
"Itu dia." Ucap Yura lalu berjalan ke arah Rachel berada.
"Wah... kau terlihat keren dengan pakaian kerjamu saat ini." Puji Rachel pada Yura.
"Kau bisa saja." Jawab Yura lalu menarik kursi yang berhadapan dengan Rachel.
"Aku berkata benar, Yura. Kau benar-benar keren." Puji Rachel lagi.
"Terimakasih atas pujiannya. Kau juga terlihat sangat cantik hari ini." Puji Yura kembali.
"Tentu saja. Aku bahkan terlihat sangat cantik setiap harinya." Ucap Rachel dengan pedenya. Yura tersenyum saja mendengar ucapan sahabatnya itu. "Oh ya, ayo segera pesan makananmu karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepadamu." Ucap rachel.
"Hal penting apa itu?" Tanya Yura.
"Tentu saja tentang Kakakku dan..." Rachel pun nampak ragu melanjutkan ucapannya.
"Dan?" Yura menaikkan sebelah alis matanya tanpa merubah ekspresi wajahnya.
Melihat wajah Yura yang tidak berubah mendengar nama Kakaknya membuat Rachel kembali melanjutkan ucapannya. "Dan Flower." Ucap Rachel.
"Ooh... ada apa dengan Kakakmu dan Flo?" Tanya Yura.
"Tadi pagi aku sempat mendengar pembicaraan Mama dan Papa di dalam kamarnya." Ucap Rachel.
__ADS_1
"Lalu? Apa yang kau dengar?" Tanya Yura.
Rachel menghela nafas sebelum menlanjutkan ucapannya. "Aku baru mengetahui jika Kakakku dan Flower sudah dijodohkan sejak kecil." Ucap Rachel.
"Oh ya?" Yura memasang wajah pura-pura terkejut.
Rachel kembali mengamati wajah Yura yang terlihat tenang seolah apa yang disampaikannya tidak ada arti apa-apanya pada Yura. Rachel pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Yura... apa kau baik-baik saja?" Tanya Rachel.
Yura menatap Rachel dengan kening mengkerut. Memangnya ada apa? Aku baik-baik saja." Jawab Yura dengan tersenyum.
Rachel terdiam mendengar jawaban Yura. "Apa kau tidak merasa sakit hati mendengar ucapanku tadi?" Tanya Rachel.
Yura menggeleng. Ia pun meraih tangan Rachel dan menggenggamnya erat. "Aku baik-baik saja. Bahkan sudah sangat baik dari apa yang kau bayangkan saat ini." Ucap Yura.
Walau pun wajah Yura dan ucapannya terdengar tenang namun entah mengapa aku merasa Yura tidak sedang menunjukkan apa yang benar-benar ia rasakan saat ini. Ucap Rachel dalam hati.
"Agh, maaf." Rachel menggaruk keningnya yang tak gatal.
"Lalu bagaimana? Kau belum melanjutkan ucapanmu." Ucap Yura.
Rachel menghela nafasnya lalu mulai menceritakan isi hatinya saat ini. "Walau keluarga Om William selalu baik dan sayang kepadaku dan Kak Rey, namun entah mengapa aku merasa tidak setuju jika Kak Rey nantinya akan menikah dengan Flower. Aku lebih senang jika Flower menjadi temanku saja tanpa menambah status menjadi iparku juga." Ucap Rachel.
"Kenapa kau berkata seperti itu? Bukankah bagus jika hubungan keluarga kalian semakin dekat dengan adanya pernikahan diantara Kak Rey dan Flower?" Tanya Yura.
__ADS_1
"Seperti yang aku katakan tadi, aku lebih senang Flower menjadi temanku saja, Yura. Aku merasa dia tidak cocok dengan Kak Rey." Ucap Rachel.
Yura tertawa kecil mendengarnya. "Tapi yang aku lihat justru sebaliknya. Mereka sangat cocok. Flower cantik, tinggi dan pintar. Dia juga sering menjadi incaran banyak pria. Banyak kelebihan dari dalam dirinya. Sama halnya dengan Kak Rey." Ucap Yura.
Rachel semakin menatap Yura bingung. "Yura, kau yakin jika kau baik-baik saja?" Tanya Rachel lagi tanpa menjawab ucapan Yura baru saja.
"Hey, aku ini baik-baik saja." Yura tertawa-tawa.
"Baiklah, baiklah, aku percaya jika kau baik-baik saja. Tapi saat ini aku-lah yang tidak baik-baik saja." Ucap Rachel.
"Jangan berpemikiran seperti itu... kau harus menghargai keputusan kedua orang tuamu. Jika Kak Rey memang berjodoh dengan Flower kau bisa apa? Lagi pula mereka cocok bukan. Dan selama ini aku melihat Kak Rey juga sangat perhatian pada Flower.
Lidah Rachel berdecak. "Kak Rey bukan perhatian padanya. Kak Rey melakukan itu semua karena ada sebabnya, Yura." Ucap Rachel menekan setiap kata-katanya.
"Ya, ya. Terserah kau saja. Kau berhak berpendapat dan kedua orang tuamu berhak mengungkapkan keinginan mereka." Jawab Yura.
"Tapi aku tidak ingin Kak Rey bersamanya, Yura." Rachel menatap sebal pada Yura.
"Lantas siapa yang kau inginnkan menjadi kakak iparmu?" Tanya Yura memasang wajah bingung.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.