Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Kau mau apa?


__ADS_3

"Hotel?" Ulang Yura menatap pada Rey.


Rey mengangguk mengiyakan.


"Untuk apa kita ke hotel, Kak?" Tanya Yura.


Rey hanya diam tak membalas ucapan Yura. Tak mendapatkan jawaban dari Rey membuat Yura mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.


"Untuk apa Kak Rey mengajakku ke hotel? Apa dia ada pekerjaan di sana?" Tanya Yura dalam hati. Tak ingin menduga-duga alasan Rey membawanya ke hotel, Yura memutuskan untuk mengikuti apa yang Rey inginkan dan akan bertanya kembali saat sudah berada di hotel nanti.


Tiga puluh menit lebih berlalu, akhirnya mobil Rey pun memasuki salah satu hotel bintang lima ternama di kotanya. Yura tahu jelas hotel apa yang mereka masuki saat ini dan siapa pemiliknya.


"Ayo turun." Ajak Rey setelah memarkirkan mobil di area besement.


Yura menatap pada Rey lalu mengangguk sebagai jawaban. Ia membuka sabuk pengamannya lalu keluar dari dalam mobil. Setelah keluar dari dalam mobil, Yura dibuat bingung melihat Rey mengeluarkan koper kecil dari dalam mobilnya.


"Kenapa Kakak membawa koper?" Tanya Yura.


"Karena aku menginginkannya." Jawab Rey seadanya.

__ADS_1


Yura menghela nafasnya. Rasanya percuma saja jika ia kembali bertanya pada Rey karena tidak akan mendapatkan jawaban yang ia inginkan.


Setelah masuk ke dalam hotel, Rey mengajak Yura menaiki lift dan masuk ke dalam salah satu kamar hotel yang berada di lantai dua tertinggi yang ada di hotel.


"Kak Rey tunggu!" Yura menahan lengan Rey.


Rey menghentikan langkahnya lalu menatap pada Yura. Sebelah alis tebalnya terangkat dan menatap wajah Yura intens. Mengerti arti tatapan mata Rey, Yura pun mengatakan apa yang sejak tadi ada dalam pemikirannya.


"Kenapa Kakak membawaku kemari? Dan kenapa Kakak membawa koper?" Tanya Yura.


"Apa kau terlalu penasaran untuk itu?" Tanya Rey.


"Tidak ada yang aneh di sini." Rey berjalan ke arah lemari lalu meletakkan koper kecil yang ia bawa di samping lemari. Setelahnya berjalan ke arah sofa dan menjatuhkan bokongnya di sana.


Yura turut melakukan apa yang Rey lakukan. Ia masih menatap wajah Rey menanti jawaban dari Rey. Alasan apa yang membuat suaminya itu membawanya ke hotel dan kenapa membawa koper.


Rey menghela nafas sesaat melihat wajah Yura yang terlihat begitu penasaran dengan alasannya.


"Aku membawamu ke sini karena kita akan menginap di hotel ini dalam waktu tiga hari ke depan." Jelas Rey.

__ADS_1


"Menginap di sini?" Ulang Yura. Rey hanya diam tak menanggapinya. "Kenapa kita menginap di sini?" Tanya Yura kemudian.


"Karena mulai besok hingga tiga hari ke depan aku akan banyak lembur di perusahaan dan pulang malam hari." Jawab Rey.


Yura semakin bingung dibuatnya.


"Aku tidak ingin membuatmu terlalu lama menungguku pulang sendirian di rumah saat malam hari tiba. Kau tahu jika cuaca saat ini sering turun hujan pada saat malam hari? Jika kau tahu kau sudah menemukan jawabannya." Papar Rey.


Yura tertegun mendengarnya. Ia mulai larut dalam pemikirannya sendiri hingga tanpa sadar jika Rey sudah mendekatkan tubuhnya kepadanya.


"Emh, Kak Rey." Yura memundurkan tubuhnya setelah menyadari Rey begitu dekat dengannya. Jantungnya mulai berdebar-debar melihat tatapan mata Rey yang terlihat tidak seperti biasanya saat ini.


"Ka-kakak ingin apa?" Tanya Yura terbata karena Rey semakin mendekatkan wajahnya kepadanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2