Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Dia tengah menatapmu


__ADS_3

"Uh, aku lelah sekali." Ucap Yura setelah menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang Rachel.


Rachel pun turut menjatuhkan tubuhnya di samping Yura. "Istirahatlah. Aku tahu kau pasti lelah setelah seharian bekerja. Kita bisa turun saat jam makan malam nanti." Ucap Rachel.


"Apa tak masalah? Aku sungguh tidak enak dengan Tante Kya." Jawab Yura.


"Kau seperti tidak mengenali Mamaku saja. Mamaku tidak pernah mempermasalahkan apa pun tentang dirimu. Termasuk sikapmu dulu yang sering mencari perhatian padanya." Cibir Rachel.


Yura memilih memejamkan kedua kelopak matanya dari pada mendengarkan Rachel yang kembali mengungkit tentang masa lalunya.


Maafkan aku, Yura. Tapi aku tidak akan membiarkanmu melupakannya begitu saja. Ucap Rachel dalam hati.


Sementara di lantai bawah Rey dan Papa Gerry nampak masuk ke dalam rumah dengan disambut oleh Kyara.


"Dimana Rachel? Kenapa dia tidak terlihat tanya Gerry.


"Rachel sepertinya berada di kamarnya bersama Yura." Jawab Kyara.


"Yura? Apa Yura jadi menginap di sini?" Tanya Gerry yang membuat Rey menatap Kyara dengan penuh tanya.


"Ya, Yura jadi menginap di sini, Pa." Jawab Kyara.


Pandangan Rey pun seketika beralih ke arah lantai dua dimana kamar Rachel berada namun ia tidak melihat apa pun di sana.


"Apa Yura sudah lama sampai?" Tanya Gerry lagi.


"Sepertinya baru sekitar setengah jam yang lalu Yura sampai." Jawab Kyara.

__ADS_1


Gerry menganggukkan kepalanya.


"Mungkin saat ini Yura sedang istirahat di kamar Rachel karena ia langsung berangkat ke sini setelah pulang bekerja." Lanjut Kyara kemudian.


"Mungkin saja. Bangunkan mereka jika sudah mau masuk jam makan malam nanti." Pesan Gerry.


"Baik, Pa." Jawab Kyara.


Gerry dan Rey pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar mereka masing-masing diikuti Kyara yang mengikuti Gerry masuk ke dalam kamarnya.


Rey menghentikan langkahnya saat sudah berada di depan kamarnya. Pandangannya tertuju pada pintu kamar Rachel yang nampak tertutup rapat. Cukup lama Rey berdiam diri di depan kamarnya sambil menatap kamar Rachel dengan tatapan tak terbaca sebelum akhirnya ia pun masuk ke dalam kamarnya.


*


Rey nampak menuruni anak tangga satu persatu dengan menatap fokus pada ponsel yang berada di tangannya. Kakinya terus melangkah menuruni anak tangga hingga sampai di anak tangga terakhir. Rey menghentikan langkahnya saat mendengar suara Yura dari arah meja makan.


"Apa ada lagi yang bisa Yura bantu, Tante?" Tanya Yura para Kyara.


Yura menurutinya dengan duduk di kursi yang bersebelahan dengan Rachel.


"Kau lihat ini, Yura? Dia adalah pria yang sering mengejarmu saat SMA dulu bukan?" Rachel menunjukkan sebuah foto pria pada Yura.


"Jangan sembarangan berbicara. Dia hanya temanku dan tidak mengejarku saat SMA." Koreksi Yura.


Lidah Rachel berdecak. "Kau ini selalu saja tidak menyadarinya." Ucapnya kesal.


"Rey..." suara lembut Kyara memanggil nama Rey menghentikan percakapan di antara mereka.

__ADS_1


"Mamah." Rey tersenyum tipis membalas sapaan Kyara. Ia pun menarik salah satu kursi yang berhadapan dengan Yura lalu mendaratkan bokongnya di sana.


"Kau lihat ini, Yura, Galang semakin tampan dan mapan." Puji Rachel sambil menunjukkan beberapa foto Galang pada Yura.


Yura memilih diam saja namun tetap menatap pada ponsel Rachel yang menunjukkan foto Galang di sana. Rachel pun terus memuji kehebatan Galang saat ini dengan sedikit membesarkan suaranya agar Rey dapat melihatny.


"Chel, ayo simpan ponselmu. Om Gerry sudah datang." Bisik Yura di telinga Rachel.


Rachel menoleh menatap Gerry yang baru mendaratkan bokongnya di atas kursi. Ia pun segera memasukkan ponselnya ke dalam saku celanya.


Gerry pun menyapa Yura lebih dulu dan berbincang singkat sebelum akhirnya mengajak mereka untuk memulai makan malam bersama.


Selama makan malam berlangsung Yura nampak duduk dengan tenang sambil menikmati makanan yang terasa lezat di lidahnya tanpa menyadari jika kini Rey tengah menatapnya sambil menikmati menikmati makanan di depannya.


Rachel yang menyadari pandangan Rey yang terus tertuju pada Yura pun menyikut lengan Yura.


"Lihatlah, Kak Rey sedang memperhatikanmu." Ucap Rachel sangat pelan namun dapat didengar oleh Yura.


Yura seketika menatap ke arah depan dimana kini Rey terlihat jelas tengah menatapnya dengan tatapannya yang datar dan dingin seperti biasanya ia menatapnya.


Deg


Denyut jantung Yura berdetak begitu cepat saat tatapannya dan Rey saling beradu.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2