
Flower telah kembali ke perusahaan Bagaskara untuk melanjutkan pekerjaannya setelah waktu jam makan siang habis. Wajahnya terlihat datar setelah pertemuannya dan orang suruhannya berakhir dengan penjelasan yang terkesan tidak masuk akal di pemikirannya.
Sejak dalam perjalanan kembali ke perusahaan Flower terus dibuat berpikir apakah Rey terpaksa menjalani pernikahannya atau tidak. Dari apa yang terlihat oleh matanya, pria yang menjadi cinta pertamanya itu terlihat tidak keberatan menjalani pernikahannya bahkan kini Rey sudah terlihat berani memasang foto Yura menjdi walpaper ponselnya.
"Tidak, tidak. Itu semua pasti hanya sandiwara." Ucap Flower mencoba menampik apa yang ia lihat beberapa waktu belakangan ini.
"Apa anda baik-baik saja, Nona?" Tanya seorang wanita yang sedang berada di dalam lift yang sama dengan Flower.
Flower pun tersadar jika kini ia tengah berada di dalam lift dan di antara karyawan lainnya.
"Emh, ya, saya baik-baik saja." Ucap Flower mencoba untuk tersenyum. Flower pun berusaha untuk menguasai dirinya agar tidak terpikir kembali dengan Rey dan Yura.
Setelah seluruh karyawan keluar saat sudah berada di lantai tempat mereka bekerja masing-masing, kini tinggalkan Flower yang berada di dalam lift menuju lantai teratas perusahaan.
"Aku harus meyakini jika Kak Rey tidak bahagia dengan pernikahannya. Bisa saja dia bersikap seperti itu agar kedua orang tuanya berpikir jika pernikahannya dan Yura baik-baik saja padahal justru sebaliknya." Ucap Flower menampik kenyataan yang ada.
Ting
__ADS_1
Pintu lift terbuka setelah lift sampai di lantai tertinggi perusahaan. Flower segera keluar dari dalam lift dan berjalan ke arah meja kerjanya berada.
"Tuan Malik?" Ucap Flower saat melihat Malik keluar dari dalam ruangan Rey. Flower segera berjalan dengan langkah lebar menuju ke arah Malik dan berhenti tepat di depan Malik.
"Ada apa, Nona?" Tanya Malik menatap wajah Flower yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Apa Tuan Rey ada di dalam ruangan kerjanya?" Tanya Flower.
Malik menggelengkan kepalanya. "Tuan Rey masih berada di luar perusahaan, Nona." Jawab Malik.
Malik menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Tuan Rey menikmati makan siang bersama istrinya, Nona." Jawab Malik tanpa ditanya.
"Apa?" Flower terkejut mendengarnya.
Malik hanya diam tak menanggapi keterkejutan Flower atas ucapannya. "Maaf, saya harus kembali ke ruangan saya, Nona." Ucap Malik dan berniat beranjak dari hadapan Flower.
"Tunggu dulu, Tuan." Flower menahan pergelangan tangan Malik saat hendak beranjak dari hadapannya.
__ADS_1
Malik menghentikan pergerakannya lalu menatap tangannya yang kini dipegang oleh Flower. Menyadari tatapan tak bersahabat Malik membuat Flower segera melepaskan cekalan tangannya.
"Maaf." Lirihnya.
Malik tak menghiraukannya lalu memilih pergi dari hadapan Flower tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Ish... sopan sekali dia!" Gerutu Flower lalu menghentakkan kedua kakinya saat Malik sudah lenyap dari balik pintu ruangan kerjanya.
Di saat Flower tengah merasa kesal karena sikap Malik padanya, di tempat berbeda lebih tepatnya di sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari perusahaan Yura, Rey tengah berdiri di depan sebuah meja sambil menatap datar pada sosok pria yang tengah menikmati makan siang bersama dengan istri dan adik kandungnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1