalah seorang pria yang sangat dikenali Rey nampak menatap datar pada sosok Rey yang kini tengah berjalan ke arah mereka.
Yura segera bangkit dari duduknya untuk menyambut kedatangan suaminya. Sementara tamunya memilih tetap duduk diam di posisinya.
"Kak Rey, ada apa? Kenapa Kakak kembali ke sini?" Tanya Yura saat Rey sudah berada tepat di hadapannya.
Rey tak langsung menjawab pertanyaan Yura karena kini ia tengah saling beradu tatap dengan tamu Yura dengan tatapan dingin.
"Kak Rey..." ucap Yura lagi karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari suaminya.
"Apa urusanmu sudah selesai?" Tanya Rey tanpa menjawab pertanyaan Yura.
"Tinggal sedikit lagi." Jawab Yura.
__ADS_1
"Kalau begitu lanjutkanlah. Aku akan menunggumu hingga selesai." Balas Rey.
Pria yang sejak tadi hanya diam nampak bangkit dari duduknya. "Yura, sepertinya urusan kita telah selesai. Kalau begitu aku pamit kembali ke perusahaan dulu." Ucapnya.
"Agh, ya." Yura buru-buru melangkah ke arah pria yang tak lain adalah Galang lalu mengambil dokumen yang diberikan Galang untuknya. "Terima kasih atas pertemuan hari ini. Aku harap untuk kedepannya kerja sama perusahaan kita semakin berjalan dengan lancar." Ucap Yura.
Galang mengiyakannya lalu berjabat tangan dengan Yura. Niatnya yang ingin berlama-lama bersama Yura harus sirna begitu saja karena kedatangan Rey secara tiba-tiba. Galang pun melangkah ke arah Rey lalu mengulurkan tangan pada Rey.
"Saya pamit pergi dulu Tuan Rey." Ucap Galang sambil menatap Rey tajam.
Rey membalas tatapan Galang tak kalah tajam dan mengeratkan pegangan tangan mereka. Kedua orang pria yang saling mencintai Yura itu terlihat tengah menatap dengan tajam dan tangan yang saling berpegangan erat.
Yura yang melihat situasi tidak aman pun berdehem hingga melepaskan pegangan tangan Galang dan Rey.
"Baik. Terima kasih dan hati-hati di jalan." Balas Yura.
Galang mengiyakannya lalu segera keluar dari dalam ruangan Yura. Setelah melihat rivalnya keluar dari dalam ruangan, Rey segera melangkah ke arah Yura yang berada cukup jauh di depannya.
"Kak Rey—" Yura dibuat terkejut saat Rey tiba-tiba saja memeluk tubuhnya begitu erat.
__ADS_1
"Kak Rey ada apa?" Tanya Yura kemudian saat merasa hembusan nafas Rey terdengar tidak beraturan.
Deg
Yura dibuat tertegun saat tangan Rey tiba-tiba saja menyentuh perutnya dan mengelusnya.
Rey melonggarkan pelukannya saat sadar telah membuat Yura dan ketiga anaknya merasa sesak.
"Kak Rey..." Yura terbata menatap pada wajah Rey.
"Maaf..." lirih Rey sambil menyatukan kening mereka.
"Kakak..." Yura tak melanjutkan ucapannya karena ia tidak ingin salah paham dengan sikap Rey saat ini. Terlebih ia masih mengingat dengan jelas bagaimana ekspresi Rey kemarin saat ia menanyakan isi kotak yang ia berikan pada Rey.
"Maaf karena aku baru mengetahuinya. Aku berbohong dengan mengatakan telah melihatnya padahal aku baru melihatnya pagi ini. Maafkan aku karena aku sudah menjadi suami dan calon ayah yang gagal untuk kalian." Ucap Rey parau merasa sangat bersalah.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.