Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Extra part (Semuanya baik-baik saja)


__ADS_3

"Hei, apa yang kau lakukan? Kau membuat anak kita terjepit!" Ucap Rey saat merasa pelukan Yura semakin erat di tubuhnya.


"Mereka tidak akan terjepit." Yura tetap tak ingin melepaskan pelukannya di tubuh Rey.


Rey tersenyum tipis melihat sikap manja istrinya saat ini. "Apa kau begitu senang karena ikut denganku, hem?" Tanya Rey sambil mengusap-usap rambut istrinya.


"Emh..." Yura mengangguk-angguk di dalam pelukan Rey.


"Sekarang ayo lepaskan pelukanmu. Kau harus menghabiskan makanan yang masih tersisa." Ucap Rey lembut.


Yura melerai pelukannya lalu menatap makanan yang masih tersisa di atas meja. "Emh, sepertinya aku sudah kenyang. Bagaimana jika Kakak saja yang menghabiskan makanan itu." Ucap Yura dengan diakhiri senyuman kaku di wajahnya.


"Yura... ayo habiskan makananmu karena aku tidak berselera memakannya." Tekan Rey.


Yura menggeleng lemah. "Aku sudah tidak berselera untuk memakannya. Entah mengapa setelah mendengar ucapan Kakak yang ingin mengajakku pergi ke Surabaya membuatku langsung kenyang dan tidak ingin apa-apa lagi." Lirih Yura dengan wajah layu.


Rey menghela nafasnya mendengar perkataan istrinya.

__ADS_1


"Kak Rey... sepertinya bayi kita ingin melihat Kakak menghabiskan semua makanan ini." Ucap Yura kemudian sambil mengelus perutnya yang membuncit.


Rey hampir saja tersedak ludahnya sendiri mendengarkan permintaan konyol dari Yura. Namun setelah melihat wajah penuh harap Yura membuatnya merasa tak tega untuk tidak menghabiskannya.


"Kak Rey..." ucap Yura lagi karena Rey tak kunjung merespon ucapannya.


"Huft, baiklah." Jawab Rey lalu meraih piring yang terletak di atas meja.


"Sini biar aku saja yang menyuapkan Kakak." Yura nampak begitu bersemangat mengambil piring dari tangan Rey lalu menyuapkan makanan ke dalam mulut Rey.


Rey hanya bisa menahan senyum melihat wajah menggemaskan istrinya itu saat ini. Menurutnya kini biarlah ia menderita asal istri dan anak-anaknya bahagia.


*


Hal itu tentu saja membuat Yura sangat bahagia karena akhirnya ia bisa ikut tanpa harus ada kecemasan di dalam diri suaminya.


"Walau dokter mengatakan kondisimu baik-baik saja, namun kau harus ingat untuk tetap menjaha kesehatanmu selama berada di sana. Jika aku sedang tidak berada di dekatmu, kau dilarang pergi kemana-mana." Pesan Rey.

__ADS_1


Yura mengangguk saja mengiyakan perkataan Rey. Lagi pula menurutnya tidak masalah jika nanti Rey akan meninggalkannya sebentar hanya untuk melakukan pertemuan dengan rekan kerja bisnisnya.


Setelah melakukan pemeriksaan, Rey langsung membawa Yura kembali pulang ke rumah mereka karena siang ini ia harus kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


"Hati-hati di jalan." Ucap Yura melepas kepergian Rey menuju perusahaan setelah mereka sampai di rumah.


Rey mengangguk lalu mengusap rambut istrinya. Setelahnya Rey pun masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya keluar dari perkarangan rumahnya.


Tiga puluh menit berlalu, kini Rey telah tiba di perusahaannya. Dilihatnya di depan ruangan kerjanya Malik dan Flower tengah terlibat perdebatan dilihat dari ekspresi wajah Flower dan pembicaraan mereka yang terdengar jelas oleh telinganya.


"Ada apa lagi dengan mereka?" gumam Rey lalu melanjutkan langkah mendekati Flower dan Malik.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2