
"Apa? Di cafe yang sama?" Tanya Yura merasa terkejut mendengarnya.
Jeni mengangguk membenarkan. "Itu adalah permintaan dari Tuan Rey sendiri, Nona." Terangnya.
"Kak Rey yang meminta?" Lirih Yura.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi keluar dulu, Nona." Ucap Jeni.
Yura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Jeni pun berlalu pergi setelah mendapatkan jawaban dari Yura.
"Kenapa Kak Rey meminta bertemu di cafe yang sama?" Gumamnya merasa bingung. "Semoga saja Kak Rey datang setelah Galang pergi dari cafe tersebut." Ucap Yura kemudian. Bukannya tanpa alasan Yura menginginkan hal tersebut, ia hanya tidak ingin nantinya Rey salah paham melihat tingkah Galang yang selalu menggodanya saat bertemu dengannya. Apa lagi saat ini Galang belum mengetahui statusnya yang sudah berganti menjadi seorang istri.
*
Di perusahaan Bagaskara.
Rey baru saja menginjakkan kaki di perusahaannya, ia berjalan dengan langkah tegap dan wajah dinginnya. Di depan pintu lift khusus petinggi perusahaan, Malik nampak menunggu kedatangan Rey di sana setelah tadi melihat Rey masuk ke dalam perusahaan.
"Apa dia sudah datang?" Tanya Rey tertuju pada Flower.
Malik menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Nona Flower sudah datang sejak sepuluh menit yang lalu, Tuan." Jawab Malik.
__ADS_1
Rey mengangguk paham. Ia pun melangkah masuk ke dalam lift saat pintu lift sudah terbuka.
"Dengan siapa dia tadi datang?" Tanya Malik.
"Nona Flower datang sendiri, Tuan. Dan Nona Flower datang membawa mobilnya sendiri." Jawab Malik.
Rey mengangguk paham. Lift pun terus naik hingga akhirnya berhenti di lantai teratas perusahaan. Rey berjalan lebih dulu keluar dari dalam lift diikuti Malik setelahnya.
Di depan pintu ruangannya, seorang wanita cantik yang tak lain adalah Flower nampak tengah berdiri sambil tersenyum menatap padanya. Rey terus berjalan menuju pintu ruangannya tanpa membalas senyuman Flower padanya.
"Kak Rey..." ucapnya setelah Rey berada tepat di depannya.
"Ingat di sini kau harus bersikap profesional." Ucap Rey lalu masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Kening Flower dibuat mengkerut setelah mendengarkan ucapan Rey.
"Maksud Tuan Rey, anda harus memanggilnya dengan sebutan Tuan jika sedang berada di dalam perusahaan atau jam kerja." Jawab Malik.
"Benarkah begitu?" Tanya Flower namun Malik hanya diam saja.
"Ayo silahkan masuk, Nona." Ajak Malik.
Flower menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam ruangan Rey.
__ADS_1
Di dalam ruangan, sayup-sayup Flower dapat mendengar Rey yang sedang berbincang dengan seorang wanita di seberang telefon.
"Bukankah itu suara, Yura?" Tanya Flower dalam hati.
Rey pun mematikan sambungan telefonnya saat Flower sudah berada di dekatnya.
"Malik, tolong katakan apa saja yang menjadi tugas Flower selama bekerja menjadi sekretaris saya." Titah Rey sambil menyerahkan selembar kertas pada Malik.
Malik mengangguk lalu mengambil selembar kertas yang diberikan Rey padanya.
"Silahkan dibaca dulu, Nona." Ucap Malik lalu menyerahkan pada Flower selembar kertas yang diberikan Rey padanya.
Flower pun membaca dengan seksama tulisan yang tertera dalam selembar kertas itu.
"Apa maksudnya ini Kak Rey? Kenapa aku hanya bertugas di perusahaan saja dan tidak menemani Kak Rey jika ada pekerjaan di luar perusahaan?" Tanya Flower.
"Maaf, Nona Flo, bukankah tadi Tuan Rey sudah berkata agar bersikap profesional dalam bekerja." Ucap Malik.
"Maaf Tuan Rey." Ucap Flower sambil menahan rasa dongkol di hatinya saat ini.
**^
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.