
"Bagaimana?" Tanya Alfin setelah melihat Rey cukup lama terdiam.
"Apanya?" Tanya Rey kembali.
Alfin mendengus. "Bagaimana dengan saranku? Kau membenarkannya bukan?" Tanya Alfin lagi.
Rey mendengus. "Tidak." Jawabnya berbohong.
"Ck." Lidah Alfin berdecak. "Ya sudah kalau begitu. Kau akan menyesal tidak menuruti saranku setelah apa yang menjadi milikmu diambil orang lain." Ucap Alfin berusaha menggoyahkan pertahanan hati Rey.
"Jangan berbicara sembarangan." Rey nampak tak suka mendengarnya.
"Sebagai teman yang baik untukmu, aku hanya ingin kau cepat sadar dan cepat mengambil tindakan untuk keutuhan rumah tangga kalian. Kau tahu jelas bukan jika untuk beberapa waktu ke depan akan banyak rintangan yang menghadapi kalian termasuk kembalinya Flower. Dan kini Galang yang sudah terang-terangan menunjukkan rasa sukanya pada istrimu. Bisa saja setelah dia mengetahui latar belakang pernikahan kalian, dian memanfaatkan situasi itu untuk mengambil Yura darimu." Ucap Alfin.
Rey terdiam dan membenarkan dalam hati apa yang Alfin ucapkan. Alfin benar, jika akan banyak rintangan yang menghadang mereka untuk ke depannya. Termasuk Galang yang sangat ingin memiliki istrinya.
"Oh ya, dimana Flower? Kenapa aku tidak melihatnya di depan ruanganmu?" Tanya Alfin.
__ADS_1
Rey mengangkat kedua bahunya. "Mana aku tahu. Mungkin saja dia pergi bersama Malik." Jawab Rey acuh.
Alfin mengangguk saja. Terlihat sekali oleh matanya jika Rey tidak menginginkan kehadiran sekretaris barunya itu.
"Kau tidak lupa bukan jika siang ini kita ada rapat?" Tanya Alfin.
"Tentu saja aku tidak melupakannya. Lagi pula waktu rapatnya masih ada dua jam lagi." Ketus Rey.
Alfin tertawa mendengarnya. Rey benar, jika waktu masih ada dua jam lagi untuk pertemuan mereka namun ia sudah bersemangat datang ke perusahaan Rey saat ini.
"Apa kau tidak menyukai kedatanganku ke sini?" Alfin memasang wajah sedihnya. Rey yang melihatnya pun mendengus mendengarnya.
"Masalah apa itu?" Alfin nampak penasaran setelah mendengarnya.
Rey hanya menarik tipis sebelah sudut bibirnya lalu menyerahkan selembar kertas pada Alfin.
Sementara di ruangan Malik, Flower terlihat tengah menatap Malik dengan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
"Tuan Malik, sekarang ayo katakan apa yang menjadi latar belakang Yura dan Kak Rey bisa menikah?" Tanya Flower.
Malik membalas tatapan Flower dengan datar. "Jika anda sangat penasaran, anda bisa menanyakannya langsung pada Tuan Rey, Nona. Masalah pribadi Tuan Rey bukanlah urusan saya." Balas Malik.
Flower mendengus mendengarnya. "Walau pun begitu kau pasti tahu detail ceritanya Tuan Malik." Flower masih berupaya meminta Malik menceritakan apa yang terjadi hingga membuat Rey menikahi Yura. Entah mengapa ia merasa yakin jika ada sesuatu hal yang di luar nalarnya yang menjadi penyebab Rey dan Yura akhirnya bisa menikah.
"Mereka tidak akan mungkin menikah jika tidak ada terjadi sesuatu di antara mereka. Aku tahu jelas bagaimana Kak Rey menaruh rasa tidak suka pada Yura. Melihatnya saja Kak Rey tak ingin apa lagi menikahinya." Ucap Flower.
Malik menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Flower. "Saya rasa anda terlalu mudah menyimpulkan sesuatu, Nona." Ucap Malik.
"Mudah bagaimana? Aku mengatakan hal yang sebenarnya dan itu semua sangat terlihat jelas." Jawab Flower.
"Tapi yang saya lihat justru sebaliknya, Nona. Tuan Rey sangat senang jika bertemu dengan Nona Yura yang kini sudah berubah status menjadi istrinya." Ucap Malik yang berhasil membuat Flower terdiam.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.