Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Kejutan untuk Yura


__ADS_3

"Baik, Nona." Jawab Jeni lalu melangkah keluar dari dalam ruangan Yura untuk menyampaikan pada Flower untuk masuk.


Yura memilih segera merapikan berkas-berkasnya sambil menunggu Flower masuk ke dalam ruangannya. Tak berselang lama, Flower pun masuk ke dalam ruangan kerjanya dengan senyuman manis yang terbit di wajah cantiknya.


"Hai, Flower." Sapa Yura ramah. Yura segera bangkit dari duduknya menyambut kedatangan Flower.


"Hai Yura." Flower membalas sapaan Yura tak kalah ramah.


"Ayo silahkan duduk dulu." Ajak Yura menuntun Flower untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangan kerjanya setelah berjabat tangan dengan Flower.


Flower mengiyakannya dan melangkah mengikuti Yura ke arah sofa. Yura mempersilahkan Flower duduk lebih dulu lalu ikut duduk setelahnya.


"Apa aku mengganggu waktu istirahatmu, Yura?" Tanya Flower sekedar basa-basi.


Yura menggeleng. "Aku dengar kau datang untuk memberikan undangan padaku. Undangan apa itu?" Tanya Yura.


"Undangan untuk acara perayaan ulang tahunku." Jawab Flower.


"Perayaan ulang tahun?" Ulang Yura dan Flower mengangguk mengiyakannya.


"Apa sebelumnya kau belum melihat undangan ulang tahunku di rumahmu untuk Kak Rey?" Tanya Flower.

__ADS_1


Yura menggeleng. "Aku tidak melihat dan mendapatkannya." Jawab Yura seadanya.


Flower dibuat bingung mendengarnya. Bukankah kemarin ia sudah menitipkan undangan untuk Rey pada Mama Kyara? Lalu kenapa Yura tidak melihat undangan itu ada pikirnya.


"Emh, kebetulan sekali kalau begitu. Niatku datang untuk mengundangmu secara langsung untuk datang karena kemarin aku lupa membawa undangan untukmu juga. Tapi karena kau belum mendapatkan undangan itu maka aku akan memberikan undangan baru untukmu." Ucap Flower lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Ini." Ucapnya sambil menyerahkan undangan pada Yura.


Yura menerimanya lalu membaca cover undangan.


"Aku harap kau bisa datang ke acara ulang tahunku nanti." Pinta Flower dengan tersenyum.


"Baiklah. Aku akan mengusahakannya untuk datang." Jawab Yura.


"Maksudmu?" Tanya Yura merasa masih bingung.


"Tidak ada maksud apa-apa. Kalau begitu aku pamit pergi dulu karena sebentar lagi aku sudah harus masuk bekerja kembali." Pamit Flower.


"Oh, ya." Yura pun bangkit dari duduknya melihat Flower yang bangkit. "Maaf belum memberikan minuman untukmu." Ucap Yura merasa sungkan.


"Tak masalah. Lagi pula aku hanya sebentar saja." Jawab Flower.

__ADS_1


"Ayo aku antar ke depan." Ajak Yura yang diangguki Flower sebagai jawaban.


Yura menatap kepergian Flower yang semakin jauh dari pandangannya dengan tatapan tak terbaca.


"Nona Yura?" Jeni menegur Yura yang terlihat termenung menatap kepergian Flower.


"Apa anda baik-baik saja, Nona?" Tanya Jeni.


"Emh, ya, saya baik-baik saja. Oh ya, Jeni, saya ingin melanjutkan pekerjaan saya dulu." Ucap Yura.


"Baiklah, Nona."


Yura kembali masuk ke dalam ruangan kerjanya lalu menutup pintu.


"Aneh sekali, kenapa Flower tidak memberikan satu undangan saja untukku dan Kak Rey dan justru memberikan dua undangan padaku dan Kak Rey padahal dia tahu jika kami sudah menikah." Gumam Yura. Kebingungan di wajah Yura pun semakin bertambah mendengar kejutan yang dimaksud Flower di hari ulang tahunnya nanti. Entah kejutan seperti apa yang Flower maksud, yang jelas saat ini Yura mencoba mengatur hati dan pemikirannya agar tidak berpikiran buruk pada wanita yang pernah berstatus menjadi calon istri dari suaminya saat ini


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2