
"Tidak, Mom. Kak Rey baik pada Flo karena itu adalah keinginannya." Flower masih bersikeras dengan pemikirannya sendiri. "Jika Mom tidak mau memberitahu Flow apa yang sebenarnya telah terjadi, tidak masalah. Flo akan mencaritahu sendiri." Ucap Flower.
Mom Rania kembali dibuat menghela nafas melihat sikap putri manjanya. Ia pun hanya bisa diam dan membiarkan saat putrinya beranjak dari sofa dan meninggalkannya begitu saja.
"Inilah akibat jika William selalu memanjakan dan menuruti segala keinginannya sejak kecil. Flo tumbuh menjadi anak yang manja dan keras kepala." Lirih Mom Rania sambil menatap putrinya yang semakin menjauh darinya.
Mom Rania pun mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu dimana ia sangat bersikeras menjodohkan Rey dengan putrinya yang bahkan masih berada dalam kandungannya. "Ini semua juga salahku. Salahku yang terlalu mengharapkan Rey menjadi menantu di keluarga ini. Harusnya aku tidak terlalu berlebihan mengharapkan Rey menjadi menantu hingga semuanya tidak akan terjadi seperti ini. Cukup Rey menjadi keponakan yang baik untukku tanpa harus berubah status menjadi menantuku." Sesal Mom Rania. Kini ia hanya bisa menyesali keinginannya walau tiada guna. Namun dari itu semua Mom Rania belajar untuk bisa bersikap lebih tegas lagi dalam mengambil sebuah keputusan dan tindakan.
Flower yang baru saja masuk ke dalam kamarnya nampak melemparkan tas kerjanya asal di atas sofa. "Mom sungguh tidak asik. Kenapa Mom jadi tertutup seperti ini padaku. Dan kenapa Mom tidak lagi mendukungku bersama Kak Rey." Geram Flower. Flower pun berjalan ke arah ranjang dan menjatuhkan kasar tubuhnya di atas ranjang. "Agh, sial sekali. Apa yang aku harapkan sejak dulu tidak menjadi kenyataan. Kak Rey, pria yang aku harapkan menjadi pendamping hidupku kini sudah menjadi pendamping hidup Yura. Semuanya tidak adil. Harusnya akulah yang mendapatkannya bukan Yura." Ucapnya mulai berkaca-kaca. Kekecewaan dalam hatinya membuat Flower berubah menjadi wanita egois dan tidak mau mendengarkan ucapan orang lain.
*
__ADS_1
"Lihatlah, dia terlihat senang sekali saat masuk ke dalam mobilnya." Komentar Rey saat memperhatikan pergerakan Yura dari depan perusahaan.
Yura yang tidak mengetahui jika pergerakannya dipantau oleh Rey pun melajukan mobilnya keluar dari dalam perusahaan dengan perasaan riang. Bagaimana tidak, hari ini ia seperti merasakan kebebasan karena tidak lagi diantar jemput oleh Rey. Dan dia bisa mengendarai mobil pribadinya sendiri.
"Apa dia sangat senang tidak diantar jemput olehku lagi?" Gumam Rey sambil mengikuti mobil Yura.
Rey pun dibuat menggelengkan kepalanya saat melihat mobil Yura melaju dengan kecepatan cepat saat telah memasuki jalan raya.
"Dia tidak ada bedanya dengan Rachel." Gumam Rey lagi lalu menggelengkan kepalanya. Rey pun menambah kecepatan mobilnya agar tidak ketinggalan jauh dengan mobil Yura.
"Kak Rey?" Yura merasa terkejut saat keluar dari dalam mobilnya dan melihat keberadaan Rey di samping mobilnya.
__ADS_1
"Mendekatlah." Ucap Rey lalu menarik tubuh Yura mendekat pada tubuhnya.
"Ka-kak Rey, ada apa ini?" Tanya Yura merasa gugup melihat sikap Rey saat ini.
"Kenapa kau takut seperti itu?" Tanya Rey lalu berjalan sambil memegang tangan Yura. Yura pun mengikuti langkah Rey dengan susah payah karena Rey memegang erat sebelah tangannya.
"Kau tahu kewajibanmu sebagai seorang istri bukan?" Tanya Rey setelah mereka masuk ke dalam lift.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.